Duo Thailand Jazz Janewattananond dan Gunn Charoenkul mendapatkan motivasi ekstra untuk tampil maksimal pada cabang olahraga golf Olimpiade Tokyo.
Duo Thailand Jazz Janewattananond dan Gunn Charoenkul baru saja mendapatkan motivasi yang berharga menjelang dimulainya kompetisi pada cabang olahraga golf Olimpiade Tokyo. Inspirasi itu datang dari wakil Thailand lainnya, Panipak Wongpattanakit, yang baru saja menjuarai medali emas pada ajang taekwondo wanita di kelas 49kg.
Kedua pegolf ini terpaku di depan layar televisi di permukiman Olimpiade pada hari Sabtu malam yang lalu dan menyaksikan bagaimana Panipak, yang baru berusia 23 tahun, mempersembahkan medali emas pertama bagi Thailand lewat kemenangannya pada final kedua menghadapi Adriano Cerezo Iglesias dari Spanyol.
”Gunn dan saya menyaksikan bagaimana Thailand meraih medali emas, dan sungguh mengagumkan bisa menyaksikannya di TV,” tutur Jazz, pemegang enam gelar Asian Tour. ”Kami merasa, astaga, prestasi ini terwujud dan kami mendapatkan medali. Peristiwa itu sedikit memacu emosi kami dan kini kami berpikir ada kemungkinan dalam olahraga kami untuk memenangkan medali dan ayo melakukannya.”
Jazz, 25, dan Gunn, 29, melakoni debut mereka pada Olimpiade di Kasumigaseki Country Club pada hari Kamis (29/7) mendatang. Mereka menjadi tumpuan Thailand untuk meraih medali pertama dalam kompetisi golf, setelah lima tahun silam di Rio Kiradech Aphibarnrat finis T5 dan Thongchai Jaidee finis di peringkat 15.
Jazz, yang kini berperingkat 145 dunia mengungkapkan, bisa berada bersama para atlet Olimpiade merupakan pengalaman yang luar biasa baginya. ”Cukup sulit dipercaya. Saya tidak merasakannya sampai tiba di permukiman atlet dan berjalan berkeliling, pergi ke pusat kebugaran dan berjalan ke pusat rekreasi. Saya baru tersadar kalau saya merupakan salah satu atlet Olimpiade. Sebelumya, golf tidak masuk Olimpiade, jadi saya harus meyakinkan diri sendiri kalau sekarang saya mewakili Thailand. Impiannya ialah meraih medali emas, tapi kalau diberi tahu kalau saya bisa pulang dengan membawa medali apa saja, dengan senang hati saya akan menerimanya.”

Gunn, yang memiliki dua gelar pada PGA TOUR Series-China dan bermain secara reguler pada Japan Golf Tourm menyebut kemenangan Panipak pada cabang seni beladiri itu amat menginspirasi. ”Kami sedang duduk di sofa dan ada tiga atlet Thai menyaksikan Thailand vs Spanyol, dan suasananya agak mengerikan karena pada saat yang sama ada beberapa atlet Spanyol di belakang kami! Kami meraih medali emas dalam 15 detik terakhir dan mengungguli Spanyol dengan satu poin. Pertandingan itu menunjukkan bahwa emas bisa diraih,” ujar Gunn.
”Olimpiade merupakan ajang yang besar di negara kami,” imbuhnya lagi. ”Ini juga merupakan kesempatan pertama bagi saya mewakili tim nasional, jadi saya sangat bangga dan senang bisa berada di sini. Tak semua orang berpeluang untuk bersaing pada Olimpiade. Sungguh besar artinya. Semua orang di negara kami menjunjung Olimpiade melebihi ajang Major. Saya sungguh tersanjung bisa berada di sini.”
Sebelas tahun silam, Jazz sempat bertanding pada Asia-Pacific Amateur Championship 2010 di Kasumigaseki Country Club ketika masih berusia 14 tahun. Sayangnya, ia tidak terlalu mengingat pengalaman pertamanya di lapangan bersejarah itu. Lapangan itu pulalah yang menjadi sakasi kemenangan lima stroke Hideki Matsuyama, yang ikut melambungkan kariernya ke PGA TOUR. Matsuyama, yang kini merupakan Juara Masters, akan mengusung harapan Jepang meraih medali emas pada pekan ini.
”Saya tidak ingat banyak, tapi senang bisa kembali,” ujar Jazz. ”Lapangan ini terlihat bagus, dan green-nya juga mulus. Saya bermain pada Japan Tour tahun 2019 dan berharap bisa menggunakan pengalaman itu pada pekan ini. Sungguh luar biasa bisa mengenakan bendera Thailand pada baju saya. Saya cepat beralih profesional sehingga tidak berkesempatan mewakili Thailnad terlalu banyak, meskipun kami melakukannya ketika bertanding di berbagai Tour. Namun, pengalamannya berbeda dengan yang sekarang. Kami bermain bagi Thailand dan tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan bagaimana rasanya bisa melakukan hal ini.”
Gunn mengakui kalau East Course di Kasumigaseki Country Club yang dimainkan sebagai par 71 dan sepanjang 7.447 yard atau 6.809 meter ini bisa menciptakan skor-skor yang rendang dengan pengaturan kondisi saat ini. ”Ini lapangan yang cukup panjang,” ujarnya. ”Dengan prakiraan cuaca, fairway bisa menjadi agak lembek dan kami harus memainkan long iron. Beberapa green sangat bergelombang dan Andah arus menempatkan bola di spot yang tepat untuk memberi peluang. Green-green di sini empuk dan Anda bisa meraih skor yang rendah. Mungkin bisa 20-under atau lebih bagus lagi.”


