Mantan pemain PGA TOUR mengenang sejarah Tour yang begitu kaya ketika Korn Ferry Tour melanjutkan jalan perintis ke level elite.
Oleh Jim McCabe/PGA TOUR
Nilai finansialnya bisa diperkirakan, namun ketika dukungannya dipertegas dengan sebuah pesan pribadi, perkataan Ben Hogan pun menjadi pertimbangan yang sangat berharga bagi para pejabat PGA TOUR.
Dalam sejarah golf, tak seorang pun yang menunjukkan kerja keras yang sanggup membawanya ke jajaran atas, seperti halnya Hogan. Maka hasratnya untuk tour pengembangan yang diperkenalkan PGA TOUR pada 1990 memberinya kredibilitas baru.
”Ada pemuda di luar saya, seperti halnya saya, yang berjuang cukup lama mengikuti kompetisi sampai bisa menang,” ujar Hogan. ”Saya mau membantunya.”
Perkataan yang diungkapkan hampir 30 tahun silam ini masih terus bergema. Itulah yang menjadi dasar keputusan bagi Korn Ferry untuk menandatangani kesepakatan 10 tahun untuk menjadi sponsor payung bagi tour pengembangan PGA TOUR.
”Kami sangat bersemangat bisa bermitra dengan PGA TOUR,” ujar Gary Burnison, CEO Korn Ferry, perusahaan konsultasi skala global yang bermarkas di Los Angeles, AS.

”Perusahaan kami terkait dengan bakat—membawa para pemain dan orang banyak ke level berikut dan meningkatkan karier mereka. Orang takkan menemukan potensi maksimalnya sampai mendapat banyak kesempatan. Korn Ferry dan Korn Ferry Tour memberikan kesempatan itu.”
Hogan pun merasakan hal yang sama sehingga memutuskan perusahaan perangkat golfnya menjadi sponsor payung yang pertama. Ben Hogan Tour pun mulai digelar pada Februari 1990. Jika tujuannya sekadar membantu dan memberi kesempatan, bisa dibilang ia telah melampaui level yang bahkan tak pernah ia bayangkan.
”Keren juga, sangat terorganisasi, tak seperti tour-tour mini lainnya,” ujar Mike Springer, alumnus University of Arizona yang menjadi anggota Ben Hogan Tour tahun 1990 dan menjuarai turnamen pertama. Dengan skor 68-70-71, 7-under 209, Springer memenangkan US$20.000 ketika menjuarai Ben Hogan Bakersfield Open, awal Februari tahun itu. Ia mengalahkan pemain, seperti David Toms, Oline Browne, Brandel Chamblee, Marco Dawson, dan Dennis Paulson, yang kemudian berada di PGA TOUR.
”Tour itu menjadi titik awal yang luar biasa bagi kebanyakan kami dan rasanya seperti bermain di PGA TOUR—minus hadiah uang dan keramaian penonton,” ujar Springer. ”Tapi Tour ini menjadi jalan menuju PGA TOUR.”
Hogan jelas menegaskan keberhasilan Tour ini sebagai sesuatu yang sangat substansial. Sebelum meninggal pada akhir Juli 1997, ia sempat melihat bagaimana konsep ini bisa segera membuahkan hasil. Antara 1991 dan Juli 1997, 23 lulusan tour pengembangan ini telah menjuarai 36 turnamen PGA TOUR, termasuk 5 Major (John Daly menjuarai PGA Championship 1991 dan The Open 1995; Ernie Els menjuarai US Open 1994 dan 1997; dan Tom Lehman menjuarai The Open 1996), plus TOUR Championship 1996, yang dimenangkan Lehman.
”Orang takkan menemukan potensi maksimalnya sampai mendapat banyak kesempatan. Korn Ferry dan Korn Ferry Tour memberikan kesempatan itu.” – Gary Burnison, CEO Korn Ferry
Sebagai arena pembuktian awal dari sebuah tour yang diperkenalkan 30 tahun lalu, Ben Hogan Tour—kemudian menjadi Nike Tour, Buy.com Tour, Nationwide Tour, dan Web.com Tour, sebelum Korn Ferry menjadi sponsor payung—bisa dipertimbangkan sebagai tempat berkembangnya para pegolf menjadi bakat-bakat mengagumkan. Jalur itu telah membuat Hogan terkesan.
”Andaikan saya memiliki kesempatan yang sama ketika pertama kali bertanding dulu,” ujar Hogan kepada reporter, ”mungkin karier saya akan melesat lebih pesat.”
Bertahun-tahun kemudian, para pegolf kelas dunia bisa menaruh simpati pada jalan berat yang Hogan tempuh. Salah satunya Tony Finau. Juara PGA TOUR yang saat bermain pada The Open bulan lalu berstatus No. 16 Dunia ini tak segan mengingatkan koleganya bahwa ia ”bermain tujuh tahun di tour mini; saya tahu betapa berat perjalanan itu.”
Itulah sebabnya, ketika ia akhirnya menembus Korn Ferry Tour tahun 2014, Finau memanfaatkannya. Ia tahu ia berpeluang mengasah permainannya, belajar menempuh perjalanan, meresap rutinitas latihan sebagai ritual yang membantunya menembus PGA TOUR. Dengan satu gelar Korn Ferry Tour dan empat kali finis di sepuluh besar pada tahun itu, Finau menikmati tahun pertamanya pada PGA TOUR musim 2014-2015.
Lima tahun sukses di level elite ini tak menghilangkan perspektifnya. Ia mengenang kesempatan yang diberikan Korn Ferry Tour baginya. Ia pun mengucurkan dana, melalui yayasannya, untuk mendukung turnamen di daerah asalnya, Utah. Seperti Hogan, Finau merasa adanya kebutuhan krusial bagi tour pengembangan. Tak heran jika ia memuji Korn Ferry yang mendukung tour ini.

