Jonathan Wijono meraih modal berharga menjelang rangkaian pertandingan regional dan internasional di Indonesia dengan kemenangannya pada Jakarta Golf Club Championship.

Dua tahun sejak terakhir mengangkat trofi di sirkuit lokal, Jonathan Wijono akhirnya kembali menikmati kemenangan, kali ini lewat gelaran Jakarta Golf Club Championship. Pegolf berusia 24 tahun ini berhasil mengalahkan Gabriel Hansel Hari di hole play-off pertama mereka, setelah keduanya sama-sama mengemas skor 7-under 203.

Pegolf yang akrab disapa Jowi itu menampilkan permainan terbaiknya sepanjang pekan ini dengan membukukan skor 5-under 65. Usai mengemas dua under di sembilan hole pertamanya, berkat dua birdie dan sebuah bogey dari hole 3, Jonathan menambah koleksi birdie-nya dari hole 10, 11, dan 14, sebelum akhirnya memaksa Hansel memainkan hole tambahan setelah putting-nya dari jarak sekitar 5 meter memberinya birdie keenam pada putaran final itu.

Hansel sendiri sebenarnya bermain sangat baik. Setelah menorehkan skor 67-68 dalam dua putaran pertamanya, pegolf berusia 22 tahun ini kembali membukukan skor 68 untuk menjadi satu-satunya pegolf yang bermain under dalam tiap putaran di Jakarta Golf Club.

 

Gabriel Hansel Hari, Round 3 Jakarta Golf Club Championship.
Gabriel Hansel Hari melakukan chipping dari luar green hole 18 pada babak play-off. Foto: GolfinStyle.

 

Hingga delapan hole pertama, Hansel masih mampu mempertahankan keunggulan dua stroke, sampai bogey di hole 9 membuat jarak di antara keduanya menjadi satu stroke. Meskipun di sembilan hole berikutnya, ia berhasil menghindari skor bogey, Hansel hanya mampu menambah dua birdie dari hole 11 dan 14, sementara Jonathan berhasil menyamakan kedudukan berkat birdie di hole 10, 11, dan 14.

”Setelah memainkan sembilan hole, saya sempat melihat skor, ternyata jarak kami tidak begitu jauh. Jadi, saya berusaha memukul solid dan bermain selepas mungkin, berusaha santai semaksimal mungkin,” jelas Jonathan, ”bukan berarti harus mendapat birdie di mana-mana, tapi saya berusaha bermain semengalir mungkin, kalau ada peluang saya manfaatkan.”

Memasuki babak play-off Jonathan malah memilih menenangkan Hansel, yang melakoni debut profesionalnya pada pekan ini.

 

Jonathan Wijono dan Gabriel Hansel Hari, Round 3 Jakarta Golf Club Championship.
Gabriel Hansel Hari (kiri) memberi selamat kepada Jonathan Wijono yang mengalahkannya lewat birdie di hole play-off pertama mereka di Jakarta Golf Club. Foto: GolfinStyle.

 

”Saya malah menenangkan dia karena kami kan memang berteman baik. Sejak amatir dulu kami sudah sering main bareng, jadi tidak ada gunanya juga melakukan psy war,” jelas Jonathan.

Dalam partai play-off itu, pukulan approach Jonathan berhasil mencapai green dan kembali berada di posisi yang mirip dengan ketika ia memainkan hole regulernya. Adapun pukulan Hansel malah gagal memasuki green, dan tatkala chipping-nya gagal masuk, praktis peluangnya pudar, terutama setelah Jonathan tak melewatkan peluang untuk kembali menciptakan birdie, sekaligus meraih kemenangan pertamanya sejak 2023.

Uniknya, kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan ketiganya yang ia raih melalui partai play-off. Dalam Indonesian Tourism Golf Pro Series pertama, yang digelar di Gading Raya Golf Club, Jonathan mengalahkan Danny Masrin setelah keduanya bermain dengan skor 7-under. Lalu pada Seri ke-13 yang digelar di Bali, Jonathan sukses mengalahkan Benita Kasiadi lewat babak play-off lantaran keduanya sama-sama mengemas skor 4-over di Bali National Golf Club.

 

Ramli Ibrahim, Jonathan Wijono, Agus Triyono, dan Togar Manurung, Jakarta Golf Club Championship.
Ramli Ibrahim menyerahkan cek raksasa kepada Jonathan Wijono, didampingi Ketua PGA Tour of Indonesia Agus Triyono dan Kapten Jakarta Golf Club Togar Manurung. Foto: GolfinStytle.

 

Modal kemenangan ini jelas menjadi sangat berarti, mengingat dua pekan ke depan ia harus menghadapi tantangan dari para pegolf regional dan internasional lewat ajang Ciputra Golfpreneur Tournament dan Mandiri Indonesia Open, yang digelar secara berturut-turut.

”Kita memang harus bermain dengan lebih kreatif kalau main di lapangan ini, tapi saya rasa memang perlu ada beberapa pukulan kreatif yang mesti ditingkatkan lagi akurasinya. Selain itu, kualitas pukulan pada terutama pada jarak 50-60 meter juga harus lebih dipertajam lagi supaya bisa lebih bersaing dengan pemain-pemain besar lainnya,” tandas Jonathan, yang kali ini berhasil membawa pulang hadiah sebesar Rp32 juta.

Adapun pegolf amatir Ciputra Golfpreneur Foundation Prakasa Alfa Rizqi berhasil menyabet gelar pegolf amatir terbaik. Alfa mengemas skor 74-75-74 untuk mengakhiri pekan ini di posisi T25, dua belas stroke lebih baik daripada Galih Ananta Wiratno.

 

Prakasa Alfa Rizqi, Round 3 Jakarta Golf Club Championship.
Prakasa Alfa Rizqi finis di posisi T25 untuk menyabet predikat pegolf amatir terbaik pada Jakarta Golf Club Championship. Foto: GolfinStyle.