Joaquin Niemann kini makin dekat selangkah menuju kemenangan pada ajang PIF Saudi International powered by SoftBank Investment Advisers.
Putaran final PIF Saudi International powered by SoftBank Investment Advisers di Riyadh Golf Club hari Sabtu (7/12) ini dipastikan berlangsung seru. Dengan 18 hole tersisa, sejumlah nama masih memiliki peluang untuk menutup tahun 2024 dengan kemenangan di Arab Saudi. Joaquin Niemann asal Chile mungkin menjadi pemuncak klasemen saat ini, namun ia hanya memegang keunggulan satu stroke. Duo Amerika Caleb Surratt dan Peter Uihlein mengintai di belakangnya.
Adapun dua pegolf Amerika lainnya, Jason Kokrak dan Logan McAllister, bersama pegolf Inggris Tyrrell Hatton terpaut dua stroke di tempat keempat, dan Thomas Pieters asal Belgia sendirian di tempat ketujuh dengan jarak tiga stroke dari Niemann.
Niemann, yang memimpin klasemen pada hari pertama bersama Uihlein dan Cameron Smith dari Australia, mengawali putaran ketiganya dengan dua birdie beruntun, namun mengalami kesulitan untuk melakukan pergerakan.
Sebaliknya, Surratt malah melejit ke puncak klasemen. Pegolf Chile itu kemudian membuat bogey di hole 9, sebelum akhirnya bangkit dengan menciptakan birdie di hole 12 dan 13, serta eagle di hole 15, lalu memainkan hole ke-54 dengan birdie untuk skor 6-under 65 dan total 17-under.

”Setelah awal yang cepat panas itu, saya kira hari ini bakal berjalan dengan sangat baik,” tutur pegolf yang finis T5 pada Australian Open dan T7 pada DP World Tour Championship sepekan sebelumnya.
”Seperti halnya Caleb, dia main lar biasa, saya kira saya bakal menikmati putaran yang serupa, dan pukulan saya mulai bagus. Putting saya saja yang tak kunjung masuk sehingga membuat saya sedikit frustrasi.
”Bogey di hole 9 itu makin membuat frustrasi karena saya malah berada di belakang pemimpin klasemen. Setelah itu, saya tahu ada beberapa hole yang memungkinkan untuk membuat birdie. Saya juga melakukannya dalam dua hari sebelumnya.”
Sementara itu, Uihlein, yang menjuarai International Series Qatar pekan lalu, terus berada di jajaran atas, meskipun kini bukan sebagai pimpinan klasemen. Kemenangan pada pekan ini akan memberinya tambahan 1.000 poin pada klasemen final The International Series Rankings.

”Tergantung cuacanya. Saya belum melihat prakiraan cuaca untuk putaran final, tapi Anda bisa benar-benar main under kalau angin tidak berembus. Saya hanya akan melakukan hal yang sama, membuat banyak birdie, berusaha memasukkan lebih banyak putt,” ujar pegolf Amerika yang mencatatkan lima birdie dan tanpa bogey ini.
Bagi Surratt, ajang pekan ini merupakan penampilan keduanya pada Asian Tour. Keduanya ia ikuti tahun ini. Sabtu ini ia berpeluang meraih kemenangan. ”Sungguh mengagumkan,” ujar pegolf berusia 20 tahun yang bermain untuk Legion XII pada LIV Golf League.
”Saya bermain dengan sangat bagus, memasukkan banyak putt. Saya belum memasukkan begini banyak putt dalam dua hari terakhir, tapi saya sudah bermain dengan solid.
Sementara itu, wakil Asia terbaik pada pekan ini justru pegolf amatir Ratchanon Chantananuwat. Pegolf Thailand ini menciptakan delapan birdie dengan dua bogey sehingga kini berada di posisi T11 dengan 12-under. Posisi serupa, di antaranya, juga dihuni oleh pegolf amatir lainya, Adam Bresnu dari Maroko, yang bermain 4-under dengan tanpa bogey.

