Indonesian Masters resmi menjadi bagian dari International Series dalam kalender musim kompetisi 2022 pada Asian Tour. Namun, seperti apa The International Series ini? Dan bagaimana bergabungnya Indonesian Masters menjadi bagian International Series meningkatkan status turnamen paling prestisius di Indonesia?

Tahun 2022 menjadi tahun yang sangat menarik bagi Asian Tour. Badan Tour profesional Asia ini menyita perhatian masyarakat golf global dengan meluncurkan rangkaian seri turnamen bertajuk International Series. Turnamen-turnamen yang termasuk dalam seri yang baru ini mulai bergulir menyusul kesepakatan kerja sama yang tercipta antara Asian Tour dan LIV Golf Investments pada bulan Oktober 2021 lalu.

LIV Golf Investments adalah sebuah perusahaan yang mulai beroperasi sejak 2021. Figur legendaris asal Australia dan peraih dua gelar Major Greg Norman bertindak sebagai CEO dari perusahaan yang didanai oleh Public Investment Fund dari Kerajaan Arab Saudi ini. LIV Golf Investments sendiri berniat untuk merevitalisasi dan mengembangkan olahraga golf di berbagai pasar negara berkembang. Kolaborasi kedua lembaga ini mulai terlihat dalam penyelenggaraan PIF Saudi International powered by Softbank Investment Advisers pada awal Februari 2022 lalu.

Komitmen LIV Golf Investments untuk golf kian dipertegas dengan kucuran dana sebesar US$300 juta kepada Asian Tour untuk mengadakan rangkaian turnamen premium bertajuk International Series untuk satu dasawarsa ke depan. Pendanaan ini sekaligus menjadi investasi terbesar dalam sejarah golf profesional.

 

Sihwan Kim, Juara International Series Thailand 2022.
Sihwan Kim menciptakan sejarah sebagai pemenang pertama dari International Series ketika International Series Thailand diadakan 3-6 Maret 2022. Foto: Paul Lakatos/Asian Tour.

 

The International Series didesain sebagai ajang premium dalam kalender Asian Tour. Status tersebut hadir berkat total hadiah yang disediakan melampaui sebagian besar turnamen yang selama ini mereka sokong. Selain total hadiah sebesar US$1,5-2 juta, The International Series juga menjadi turnamen dengan kualitas peserta yang jauh lebih baik lantaran menghadirkan para pegolf elite Asia, termasuk pegolf papan atas dunia.

Sebagai dampak dari pendanaan LIV Golf Investments tersebut, tahun 2022 ini Asian Tour menggelar sepuluh ajang International Series, di luar jadwal kompetisi yang sudah ada. International Series Thailand menandai dimulainya seri turnamen premium ini pada bulan Maret 2022. Pegolf Amerika berdarah Korea, Sihwan Kim mencatatkan sejarah sebagai pegolf pertama yang menjuarai seri premium ini.

Dari Thailand, International Series bertolak ke Hexham di Northumberland, Inggris. International Series England ini menjadi satu-satunya ajang yang menyediakan total hadiah sebesar US$2 juta. Pegolf asal Zimbabwe Scott Vincent tampil sebagai pemenang setelah meraih kemenangan satu stroke atas Travis Smyth asal Australia.

Dari Inggris, International Series menuju Singapura dan Korea, di mana pegolf Thailand Nitithorn Thippong berhasil memenangkan International Series Singapore, sedangkan Ok Taehoon menjuarai International Series Korea.

 

Kim Bio, International Series Korea 2022.
Kim Bio ketika tampil pada International Series Korea, sebelum seri ini menuju Afrika Utara pada bulan November 2022. Foto: Paul Lakatos/Asian Tour.

 

Sebelum menuju ke Jakarta, International Series Morocco dan International Series Egypt, secara berturut-turut, akan digelar mulai awal November mendatang. Adapun Indonesian Masters akan menjadi International Series ketujuh dan akan kembali diselenggarakan di Royale Jakarta Golf Club pada tanggal 1-4 Desember 2022 mendatang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan turnamen golf di Indonesia, turnamen yang diprakarsai oleh Ketua Asian Tour Jimmy Masrin ini menyediakan hadiah sebesar US$1,5 juta.

Sebelum menjadi bagian dari International Series, Indonesian Masters telah menjadi sebagai salah satu turnamen premium Asian Tour. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2011 hingga terakhir digelar tahun 2019, ajang ini konsisten menyuguhkan hadiah sebesar US$750.000, yang merupakan salah satu hadiah uang terbesar dalam kalender Asian Tour.

Status Indonesian Masters sebagai turnamen akbar pada Tour profesional Asia dipertegas oleh konsistensinya menghadirkan bintang-bintang golf dunia, termasuk mantan pegolf No.1 Dunia Lee Westwood dan Justin Rose. Westwood bahkan menjadi salah satu legenda Indonesian Masters dan menjadi satu-satunya pegolf yang menjuarai ajang ini sebanyak tiga kali—2011, 2012, dan 2015.

Dengan menjadi bagian dari International Series, Indonesian Masters ikut menjadi bagian dari strategi jangka panjang kolaborasi Asian Tour dan LIV Golf Investments untuk mendorong partisipasi yang lebih besar di antara para penggemar golf, sekaligus menumbuhkan minat terhadap pasar komersial baru dan menstabilkan kompetisi golf profesional menyusul periode yang penuh ketidakpastian yang melanda dunia dalam beberapa tahun terakhir.