Andy Ogletree menjadi pegolf pertama yang menjuarai dua gelar International Series menyusul kemenangannya di Doha Golf Club.

Andy Ogletree kembali tampil mengesankan. Pada putaran final International Series Qatar di Doha Golf Club kemarin (19/2) ia berhasil mewujudkan gelar profesional kedua dalam kariernya usai menorehkan skor 1-over 73. Meski bukan skor terbaiknya pekan kemarin, ia masih berhasil meraih kemenangan tiga stroke atas pegolf Thailand Gunn Charoenkul (68).

Pegolf Thailand lainnya yang sempat menempati posisi teratas dalam dua putaran, Suradit Yongcharoenchai harus puas menempati peringkat ketiga setelah bermain dengan skor 72 dan skor total 3-under 285.

Hampir tiga bulan sejak ia menjuarai International Series Egypt pada bulan November 2022 lalu, kini Ogletree mengemas kemenangan keduanya dalam sembilan ajang Asian Tour yang ia ikuti.

Ia mengawali putaran final dengan keunggulan lima stroke dan sepanjang 18 hole terakhir itu posisinya sama sekali tak tergeser, sebagian besar lantaran angin kembali berembus sangat kencang dan menyulitkan para pesaingnya.

Pegolf asal Mississippi ini sempat memegang keunggulan enam stroke ketika memasuki sembilan hole terakhirnya. Double bogey di hole 10 sempat memberi peluang bagi pesaing lain untuk mengejarnya, namun ia masih mampu mempertahankan permainannya. Meskipun birdie di hole terakhir, yang menjadi birdie keduanya sepanjang putaran final itu, hanya memberinya skor 1-over 73, skor total 7-under sudah lebih dari cukup.

 

 

”Saya pikir hasil ini merupakan buah dari semua latihan yang saya lakukan,” tutur Ogletree, yang membawa pulang cek sebesar US$450.000 atau sekitar Rp6,8 milyar. ”Saya berlatih sangat keras pada jeda kompetisi setelah Mesir, dan mendapat percaya diri berlimpah karena latihan keras itu. Saya pikir tak ada yang lebih menginginkan kemenangan ini daripada saya. Saya ingin menciptakan lebih banyak peluang dan ini rute yang bisa saya tempuh. Jadi, saya sangat fokus, dan berusaha menjuarai Order of Merit sebagai target nomor satu saya tahun ini, dan itulah yang menjadi fokus saya. Dan Anda mesti menang untuk mewujudkannya.”

Kemenangan ini jelas membawanya mendekati target tersebut lantaran ia memuncaki Order of Merit Asian Tour dan International Series. Dua hasil yang ia raih dalam dua turnamen sebelumnya turut menegaskan performanya ini. Usai finis T9 pada ajang PIF Saudi International powered by SoftBank Investment Advisers, ia finis T7 pada International Series Oman pekan lalu.

”Dari sisi percaya diri, saya tidak yakin bisa mencapai lebih tinggi lagi. Lima turnamen internasional terakhir yang saya ikuti, saya finis empat kali di sepuluh besar dan dua kali menang, jadi saya pikir saya memang sedang bermain dengan sangat bagus,” tambahnya.

”Saya mengeksekusi rencana permainan dengan sangat baik dan mengurangi beberapa kesalahan konyol. Ada beberapa kesalahan yang saya lakukan hari ini, tapi sepnjang pekan ini permainan saya dari tee ke green sangat bagus.”

Ogletree menyebut keberhasilannya menghindari tiga putt dan salah membaca jarak, plus menghindari bogey di hole-hole par 5 merupakan targetnya sepanjang pekan ini.

Gelar ini sekaligus hendak menegaskan bahwa mantan bintang golf amatir ini mulai menunjukkan kelasnya di jajaran profesional. Sulit membayangkan ia mengalami keterpurukan setelah mengalami operasi panggul dan kesulitan bertanding di level profesional usai beralih status tahun 2020 silam. Apalagi mantan bintang kampus Georgia Tech ini sempat menjuarai U.S. Amateur 2019, ikut berkontribusi bagi Tim AS saat menjuarai Walker Cup, plus menjadi Lowest Amateur pada The Masters 2020.

”Sudah lama sekali sejak terakhir saya bermain dengan baik dan saya bisa memberi kredit untuk Sam Cyr, pelatih saya. Ini cek terbesar yang pernah saya terima!” — Gunn Charoenkul.

”Tentunya bisa bermain tanpa rasa sakit adalah sesuatu yang luar biasa. Saya menikmati serangkaian performa yang bagus dalam beberapa bulan ini. Tubuh saya terasa bugar. Secara mental saya tak pernah kehilangan percaya diri. Sekarang setelah kondisi tubuh saya sudah jauh lebih baik, saya mulai mendapat percaya diri yang lebih besar lagi. Jadi, sangat puas bisa menang di sini, sulit dipercaya,” sambungnya.

Kemenangan dengan ujian berat sepanjang pekan ini jelas memuaskan bagi Ogletree. Namun, kepuasan juga tergambar dari Gunn, yang meraih finis terbaiknya selama berkiprah pada Asian Tour. Prestasi terakhirnya ialah ketika finis di tempat ketiga pada ajang Hong Kong Open tahun 2020. Ia juga mengalami kesulitan lantaran mengalami cedera selama beberapa musim.

”Entah apa yang bisa saya katakan, sudah lama sekali sejak terakhir saya bermain dengan baik dan saya bisa memberi kredit untuk Sam Cyr, pelatih saya,” ujar Gunn, yang bermain dengan status Medical Exemption.

”Kami sudah berlatih keras dalam enam bulan terakhir dan ini pertama kalinya kami bertanding dan semuanya berjalan lancar buat saya. Kami sungguh berjuang selama latihan, dan bisa berada di sini sekarang sepanjang pekan ikut mendorong saya untuk melewati sepanjang hari ini. Ini cek terbesar yang pernah saya terima (US$275.000 atau sekitar Rp4,17 milyar) sejauh ini.”

Setelah rangkaian International Series ini, Asian Tour akan mengarah ke Selandia Baru untuk gelaran New Zealand Open presented by SKY SPORT, yang akan diadakan di Millbrook Resort, dari tanggal 2-5 Maret 2023.