Hinako dan Kiriko Shibuno siap bersaing pada ajang Simone Asia Pacific Cup yang dimulai Kamis (18/8) besok.

Jawara Major asal Jepang Hinako Shibuno menyatakan dirinya siap untuk bersaing pada gelaran perdana Simone Asia Pacific Cup. Penampilannya yang luar biasa pada AIG Women’s Open belum lama ini menunjukkan bahwa ia telah kembali mendapatkan performa terbaiknya sehingga merasa yakin bisa tampil maksimal pada ajang yang pekan ini memperebutkan total hadiah sebesar US$750.000 ini.

Pegolf berjulukan Smiling Cinderela ini sempat mengalami kesulitan untuk bersaing ketika berkompetisi pada kancah LPGA. Sampai menjelang ajang Major di Skotlandia itu, prestasi terbaiknya ialah saat finis di tempat kedua Lotte Championship dan finis T4 pada ajang Major lainnya, The Chevron Championship. Namun, sebelum finis di posisi ke-3 pada AIG Women’s Open, ia telah lima kali gagal lolos cut dari tujuh turnamen terakhirnya.

Dengan performanya yang mulai kembali prima, ia berniat meraih momentum di Pondok Indah Golf Course mulai besok, sembari bertanding dengan tiga pemenang Major lainnya, yaitu Lydia Ko dari Selandia Baru, dan duo Korea Kim Hyojoo dan Ryu Soyeon.

”Menurut saya, bisa dibilang permainan saya sudah kembali,” ujarnya. ”Saya bisa bermain bagus selama empat putaran (pada AIG Women’s Open), hasil tersebut jelas memuaskan. Namun, yang terpenting ialah menstabilkan performa dengan meraih sejumlah hasil bagus. Saya masih berusaha mengembalikan permainan mental saya agar sejalan dengan performa di lapangan.”

Pegolf yang telah enam kali menjuarai gelar Japan LPGA ini juga mengaku bersemangat bisa bersaing pada ajang Ladies Asian Tour (LAT) Series untuk pertama kalinya.

”Saya setuju dengan konsep mendukung pertumbuhan golf wanita di wilayah ini dan memutuskan untuk berpartisipasi. Saya sangat gembira bisa berbagian dalam turnamen pada pekan ini,” ujar pegolf berusia 23 tahun ini.

Pekan ini ia juga meraih motivasi tambahan lantaran adiknya, Kiriko, yang baru berusia 19 tahun, juga akan ikut serta. Mereka berdua pun berharap bisa menghadirkan tantangan yang serius dalam perebutan gelar juara beregu. Kiriko sendiri masih berstatus amatir dan bermain golf di level universitas di Jepang.

”Saya sangat menantikannya. Pasti akan menjadi sangat menarik melihat bagaimana kami bermain sebagai tim. Secara individu, saya akan berusaha keras untuk tidak kalah dari dia!” ujar Shibuno sambil tertawa.

Bagi Kiriko, pengalaman bermain berdampingan dengan sang kakak pekan ini akan memberikan nuansa yang ”menyegarkan” baginya.

”Sangat menyegarkan. Ketika saya mulai bermain golf sebagai pemain junior, kami tidak pernah bersaing bersama karena selisih usia kami,” jelas Kiriko. ”Karena usia kami berbeda empat tahun, kami tidak pernah bisa bersaing di divisi yang sama.”

Besok keduanya akan mulai bertanding dalam turnamen 54 hole tanpa cut-off ini. Hadiah sebesar US$500.000 akan diperebutkan oleh 37 pegolf profesional pada pekan ini, dengan US$250.000 diberikan untuk kompetisi beregu. Kakak beradik ini akan memulai pertandingan mereka dari hole 1 di Pondok Indah Golf Course dan mulai bertanding pukul 08:00 WIB, bersama Tim Amerika Serikat yang terdiri dari Yealimi Noh dan Eimi Koga.