Bintang golf Amerika Xander Schauffele berniat memperkuat warisannya dengan menargetkan mempertahankan gelar Genesis Scottish Open.
Oleh Jim McCabe.
Bagi pegolf muda yang masih dalam usia 20-an, Xander Schauffele lekas menyerap apresiasi atas kekayaan warisan sebuah cabang olahraga. Dua musim panas silam, ia meraih kemenangan satu stroke untuk memenangkan medali emas Olimpiade Tokyo 2020 di Kasumigaseki Country Club, di Jepang. Tak ada peluang sekecil apapun bagi pegolf kelahiran San Diego itu untuk tidak memahami besarnya pencapaian yang ia raih.
”Merinding,” ujar Schauffele, ketika diminta menjelaskan emosi yang ia rasakan ketika mengenakan medali emas di lehernya.
Namun, justru kehadiran sang ayah, Stefan, yang mewakili segala hal yang istimewa tentang Olimpiade dan alasan mengapa kemenangan di Jepang menghubungkan mereka untuk selamanya. ”Mimpinya sejak muda ialah menjadi atlet Olimpiade,” ujar Schauffele tentang sang ayah, yang besar di Jerman dan merupakan atlet elite dekatlon yang tengah bersiap mengejar ketenaran lewat Olimpiade. Lalu, seorang pengemudi yang mabuk menabrak mobilnya. Mimpi itupun sirna.
”(Bisa memenangkan medali itu) sangatlah bermakna, jadi malam itu menjadi malam yang sangat istimewa,” ujar Schauffele.
Setahun kemudian, dan di tengah sorotan cahaya senja di Skotlandia, Schauffele kembali bersinar dengan kemenangan keduanya, kali ini lewat ajang Genesis Scottish Open. Yang membuat prestasi ini berdampak lebih besar lagi baginya—bahkan melampaui fakta bahwa ia meraih kemenangan di Amerika lewat ajang Travelers Championship dua pekan sebelumnya—ialah bahwa banyak daftar bersejarah yang bisa ia penuhi.
”Sungguh istimewa bisa memenangkan ajang kolaborasi antara dua Tour (DP World Tour dan PGA TOUR) untuk pertama kalinya,” ujarnya. ”Pekan yang sungguh mengagumkan. Turnamen yang Genesis suguhkan selalu bertaraf elit dan saya tahu yang satu ini tidak akan berbeda.”
Lalu, yang menentukan semuanya, dan membuat para penggemar golf di Skotlandia mengaguminya ialah apa yang ia katakan, ”Sungguh suatu kehormatan bisa menang di Tempat Asal Golf.”

Schauffele telah bermain dengan skor 72-65-66 untuk unggul dua stroke dalam 54 hole, tapi skor 70 untuk total 7-under 273 membuatnya menuntaskan ajang ini. Rekan senegaranya Kurt Kitayama melejit dengan skor 66 dan finis di tempat kedua dengan total 274—”saya sebenarnya berharap bisa bermain dengan bebas tekanan,” ujar Schauffele—tapi seperti medali emasnya di Jepang, kemenangan itu berpusar di seluruh warisan yang melekat pada pekan itu di Renaissance Club.
Schauffele menyimpan respek yang mendalam terhadap makna kata ”global”. Sang ayah separuh Jerman, separuh Perancis, namun 100% Eropa. Ibunya, Chen Ping-yi, lahir di China Taipei, tapi dibesarkan di Jepang. Jadi, menjuarai Olimpiade di Jepang, tempat kakek-neneknya menetap, dan menaklukkan tantangan Eropa dan lapangan links sejati pada Genesis Scottish Open … nah, hal itu memenuhi daftar harapan bagi pegolf Amerika yang menyadari warisan yang menyelimuti olahraga ini.
”Kedengarannya bagus,” ujarnya tersenyum ketika diperkenalkan sebagai juara Genesis Scottish Open.
