Li Haotong dan Keita Nakajima meramaikan persaingan pada ajang Sony Open di Waialae Country CLub.

Li Haotong melanjutkan performanya untuk berburu gelar pada ajang Sony Open di Hawaii. Usai menorehkan skor 63 pada putaran pertama, pegolf yang sempat menembus 50 besar dunia ini mencatatkan skor 5-under 65.

Pegolf yang kini berperingkat 460 dunia ini mempertahankan performanya dengan mencatatkan enam birdie dengan satu bogey di Waialae Country Club di Honolulu. Skor total yang ia bukukan, 12-under 128, menempatkannya sendirian di peringkat kedua dengan selisih skor hanya tiga stroke di belakang Russell Henley.

Dua tahun terakhir menjadi periode yang jelas ingin dilupakan oleh pegolf berusia 26 tahun ini. Namanya sempat melejit berkat dua kemenangannya pada DP World Tour, dan finis di tempat ketiga pada ajang The Open Championship 2017 dan menjadi bagian dari Tim Internasional Presidents Cup, serta menjadi pimpinan klasemen sementara 36 hole pada ajang PGA Championship 2020 dan finis T17.

Perkembangan positif ini jelas membuatnya puas. ”Beberapa hole pertama saya belum panas, terutama untuk pukulan tee saya, namun untungnya saya punya recovery yang bagus. Saya main bagus di sembilan hole terakhir, memasukkan lebih banyak putt, dan bermain super solid,” tutur Li.

Li mulai berlatih dengan Jamie Mulligan sejak tahun lalu. Tanda-tanda kebangkitannya mulai terlihat tatkala ia dua kali finis di tempat kedua pada ajang domestik menjelang akhir tahun. ”Saya hanya perlu melakukan pukulan tee yang bagus lagi dan berusaha menjaga bola di fairway, serta menempatkannya di posisi yang tepat,” ujarnya.

Meskipun menyimpan impian untuk menjadi pemain China Daratan pertama yang menjuarai ajang PGA TOUR, ia tahu ia harus bersabar. Dan ia sendiri sudah belajar dari pengalamannya kala bermain pada akhir pekan pada ajang PGA Championship. ”Itu pengalaman yang sangat bagus karena saya belum pernah berada di posisi seperti itu sebelumnya. Saya belajar banyak. Belajar untuk bersabar dalam situasi tertentu. Jadi, sungguh menyenangkan bisa berada di posisi ini dan berada dalam persaingan lagi,” ujar Li.

 

 

Pekan ini ia muncul di Hawaii dengan penampilan yang berbeda. Ia menggunakan kacamata, yang tampaknya berhasil membantu fokusnya. ”Saya selalu menggunakan kontak lens sejak tahun lalu, tapi entah kenapa kontak lens membuat mata saya lebih cepat kering, sampai suatu hari saya sampai lupa mengenakan kontak lens sehingga saya menggunakan kacamata normal. Sepertinya ini langkah yang tepat karena cukup bermanfaat,” jelasnya.

Sementara itu, Nakajima, lekas bangkit dari bogey yang ia bukukan di hole awalnya untuk membukukan tujuh birdie dalam sebelas hole untuk mengemas skor 64 dan skor total 9-under untuk berbagi posisi kelima bersama seniornya, yang merupakan Juara Masters Hideki Matsuyama. Matsuyama sendiri membukukan skor 65 pada ajang yang pekan ini memperebutkan total hadiah sebesar US$7,5 juta.

Kualitas pukulan Nakajima pada putaran kedua itu memang luar biasa. Ia bahkan hanya sekali melakukan putt di luar jarak 4,5 meter.

”Sedikit gugup rasanya, tapi saya terus melakukan swing yang bagus dan membaca green dengan baik,” ujar pegolf yang menjuarai ajang Japan Golf Tour tahun lalu, dan menutup 2021 dengan menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship ini, ”jadi saya harus menggantu suasana hati. Saya sempat mengawali dengan bogey, tapi bisa birdie di hole 17 dan 18. Sepertinya, saya akan menikmati lapangan hebat ini untuk saat ini.”

Nakajima sendiri tidak bisa menutupi kekagumannya pada Matsuyama. Ia sendiri kini memimpin generasi muda golf baru yang muncul dari Jepang, yang pastilah kian terinspitasi oleh prestasi Matsuyama menjuarai Masters dan ZOZO CHAMPIONSHIP.

”Ia seorang megabintang di Jepang. Saya ingin mengejar Th. Hideki dan Tn. Takumi,” tandas Nakajima.