BNI Ciputra Golfpreneur Tournament, yang telah melakoni peranan penting dalam perkembangan karier para pegolf profesional regional, telah memulai edisi ke-7 pada 24-27 Agustus ini.

BNI Ciputra Golfpreneur Tournament kembali menjadi bagian dari pengembangan karier para pegolf profesional Indonesia dan regional ketika turnamen yang menjadi kalender Asian Development Tour. Turnamen ini sendiri telah berlangsung pagi tadi.

Dalam enam edisi yang terdahulu BNI Ciputra Golfpreneur Tournament telah memberikan momen-momen penting dalam perjalanan karier para pegolf profesional yang berlaga. Edisi ke-7 yang segera bergulir mulai 24-28 Agustus pekan ini juga menjanjikan tak hanya berbagai aksi yang tak boleh dilewatkan oleh para penggemar golf di Indonesia, tetapi juga bakal menjadi batu lompatan karier bagi para pesertanya.

Beberapa nama berhasil memanfaatkan BNI Ciputra Golfpreneur Tournament ini untuk melambungkan kariernya lebih jauh. Sementara beberapa pemain lainnya berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu meraih kemenangan dengan menjuarai turnamen ini, meski kemudian nama mereka kemudian jauh dari sorotan publik.

Juara edisi 2019 Kim Joohyung jelas menjadi kisah sukses yang paling mengagumkan dalam sejarah turnamen yang masih berlum terlalu panjang ini. Pegolf Korea Selatan ini menunjukkan bagaimana perjuangannya dari strata bawah bisa membawanya mewujudkan mimpinya ke PGA TOUR.

Pegolf yang juga dipanggil Tom, lantaran kegemarannya terhadap tokoh animasi dari ”Thomas and Friends” ini mewujudkan gelar ADT kedua dalam kariernya di Damai Indah Golf BSD Course. Ia kemudian memenangkan satu gelar ADT lagi di Pakistan, yang otomatis memberinya kartu Asian Tour.

 

Kim Joohyung, Juara Wyndham Championship 2022.
Kim Joohyung mewujudkan impiannya meraih keanggotaan dan gelar pada PGA TOUR lewat kemenangannya pada ajang Wyndham Championship 2022. Foto: Getty Images.

 

Pada tahun yang sama setelah memenangkan BNI Ciputra Golfpreneur Tournament, Kim memenangkan gelar Asian Tour pertamanya lewat ajang Panasonic Open India. Ia kemudian menjuarai Order of Merit Asian Tour musim lalu dan meraih status Keanggotaan Khusus Sementara dari PGA TOUR dan akhirnya mewujudkan kemenangan pertamanya di sirkuit papan atas dunia itu dengan menjuarai Wyndham Championship tiga pekan silam.

Turnamen yang diprakarsai oleh mendiang Dr. (HC) Ir. Ciputra ini juga ikut memicu serentetan prestasi lainnya bagi Miguel Carballo. Pegolf Argentina, yang sempat berkiprah pada PGA TOUR  dan memenangkan dua gelar Web.com Tour (2007 dan 2011) ini mewujudkan kemenangan pertamanya di Asia dengan memenangkan BNI Ciputra Golfpreneur Tournament.

Tahun 2018 itu akan selalu dikenang sebagai partai paling menegangkan, mengingat Carballo harus memainkan tujuh hole tambahan sebelum akhirnya mengalahkan pegolf Malaysia Amir Nazrin dan pegolf Thailand Poom Pattaropong.

Kemenangan Carballo di lapangan yang berjulukan Spirit of the Hill garapan Jack Nicklaus itu tak hanya mewarnai karier pegolf Argentina itu di Asia. Ia bahkan meraih kemenangan keduanya di Indonesia saat menjuarai Indonesia Open 2019.

Meski tak semua juara BNI Ciputra Golfpreneur Tournament melejit kariernya usai memenangkan turnamen ini, keberhasilan mereka menjadi yang terbaik membuktikan ajang ini turut meninggalkan kesan membanggakan bagi mereka.

James Byrne, pemenang gelaran perdana turnamen ini jelas menikmati prestasinya tahun 2014 itu. Pegolf asal Skotlandia ini merupakan anggota Tim Walker Cup Britania Raya dan Irlandia yang berhasil mengalahkan Tim Amerika Serikat dengan skor 14-12 pada tahun 2011. Meskipun karier golf profesionalnya tak lagi berlanjut, BNI Ciputra Golfpreneur Tournament akan selalu menjadi bagian dalam kariernya, yang mengingatkan bahwa ia mampu mewujudkan gelar profesional perdananya justri di Damai Indah Golf BSD Course.

 

MIguel Carballo dan sang kedi, Nelly Ratih.
Miguel Angel Carballo memamerkan trofi kemenangannya bersama Nelly Ratih, kedi yang membantunya meraih gelar Asian Development Tour pertama pada musim pertamanya di Asia. Foto: GolfinStyle.

 

Byrne menjadi satu-satunya juara turnamen yang berhasil mengangkat trofi meskipun sempat bermain over dalam salah satu putaran yang ia mainkan. Byrne menorehkan skor 2-over 74 pada putaran kedua, namun berhasil menjuarai turnamen ini dengan skor total 17-under 271.

Hal yang kurang lebih sama juga terjadi pada Michael Nhat Tran. Pegolf Vietnam yang disebut-sebut merupakan pegolf profesional pertama dari Vietnam ini juga mewujudkan kemenangannya dengan menjuarai ajang ini. Pegolf yang beralih profesional saat berusia 17 tahun ini menyingkirkan Lam Chih Bing dalam partai play-off perdana dalam sejarah turnamen ini, setelah keduanya sama-sama menorehkan skor 18-under 270.

Adapun Oscar Zetterwall dan Masaru Takahashi, yang masih aktif berkiprah sebagai pegolf profesional merupakan dua pemenang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament lainnya yang menikmati salah satu momen cemerlang dalam karier profesionalnya. Juara edisi 2017 Takahashi saat ini aktif bermain pada Japan Golf Tour Organization dengan gelar BNI Ciputra Golfpreneur Tournament sebagai satu dari hanya dua kemenangan profesionalnya sampai saat ini—satu turnamen lainnya ialah PGM MIDG KLGCC Masters, ajang ADT. Sementara itu, BNI Ciputra Golfpreneur Tournament menjadi gelar kedua dari tiga kemenangannya di panggung ADT bagi Zetterwall.

Para penggemar pun kini bersiap menyaksikan prestasi terbaik dari tuan rumah. Setelah William Sjaichudin pada tahun 2014, belum pernah ada pegolf Indonesia yang melampaui finis T2 yang diraih William kala itu. Namun, dengan kian matangnya permainan Naraajie Emerald Ramadhan Putra, terutama setelah memenangkan gelar ADT perdana dalam debutnya sebagai pegolf profesional pada bulan Juni lalu, harapan menyambut juara dari Indonesia mulai mengemuka.

Sementara itu, Ciputra Golfpreneur Foundation yang menjadi tuan rumah dari gelaran pekan ini juga menurunkan empat atlet profesionalnya dan dua atlet amatirnya. Keempat atlet profesional yang turun ialah adalah Joshua Andrew Wirawan, Kevin Caesario Akbar, Peter Gunawan, dan Fadhli Rahman Soetarso. Sementara Markus Maximus Soenarjo dan Mikail Jaydra mewakili lini amatir.