Turnamen ini turnamen akbar dengan rentang usia lebih dari 50 tahun. Namun, Scottish Open memiliki profil yang lebih tinggi dan hadiah lebih besar sejak Genesis menjadi sponsor utamanya, dengan pengakuan juga dari PGA TOUR. Untuk kelima kalinya secara berturut-turut tahun ini turnamen tersebut dimainkan di Renaissance Club di North Berwick dan sekali lagi digelar sepekan sebelum Open Championship (20-23 Juli di Royal Liverpool, di Hoylake).
Para pemain jelas memahami bahwa melampaui Genesis Scottish Open sebagai ajang Rolex Series pada DP World Tour, juga menjadi peluang untuk benar-benar mengasah permainan di lapangan links menjelang Open Championship. Hal ini, Schauffele berkeras, merupakan komponen yang sama mahalnya dengan total hadiah sebesar US$8 juta.
”Entah apakah cinta pada pandangan pertama (dengan lapangan links), tapi saya menikmati bermain dengan angin berembus 30 (mil per jam) dan memainkan bola mendekati permukaan. Tahulah,” ujarnya, ”kalau membidik 90-an meter menjauhi bunker bisa membuat Anda menghindarinya dan mulai bermain dari sana.
”Buat saya (bermain di lapangan ini) merupakan permainan golf yang menyenangkan.”

Golf memang tidak jauh dari ”menyenangkan” pada musim panas lalu ketika Schauffele, tak diragukan lagi, merupakan pemain paling cemerlang di panggung elite profesional. Penampilannya pada Genesis Scottish Open merupakan kemenangan ketiga dari tujuh gelar PGA TOUR miliknya dan ia menambahkan finis T15 pada Open Championship di Old Course. Artinya, dalam delapan ajang PGA TOUR terakhirnya, Schauffele tidak pernah finis di luar T18.
Oh, saat menuju Skotlandia, Schauffele juga mampir ke Irlandia dan memenangkan ajang dua hari J.P. McManus Pro-Am. ”Saya memainkan sejumlah permainan golf terbaik dalam hidup saya,” akunya. ”Rasanya saya sudah cukup sukses dalam sebagian besar permainan saya.”
Setahun kemudian, permainan Schauffele memang tidak jauh dari ujaran tersebut. Ia duduk di peringkat 5 pada Official World Golf Ranking (per 5 Juli 2023). Pemuda dari San Diego ini memang belu menorehkan satu kemenangan pun untuk musim 2022-2023, tapi ia juga belum pernah gagal lolos cut, malah delapan kali masuk sepuluh besar. Dengan kata lain, ia mungkin tidak terlalu jauh dari periode ketika ia mengangkat trofi Genesis Scottish Open musim panas tahun lalu.
Sepertinya ia memang mesti menampilkan permainan yang memberinya gelar Genesis Scottish Open 2022 karena agar bisa mempertahankan gelarnya, Schauffele mesti melampaui kualitas permainan dari para pemain bintang yang bakal tampil, termasuk Juara Masters 2022 Scottie Scheffler, yang menghabiskan sebagian besar musim ini sebagai pegolf No.1 Dunia.
Selain itu ada pula Rory McIlroy, Juara U.S. Open 2022 Matt Fitzpatrick, pemegang dua gelar PGA Championship Justin Thomas, dan Justin Rose yang kembali prima, serta bintang Ryder Cup Eropa Tommy Fleetwood dan Tyrrell Hatton. Namun, ketika Schauffele kembali ke Renaissance Club, ia menjanjikan semua perasaan yang ia rasakan tahun 2022 akan turut kembali. Ajang kolaborasi dua Tour, cita rasa lapangan links yang kaya, total hadiah US$8 juta, ajang Rolex Series, dan sponsor utama yang membantu mengikat semua warisan secara bersama-sama.
”Kesempatan ini kesempatan istimewa. Bermain di sini sangatlah berbeda,” ujar Schauffele. ”Anda mesti bermain golf secara berbeda dan para penggemarnya juga luar biasa.”
Ia menyebut para penggemar di sana mendorongnya ”sepanjang hari” pada putaran final setahun silam, dan ia berharap bisa memberi alasan bagi mereka untuk kembali memberi dorongan semangat tahun ini.


