Minami Katsu tampil sebagai pemuncak klasemen putaran kedua Buick LPGA Shanghai berkat permainan fenomenal 11-under 61, yang menjadi rekor 18 hole terendah dalam kariernya.
Minami Katsu mencatatkan skor terendah dalam kariernya untuk mengambil alih puncak klasemen pada putaran kedua Buick LPGA Shanghai. Pegolf berusia 27 tahun ini mencatatkan skor 11-under 61 usai menorehkan 12 birdie dan hanya satu bogey. Permainan fenomenalnya ini membuatnya kini memiliki skor total 13-under 131, dua stroke lebih baik daripada pegolf Korea Yoon Ina (68).
Katsu memainkan sembilan hole pertamanya pada putaran kedua di Qizhong Garden Golf Club, Shanghai tadi tiga kali mencatatkan dua birdie berturut-turut. Bahkan bogey di hole 10 tak membuatnya kehilangan momentum. Ia bahkan dua kali menorehkan tiga birdie berturut-turut dari hole 12 untuk memastikan memperbaiki rekor skor terbaik dalam kariernya.
”Putaran ini nyaris tanpa cacat. Ada beberapa keberuntungan, tapi secara keseluruhan putaran ini berjalan dengan sangat baik. Skor terbaik dalam karier saya sebelumnya adalah 10-under, jadi ini merupakan rekor terbaru saya,” tutur pegolf yang telah mengoleksi delapan gelar JLPGA sejak beralih profesional pada 2017 silam.

”Tentu saja saya merasa sangat senang dengan rekor ini. Jelas masih ada dua hari lagi, jadi mungkin tidak ada perayaan (untuk rekor tersebut).”
Sepanjang 18 hole keduanya ini, Katsu hanya membutuhkan 24 putt dengan 1,35 putt per green in regulation. Kalau saja pukulan tee-nya tidak meleset di hole 11, mungkin ia tak perlu melakukan hingga tiga putt di hole tersebut.
Selain itu, meskipun akurasi pukulan tee-nya tidak setajam putaran pertama—10/14 pada putaran kedua, atau satu fairway lebih baik daripada putaran pertama—ia memenuhi 17 dari 18 green in regulation.
Sadar bahwa perjuangannya masih panjang, pegolf asal Kagoshima ini berniat untuk melanjutkan permainannya dengan pemikiran yang sangat sederhana. ”Saya benar-benar tidak berfokus untuk menang, hanya berusaha berpikir sesederhana mungkin. Saya berniat untuk berusaha menikmati permainan saya dan semoga bisa mendapat hasil yang bagus pada akhirnya.”
Dengan keunggulan hanya dua stroke dan 36 hole yang masih harus dimainkan, praktis banyak pemain yang juga masih berpeluang untuk menikmati kemenangan turnamen ini. Yoon menjadi pesaing terdekatnya setelah pada putaran kedua tadi mengemas lima birdie dan satu bogey untuk mengoleksi 11-under 133.

”Semuanya oke, kecuali di hole pertama di mana bola (pukulan tee off) saya terlalu jauh ke kanan sehingga saya mesti melakukan layup dan akhirnya mendapat bogey di hole tersebut. Cukup bangga pada diri sendiri karena bisa tetap tenang sampai menuntaskan permainan hari ini,” tutur Yoon.
”Kemarin pukulan saya memang lebih baik sehingga bisa mendapat banyak birdie dan satu eagle, tapi hari ini juga tidak cukup jelek. Beberapa posisi pin sedikit lebih sulit daripada kemarin sehingga menyulitkan untuk menyerangnya.
”Saya ingin bermain seperti hari ini dan kemarin. Kurang lebih melakukan hal yang sama dan mempertahankan ketenangan di lapangan.”
Setelah pada putaran pertama Li Menghan mencuri perhatian berkat hole-in-one yang ia ciptakan di hole 11, kali ini giliran pegolf amatir lainnya, Zhou Shiyuan, yang mendapat sorotan. Pegolf berusia 15 tahun ini menyeruak ke jajaran sepuluh besar setelah mencatatkan enam birdie dan tanpa bogey dan kini berbagi peringkat ke-8 bersama tiga pegolf lainnya, termasuk juara Major Kim Alim dan Minjee Lee.
Pegolf tuan rumah lainnya, Liu Ruixin, ikut memperbaiki posisinya. Bermain 2-under 68 hari ini, ia kini duduk di posisi T12 dengan skor total 137. Adapun Li, bermain lebih baik daripada putaran pertamanya dengan menorehkan 4-under 68 dan kini menduduki posisi T15 dengan skor total 138.


