Women’s Amateur Latin America resmi dimulai Kamis (21/11) ini di Lima Golf Club, di Peru.
Pekan ini menjadi pekan bersejarah bagi para pegolf amatir wanita di wilayah Amerika Latin. Kejuaraan amatir papan atas, Women’s Amateur Latin America (WALA) resmi bergulir untuk pertama kalinya di Peru. Kejuaraan 72 hole yang diselenggarakan oleh The R&A dan ANNIKA Foundation ini digelar di wilayah ibukota Peru, yaitu Lima, yang sekaligus mewarnai 100 tahun lapangan Lima Golf Club yang menjadi tuan rumah kejuaraan ini.
Ela Anacona dari Argentina, yang berstatus juara bertahan, menjadi salah satu sorotan. Pegolf yang kini berusia 24 tahun ini mencatatkan kemenangan 12 stroke ketika ajang ini digelar di Pilar Golf—tuan rumah dari tiga penyelenggaraan pertama WALA—di Argentina tahun lalu. Ia kemudian berhasil lolos cut ketika mengikuti AIG Women’s Open di St. Andrews bulan Agustus lalu.
Anacona menjadi salah satu dari total 60 pegolf berbakat yang mewakili 12 negara peserta di wilayah ini. Selain berhak tampil pada ajang AIG Women’s Open, yang pada tahun 2025 akan digelar di Royal Porthcawl, di Wales, pemenang dari kejuaraan ini juga berhak mengikuti dua ajang Major lainnya tahun depan, yaitu The Chevron Championship dan The Amundi Evian Championship. Selain itu, sang juara juga berhak mengikuti ajang The Women’s Amateur Championship, dengan tiga besar dari kejuaraan ini berhak tampil pada The Hilton Grand Vacations ANNIKA Invitational presented by Rolex.
”Saya bersemangat bisa kembali bermain pada ajang Women’s Amateur Latin America di Peru ini.” — Ela Anacona, Juara Bertahan WALA.
”Saya bersemangat bisa kembali bermain pada ajang Women’s Amateur Latin America di Peru ini,” ujar Anacona, yang juga finis di jajaran 15 besar dalam dua edisi pertama WALA. ”Lima Golf Club merupakan salah satu lapangan favorit saya di Amerika Selatan. Saya tak sabar untuk bersaing dengan semua peserta dan menciptakan lebih banyak kenangan indah. Tahun lalu saya hanya berusaha bermain sebaik mungkin dan sangat senang dengan hasilnya. Saya menantikan pekan luar biasa lainnya di Peru.”
Pekan ini, Kolombia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 11. Argentina (8), Peru (7), serta Meksiko dan Chile (masing-masing 6) berada di belakang Kolombia. Adapun para peserta dari negara-negara di mana golf terus berkembang, seperti Guatemala, Barbados, dan Bolivia juga ikut serta. Kehadiran mereka, praktis, memperkuat misi WALA untuk menawarkan jalur kepada para pegolf amatir elite di wilayah ini.
Turut bertanding pula pegolf berusia 15 tahun, Maria Mercedes Tablante asal Venezuela, dan Maria Olivero yang berumur 50 tahun dari Argentina, yang tahun lalu memimpin klasemen dalam dua putaran pertama, dan akhirnya finis di tempat ketiga. Pekan lalu, Olivero menjuarai Argentine Women’s Stroke Play untuk ke-12 kalinya dalam karier golfnya.
Adapun pegolf tuan rumah Zoe Pinillos, yang sempat bertanding pada ajang The R&A Junior Open 2022 di Monifieth juga bersemangat bisa bertanding di negeri sendiri. ”Ini kejuaraan yang cukup istimewa buat saya,” tutur remaja berusia 18 tahun, yang menjalani musim pertamanya pada Augusta University ini. ”Ajang ini digelar di negara saya, Peru. Saya sangat bersemangat karena bisa melihat keluarga saya, menikmati lapangan ini, dan bersaing dengan beberapa pegolf terbaik di dunia.”
Selain prestasi golf masing-masing, sejumlah peserta WALA pekan ini juga tengah mengikuti kuliah di kampusnya masing-masing sembari mengembangkan karier golfnya. Lebih dari separuh peserta yang tampil pekan ini sudah atau masih berkuliah di Amerika Serikat.

Lima Golf Club berada di pusat area San Isidro. Lapangan yang dibuka untuk pertama kalinya tahun 1924 ini merupakan lapangan 71 par, dan menjadi tuan rumah dari seluruh kompetisi golf pada ajang Pan American Games 2019. Lapangan ini memiliki fairway yang sempit dan berangin, serta diapit pepohonan, bunker, serta danau. Lapangan ini turut menyuguhkan pemandangan Kota Lima di kejauhan.
Kejuaraan ini digelar untuk pertama kalinya pada tahun 2021, menyusul keberhasilan penyelenggaraan ajang Women’s Amateur Asia-Pacific pada tahun 2018. Ajang ini menjadi buah kolaborasi The R&A dan ANNIKA Foundation, dan bertujuan memperkuat jalur karier golf menuju level tertinggi dengan menyediakan panggung kompetisi untuk para pegolf amatir terbaik di wilayah Amerika Latin.
Pekan ini ada 27 pegolf yang berusia 18 tahun atau lebih muda, dengan 41 pegolf lainnya telah mengikuti edisi terdahulu.
Golf di Peru sendiri telah mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun belakangan berkat kolaborasi antara Peruvian Golf Association dan The R&A. Meskipun hanya ada 13 lapangan di negara ini, tingkat partisipasi olahraga ini juga telah mengalami pertumbuhan yang konstan, terutama di antara kaum muda, melalui sejumlah inisiatif pengembangan yang dilakukan.
Salah satu programnya ialah ”Golf for All”. Pencapaian terbaik dari program ini ialah dibangunnya lapangan publik San Bartolo, sebagai sebuah simbol proyek yang didesain untuk memperkenalkan golf kepada lebih banyak orang. Lokasinya sekitar 50 km dari Lima. Lapangan ini tak sekadar menawarkan akses kepada ruang berlatih, tapi juga sekolah golf untuk anak-anak dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Dengan demikian, generas-generasi baru bisa bermain golf tanpa halangan ekonomi.