”Kesepakatan 10 tahun ini sangat mengesankan,” ujarnya.
Pemain lain yang berutang pada Korn Ferry Tour untuk melejitkan kariernya ke PGA TOUR, bahkan lewat tiga fase, ialah Peter Malnati. Ia sendiri telah mengalami masa-masa sulit dan tak pasti di tour mini.
”Selama empat setengah tahun, saya tak punya keanggotaan, tak punya status di mana pun,” ujar Malnati. ”Jadi, target saya tiap tahun ialah untuk bisa menembus (Korn Ferry) Tour.”
Selama tujuh musim, yang mencakup 50 turnamen Korn Ferry Tour, Malnati menang dua kali dan mengaku mendapat banyak waktu untuk mempelajari bagian mana dari permainannya yang mesti ia tingkatkan.
”Saya selalu menilai Korn Ferry Tour sebagai batu loncatan. ”Sekarang, setelah tahu kalau batu loncatan itu sudah dipastikan untuk sepuluh tahun lagi dan terus bertumbuh dan mendorong pemain baru jelas sangatlah bagus bagi mereka yang ingin mencari nafkah di golf.”
Springer menilai tour ini memberi keuntungan tersendiri, bahkan ketika musim perdananya tahun 1990. Ia ingat bagaimana untuk menembus PGA TOUR pra-1990. Seorang pemain harus mengikuti Qualifying Tournament tahunan, yang terdiri dari tiga tahapan, dan tantangan terakhirnya ialah memainkan enam putaran.
”Menurut saya, PGA TOUR melakukan hal yang luar biasa dengan mengembangkan (Korn Ferry) Tour. Tour ini sungguh bagus untuk para pemain muda.” – Mike Springer
”Masalahnya,” ujar Springer, ”Anda mesti main sangat bagus pada Oktober dan November. Anda mesti terus main bagus. Kalau tidak Anda akan gagal dan tak bisa bermain di mana-mana.”
Itulah yang Springer alami pada musim gugur tahun 1988. ”Saya benar-benar putus asa,” ujarnya.
Ia pun harus mencari-cari tour mini yang bisa ia ikuti dan mencari turnamen yang bisa ia mainkan, seperti Bogey Hills Invitational di Bogey Hills Country Club, di St. Charles, Missouri. (Springer finis T4, cukup untuk mendapat US$9.000 pada 1989.)
Meski jauh dari gemerlap, Springer menyebut Ben Hogan Tour pada 1990 menawarkan opsi yang sangat disukai para profesional. ”Anda bisa membuktikan diri sepanjang tahun, 25 atau 30 pekan,” ujar Springer, salah satu dari lima pemain di kelas pertama Ben Hogan Tour yang meraih kartu PGA TOUR pada 1991. Empat pemain lainnya ialah Jeff Maggert, Jim McGovern, Ed Humenik, dan Dick Mast.
Bukan tanpa alasan jika ada rasa bangga pada ujarannya. Ia menempuh tour pengembangan itu dan menikmati karier yang produktif selama 10 tahun di PGA TOUR, dengan dua gelar pada 1994. Maggert (tiga gelar) dan McGovern (satu) juga menjadi juara PGA TOUR, sedang Humenik (bermain enam musim penuh) dan Mast (mengikuti 350 turnamen) menghias level itu untuk periode yang cukup lama.

Setelah menyebut beberapa nama yang bermain pada tahun-tahun awal Korn Ferry Tour—Lehman, Daly, Els, Steve Lowery, Tim Herron, Jim Furyk, Steve Stricker, Bruce Fleisher, Mike Heinen, Willie Wood—Springer menyoroti PGA TOUR.
”Menurut saya mereka melakukan hal yang luar biasa dengan mengembangkan (Korn Ferry) Tour. Tour ini sungguh bagus untuk para pemain muda,” ujarnya.
Tiga puluh tahun kemudian, pengakuan terhadap keberadaan dan nilai Korn Ferry Tour tak lagi perlu diragukan. Turnamen-turnamen PGA TOUR yang dimenangkan oleh mereka yang mengasah permainan lewat Korn Ferry Tour telah mencapai 530. Nama-nama kelas dunia, seperti Bubba Watson, Jason Day, Gary Woodland, Justin Thomas, Xander Schauffele, Zach Johnson, Brandt Snedeker, Billy Horschel, Patrick Cantlay, Marc Leishman, Bryson DeChambeau, Jimmy Walker, Jason Dufner, dan Kevin Kisner termasuk di dalamnya.
Komisioner PGA TOUR Jay Monahan pun mengacu nama-nama itu kala memuji Korn Ferry Tour yang ”berkolaborasi dengan Tour yang telah terbukti memperkenalkan generasi bakat baru PGA TOUR dalam 30 tahun terakhir.”
Sang komisioner menilai langkah ini sebagai momen yang signifikan bagi kesehatan jangka panjang PGA TOUR.
”Kami menyambut Korn Ferry ke dalam keluarga PGA TOUR,” ujarnya. ”Kami berterima kasih kepada Gary Burnison dan timnya untuk kemitraan yang akan mempromosikan misi Korn Ferry untuk membantu banyak orang dan perusahaan untuk melampaui potensi mereka.”


