Collin Morikawa memenangkan gelar PGA TOUR keenam dalam kariernya, sementara tiga pegolf tuan finis di sepuluh besar.

Ryo Ishikawa memimpin pencapaian bersejarah pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP 2023. Untuk pertama kalinya sejak turnamen ini digelar pada 2019, tiga pegolf Jepang menempati sepuluh besar. Selain Ishikawa, Kensei Hirata dan Ryo Hisatsune mendapat sorotan berkat penampilan cemerlang di Accordia Golf Narashino Country Club.

Ishikawa, yang bermain dengan skor 67 pada putaran final tadi, mengumpulkan skor total 7-under 273, tujuh stroke di belakang pegolf Amerika Collin Morikawa, yang mengakhiri puasa kemenangan dalam dua tahun terakhir setelah menorehkan skor 7-under 63. Sementara itu, Hirata dan Hisatsune, sama-sama menorehkan skor 66 dan finis di peringkat T6 dengan dua pegolf lainnya, dengan skor total 274.

Bagi publik Jepang, prestasi pemainnya kali ini memperbaiki catatan penampilan para pemain Jepang pada tahun 2021. Kala itu, Hideki Matsuyama memenangkan satu-satunya ajang PGA TOUR di Jepang ini, sementara Takumi Kanaya finis di posisi T7. Artinya, baru kali ini ada tiga pegolf tuan rumah yang bisa menembus sepuluh besar.

Pencapaian ini membuat ketiga pegolf Jepang itu berhak untuk mengikuti ajang PGA TOUR berikutnya, World Wide Technology Championship di Meksiko, yang akan digelar pada 2-5 November 2023.

 

Ryo Ishikawa, Round 4 ZOZO CHAMPIONSHIP 2023.
Ryo Ishikawa menikmati penampilan terbaiknya pada ZOZO CHAMPIONSHP dan finis T4 sebagai prestasi terbaiknya sejak T2 pada ajang Shriners Hospitals for Children Open 2013. Foto: JGTOimages.

 

”Saya puas bisa finis di sepuluh besar. Sungguh luar biasa bisa bermain dalam ajang PGA TOUR di Jepang. Atmosfernya sungguh mengagumkan,” tutur Ishikawa. Finis T4 kali ini menjadi sepuluh besar pertama yang ia raih sejak 2016, sekaligus prestasi terbaik pertama baginya sejak finis T2 pada ajang Shriners Hospitals for Children Open 2013.

Ishikawa menilai keberhasilan tiga pegolf Jepang mencapai sepuluh besar kali ini menegaskan kualitas Japan Golf Tour Organization (JGTO), yang belakangan kian kompetitif dan telah melahirkan banyak bintang muda kelas dunia.

”Saat ini Tour kami sangat kompetitif, terutama di antara kaum muda. Jadi, daripada merasa hal ini sebagai sebuah pencapaian, saya merasa prestasi ini lebih sebagai sebuah realitas dan makin nyata.”

Bagi Hirata, penampilan memukaunya pekan ini ia akui sebagai sesuatu yang tidak ia harapkan sebelumnya, terutama setelah pada tahun 2022 lalu ia melepas peluang masuk sepuluh besar. Namun, prestasi ini turut membakar semangatnya untuk bisa segera ke Amerika dan bermain di sirkuit yang sama dengan Matsuyama.

”Bermain di Jepang pekan ini menghadapi beberapa pemain terbaik PGA TOUR membuat saya belajar banyak, misalnya dari cara mereka bermain. Saya sadar golf bukan cuma soal jarak pukul. Saya belajar banyak soal short game dan putting mereka, dan rasnya ada banyak hal yang masih harus saya latih.”

 

 

Akan tetapi, kebanggaan besar juga menjadi milik Collin Morikawa. Pegolf yang juga berdarah Jepang ini menampilkan permainan yang mengagumkan. Meski memulai putaran final dengan tertinggal dua stroke, ia bermain nyaris sempurna dan menciptakan tujuh birdie tanpa bogey untuk meraih kemenangan enam stroke lebih baik daripada Eric Cole dan Beau Hossler.

Gelar di Jepang ini praktis memberi nilai berbeda bagi Morikawa.

”Rasanya luar biasa. Tiap kemenangan berbeda, dan dalam tiap pengalaman, entah itu menang atau kalah, Anda belajar banyak, tapi yang satu ini sangatlah berarti,” tutur pegolf yang membawa pulang hadiah sebesar US$1.530.000 ini.

”Tentunya setelah dua tahun tanpa kemenangan, kadang-kadang harus mengalami kesulitan, tidak benar-benar bisa bersaing, dan bisa bermain seperti yang saya lakukan sepanjang pekan ini, Kamis, Jumat, dan kemudian mengawali putaran kemarin (Sabtu) dengan double bogey, rasanya—inilah golf yang telah lama hilang.

”Bisa melihat dan melihatnya lagi, rasanya sungguh menyenangkan bisa mengakhiri tahun ini dan (dengan kemenangan) dan melangkah ke tahun depan.”