Im Sungjae meraih finis terbaiknya pada ajang Memorial Tournament presented by Workday, sekaligus memberi motivasi ekstra menuju gelaran U.S. Open.

Im Sungjae mendapat motivasi ekstra menjelang gelaran U.S. Open pekan depan. Bintang asal Korea ini meraih finis sepuluh besar keenamnya pada musim ini, lewat ajang Memorial Tournament presented by Workday, yang berakhir hari Minggu (5/6) kemarin.

Pegolf berusia 24 tahun ini menuntaskan permainannya di Muirfield Village dengan skor 3-under 69. Skor tersebut membantu melambungkan peringkatnya hingga 25 posisi, untuk membawanya ke sepuluh besar.

Im menunjukkan permainannya dalam kondisi yang solid. Pekan ini ia bahkan mencapai 15 besar untuk akurasi driving dan green in regulation. Padahal ia sempat jeda sebulan setelah terpapar COVID-19, yang membuatnya juga harus absen dari ajang PGA Championship. Namun, setelah itu ia bisa finis di jajaran 15 besar pada aiang Charles Schwab Challenge.

”Sekarang saya merasa luar biasa,” ujar Im. ”Saya tidak bermain selama empat minggu, tapi saya (juga) finis T15 pekan lalu, jadi saya merasa dalam keadaan yang baik.”

Sorotan permainannya pada putaran final itu ialah birdie dari jarak 11,5 meter di hole 10. Ia juga mendapat empat birdie lagi, drngan dua bogey di turnamen yang digelar Jack Nicklaus ini.

”Pertama, saya menjaga bola di fairway di sebagian besar hole, dan ini hal bagus. Dan saya juga melakukan banyak pukulan iton yang bagus, dan itu semua membantu memberi peluang yang bagus,” ujar Im yang gagal lolos cut dalam dua penampilan terakhirnya di Muirfield Village.

 

 

”Namun, saya agak kecewa juga tidak bisa mendapat lebih banyak birdie, meskipun punya banyak kesempatan. (Toh) menurut saya, saya bermain dengan baik di lapangan yang sultit.”

Finis yang solid kali ini, plus dengan satu kemenangan yang ia raih, bakal memperbaiki posisi FedExCup dari peringkat 16 ke posisi 14. Selain itu, tempatnya pada Tim Internasional untuk Presidents Cup tahun ini juga bakal kian kukuh. Saat ini ia berada di peringkat 3, di mana delapan pemain teratas akan otomatis menjadi anggota Tim Internasional.

Rekan senegaranya, Kim Siwoo, kemarin juga tampil luar biasa. Ia mencapai finis terbaik kedua bagi Asia, dan mengakhiri turnamen ini di posisi T13. Setelah bogey di hole 1 dan 8, ia bangkit dan memperbaiki kartu skornya lewat birdie di hole 11, 13, dan 15 untuk kembali membukukan skor 71. Pegolf China Taipei C.T. Pan menuntaskan salah satu ajang yang mendapat peningkatan status pada PGA TOUR ini dengan skor 74 dan finis T53 bersama pegolf Korea lainnya, Lee Kyounghoon, yang harus finis dengan skor mengecewakan, 82.

Sementara itu, Billy Horschel yang memulai putaran final dengan keunggulan lima stroke berhasil memupus harapan para pesaing terdekatnya. Putt eagle di hole 15 itu membuatnya bisa lebih santai untuk menyambut keluarga yang menantinya di sekitar green. Meski membukukan even par 72 pada putaran final itu, Horschel sukses meraih kemenangan pertama, sekaligus gelar PGA TOUR ketujuh dalam kariernya, plus hadiah uang sebesar US$2,16 juta, hadiah uang terbesar dalam kariernya.

”Persis seperti Anda,” ujar Horschel kepada sang tuan rumah, Nicklaus, usai putaran finalnya itu. ”Saya pikir hari ini, mengetahui lapangannya, mengetahui bagaimana green akan licin dan keras lagi, tahu lokasi-lokasi pin-nya. Saya tidak perlu melakukan hal yang istimewa di lapangan.

”Saya punya keunggulan lima stroke. Main saya juga bagus dua hari terakhir. Jadi, saya hanya tinggal bermain dan melanjutkan mengeksekusi pukulan dan berusaha tidak melakukan sesuatu yang istimewa, berusaha tidak melakukan hal yang konyol yang memungkinkan pemain lainnya mengancam posisi saya. Hari ini rasanya saya memainkan putaran yang sangat bagus.”