Song Younghan memainkan nada-nada solid untuk memegang kendali pada akhir putaran pertama Golf Nippon Series JT Cup 2025.

Upaya Song Younghan untuk mengakhiri puasa gelar dua tahun di panggung Japan Golf Tour Organization (JGTO) menunjukkan hasil positif. Selain bermain tanpa bogey pada putaran pertama ajang tutup musim, Golf Nippon Series JT Cup, pegolf Korea berusia 34 tahun ini juga menorehkan skor 7-under 63 untuk memuncaki klasemen sementara.

Sejak kemenangan terakhirnya pada ajang Sansan KBC Augusta 2023 silam, Song memang belum kembali mengangkat piala. Musim ini ia hanya bisa empat kali mengemas finis di sepuluh besar. Satu-satunya kesempatan terbaiknya terjadi pada ajang Mizuno Open awal Juni lalu ketika ia hanya bisa finis di posisi T2.

Akan tetapi, skor 63 pada hari pertama di Tokyo Yomiuri Country Club tadi memberinya peluang untuk mengubah peruntungannya justru pada akhir musim. Skor tersebut memberinya modal dua stroke dari Yusaku Hosono dan Takashi Ogiso, yang sama-sama menorehkan skor 65.

Song memulai permainannya dengan langsung menciptakan birdie di hole pertamanya. Meski harus bermain even par di empat hole berikutnya, ia kembali mencatatkan birdie di hole 6, 7, dan 9 sehingga membutuhkan 31 pukulan di sembilan hole pertamanya.

”Sungguh langka bisa menciptakan skor yang demikian bagus di lapangan sesulit ini. Jadi, saya bisa merasa senang.”

Momentum tersebut berhasil ia bawa ke sembilan hole berikutnya, di mana ia menambah perbendaharaan birdie-nya lewat hole 13, 16, dan 17 sebelum kemudian menyelamatkan par di hole 18, yang dianggap sebagai salah satu hole tersulit di Tokyo Yomiuri Country Club itu.

”Sungguh langka bisa menciptakan skor yang demikian bagus di lapangan sesulit ini. Jadi, saya bisa merasa senang. Pukulan-pukulan saya juga bagus hari ini, putting-nya juga banyak yang masuk sehingga saya bisa mendapat skor yang bagus,” tutur Song.

Memang tidak berlebihan ketika ia menyebut kualitas putting-nya pada putaran pertama ini memang bagus. Ia menciptakan momentum sejak awal setelah memasukkan birdie dari jarak 11 meter di hole 1. Par di hole berikutnya juga ia raih dari jarak yang lumayan, yaitu 5 meter. Dan di hole 10 ia kembali menyelamatkan par untuk menghindari bogey.

”Putter saya benar-benar memberi sumbangsih berarti. Di hole pertama saya memasukkan putt yang sulit dari jarak jauh dan di par di hole kedua juga tidak mudah. Kemudian di hole 10 saya memasukkan putt, kali ini dari jarak sekitar 10 meter. Rasanya semua putting saya bisa masuk,” imbuhnya lagi.

Sebagai ajang tutup musim, Golf Nippon Series JT Cup ini memang tidak memberlakukan cut off. Ajang terbatas yang hanya diikuti 30 pegolf top JGTO ini jelas memberinya banyak kesempatan untuk memaksimalkan modal yang ia raih hari ini. Meski demikian, ia tidak ingin terlalu berpuas diri.

”Mengingat turnamen ini merupakan turnamen terakhir, saya hanya ingin menikmatinya.”

”Masih ada tiga hari lagi. Hari ini semuanya berjalan dengan baik, tapi akan ada saatnya ketika semuanya justru berjalan sebaliknya. Untuk saat ini sih saya merasa senang,” ujarnya lagi.

Meski permainannya sepanjang musim ini terbilang kurang memuaskan, ia mengaku bangga bisa mengikuti ajang tutup musim ini.

”Mengingat turnamen ini merupakan turnamen terakhir, saya hanya ingin menikmatinya. Hanya 30 pemain yang telah berjuang keras sepanjang musim yang bisa berada di sini. (Jadi,) rasanya sangat menyenangkan dan terasa lebih santai, tapi karena ajang ini juga ajang besar, pastilah Anda ingin bermain dengan baik,” tandasnya.

Song menjadi satu dari hanya dua pegolf internasional yang berhak mengikuti ajang tutup musim kali ini. Pegolf lainnya ialah rekan senegaranya, Lee Sanghee, yang harus puas bermain even par 70, yang berbagi peringkat 15 bersama lima pegolf Jepang lainnya.

Sementara itu, pimpinan peraih hadiah uang saat ini, Kota Kaneko, harus puas bermain 1-over 72 dan berada di peringkat T23.