C.T. Pan meyakini telah memiliki senjata andalan untuk membantunya meraih sukses pada kompetisi golf pria Olimpiade pekan ini.
Juara PGA TOUR Pan Cheng-Tsung alias C.T. Pan telah menyiapkan sosok andalan yang sekaligus menjadi senjata rahasianya untuk bertanding mewakili China Taipei pada kompetisi golf pria Olimpiade yang dimulai Kamis (29/7) besok. Michelle, sang istri, adalah sosok yang ia maksud, yang sekaligus bakal membantunya menaiki podium.
Olimpiade pada pekan ini menjadi partisipasi yang kedua bagi Pan. Lima tahun lalu di Rio de Janeiro, ia juga tampil mewakili negaranya. Dalam debutnya tersebut ia finis di posisi T30.
”Mengingat ini merupakan ajang terbesar dalam hidup saya, dan di seluruh dunia, saya mesti mengeluarkan semua yang terbaik dari diri saya. Kami juga sudah bersama-sama meraih finis di tempat kedua … istri saya menjadi kedi terbaik saya,” ujar pegolf berusia 29 tahun ini.
Michelle, sang istri, memang telah beberapa kali menemani Pan dalam sejumlah ajang PGA TOUR. Tempat kedua yang ia sebutkan itu tak lain ialah ajang Wyndham Championship 2018. Kala itu sang istri menjadi kedi bagi Pan dan mereka berhasil finis di posisi T2.
”Saya ingin mendukungnya secara emosional dan mental, berusaha membuatnya tenang.” — Michelle Lin.
”Ia ingin bersama saya. Yang terpenting, kami sudah memiliki rekor yang bagus bersama-sama. Ia sangat mengenal saya, juga sudah pernah menjadi kedi sebelumnya dan mengetahui semua kebiasaan buruk saya. Ia bisa mengatakan hal yang tepat pada saat yang tepat. Ia akan lebih membantu dari sisi mental, yang menurut saya akan membuat saya bahagia.”
Michelle sendiri berharap bisa mewujudkan ungkapan lama sebagai wanita yang berada di balik kesuksesan seorang sang suami. Pasangan suami-istri ini akan memulai perjuangan bersama pegolf Selandia Baru Ryan Fox dan pegolf India Anirban Lahiri.
”Saya ingin mendukungnya secara emosional dan mental, berusaha membuatnya tenang. Saya harus memastikan kalau saya juga cukup tenang unutk membantunya,” ujar Michelle sambil tertawa.
Keduanya menetap di permukiman atlet bersama kontingen China Taipei selama beberapa malam untuk menyerap semua pengalaman Olimpiade tersebut. ”Ini pengalaman sekali seumur hidup untuk tinggal bersama atlet-atlet terbaik di dunia. Ini sungguh suatu kehormatan dan saya bersyukur C.T. memberi kesempatan ini kepada saya. Olimpiade sangatlah spesial dan bisa melihat suami saya berkompetisi di level ini membuat saya sangat bangga kepadanya,” sambungnya lagi.
Pasangan ini ikut menjadi bagian perayaan besar di ruang tim di permukiman atlet ketika atlet judo China Taipei, Yang Yung-wei, menjuarai medali perak pada kompetisi judo 60kg pada hari Sabtu. Itulah medali pertama bagi China Taipei pada Olimpiade kali ini.
”Secara pribadi, saya sudah bertanding dalam dua Asian Games, meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu. … Olimpiade menjadi target berikutnya ….” — C.T. Pan.
”Sungguh momen yang luar biasa. Kami menyaksikannya melalui TV dan apa artinya bagi seorang atlet untuk bisa meraih medali, sungguh menyenangkan. Seluruh atmosfer dan suasananya sungguh menggembirakan. Itu medali pertama kami, yang selalu paling sulit untuk dimenangkan,” ujar Pan.
Dengan kehadiran para pemain bintang di East Course yang bersejarah di Kasumigaseki, di antaranya pemain tuan rumah Hideki Matsuyama, Pan sadar ia harus berjuang keras dan menghasilkan permainan golf terbaiknya untuk bisa mencapai podium. Sebelumnya, ia telah menjuarai medali emas Asian Games ketika masih amatir. Jadi, memenangkan medali apapun pada Olimpiade Tokyo ini akan menjadi prestasi tersendiri.
”Semua orang berharap meraih medali,” ungkap pegolf yang juga telah membela Tim Internasional pada Presidents Cup 2019 ini. ”Secara pribadi, saya sudah bertanding dalam dua Asian Games, meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Saya merasa sangat beruntung pada ajang-ajang besar ini. Olimpiade menjadi target berikutnya dan jika bisa memenangkan medali apapun, prestasi ini akan melengkapi target seumur hidup saya.”
Pan menambahkan, Michelle, bakal mengobrol banyak hal, yang menurutnya akan membantunya lebih rileks di tengah sengitnya persaingan. ”Di antara tiap pukulan, kami sekadar mengobrol tentang kehidupan, persis seperti ketika kami di rumah. Sebelum melakukan pukulan, saya akan memberi tahu dia rencana saya, jarak pukulnya, dan club yang akan saya gunakan dan bakal menjadi pengingat yang bagus buat saya untuk mendengarkan saya mengucapkan visualisasi sebuah pukulan,” tuturnya lagi.
Lalu apakah dia yang akan menjadi bosnya ketika berada di lapangan? ”Saya bisa memberi tahu apa saja yang harus ia lakukan di lapangan golf, tapi dia tetap bosnya!” ujar Pan lagi sambil tertawa.


