Patricia Sinolungan menutup CLPG Tour musim 2025 dengan menorehkan finis terbaiknya lewat ajang pamungkas CLPG Tour Championship. Bagaimana performanya musim ini?

Salah satu pegolf Indonesia yang berlaga pada sirkuit CLPG Tour, Patricia Sinolungan, akhirnya menutup musim kompetisi 2025 dengan mencatatkan finis terbaiknya sepanjang tahun ini. Pada ajang pamungkas CLPG Tour Championship, yang dimainkan di Mission Hills, di Haikou, Hainan hari Sabtu (13/12), pegolf yang akrab disapa Patty ini finis di posisi T39 setelah mengumpulkan skor total 6-over 222.

Musim 2025 bukanlah musim yang membanggakan bagi pegolf berusia 24 tahun ini. Dari total 11 turnamen yang ia ikuti musim 2025, Patricia hanya empat kali bermain penuh selama tiga putaran pada sirkuit yang berbasis di China itu.

Penampilannya pada musim ini memang berkebalikan dengan musim perdananya pada tahun 2024 lalu. Meskipun kala itu ia hanya mengikuti sembilan turnamen, ia berhasil bermain penuh dalam enam turnamen dengan prestasi terbaiknya terjadi pada ajang Beijing Women’s Challenge dengan finis di peringkat T24.

 

Patricia Sinolungan, CLPG Tour Musim 2024.
Dalam musim debutnya pada CLPG Tour musim 2024, Patricia Sinolungan masih bisa lolos cut sebanyak enam kali dari total sembilan turnamen yang ia ikuti. Foto: CLPG Tour.

 

Menariknya, dari total sembilan turnamen dan 24 putaran pada musim 2024 itu, ia hanya sekali mencatatkan skor under, yaitu pada turnamen debutnya kala itu, Tianjin Women’s Open 2024. Ia menorehkan skor 2-under 70 setelah mengemas tiga birdie dan satu bogey pada putaran pertama.

Sementara, meski hanya lolos cut empat kali pada musim 2025, Patricia mencatatkan skor under sebanyak tiga kali. Ia mengemas 1-under 71 pada putaran final China Golf Women’s Legacy, putaran pertama Zhu Chun Strait Cup Women’s Open, dan putaran pertama Wanning Women’s Open. Pada kesempatan terakhir itu, skor 71 miliknya bahkan sempat membawanya berada di posisi T3, sementara pada akhir putaran pertama Zhu Chun Strait Cup Women’s Open, ia menduduki posisi T9.

Catatan menarik lainnya ialah bahwa ketika bermain under pada salah satu putarannya, ia hampir selalu bermain penuh selama tiga putaran. Satu-satunya turnamen yang berhasil ia mainkan penuh tanpa mencatatkan skor under ialah pada CLPG Tour Championship. Meski demikian, ia mencatatkan skor even par 72 pada dua putaran terakhirnya, sekaligus menjadi dua putaran dengan skor even par yang ia torehkan sepanjang musim ini. Padahal ia hanya sekali membukukan skor even par pada musim 2024, yaitu ketika mencatatkan empat birdie dan empat bogey pada putaran final Reignwood CLPGA Classic 2024.

Dari sisi hadiah uang, finis T39 pada CLPG Tour Championship kemarin memberinya hadiah uang terbesar yang ia menangkan selama berkiprah di China. Ia membawa pulang RMB7.900 atau sebesar Rp17,26 juta—jumlah yang tentu saja tidak cukup menutup pengeluarannya selama pekan di Hainan itu. Angka ini bisa lebih besar daripada ketika ia finis T24 pada Beijing Women’s Challenge 2024 (RMB6.725 atau sekitar Rp15,9 juta) lantaran ajang pamungkas ini memang menyediakan total hadiah lebih besar, yaitu RMB800.000, dibanding RMB500.000 pada Beijing Women’s Challenge.

Sepanjang musim 2025 ini, ia hanya bisa membawa pulang total RMB14.432, atau sekitar Rp34 juta. Adapun pada musim 2024 ia memenangkan RMB29.649, atau sekitar Rp69,88 juta.

 

Patricia Sinolungan 2, CLPG Tour Musim 2024.
Satu-satunya hal membanggakan baginya pada musim 2025 ini ialah keberhasilannya menjadi Ratu Eagle CLPG Tour dengan torehan empat eagle. Foto: CLPG Tour.

 

Meski secara umum permainannya mengecewakan, Patricia bisa pulang dengan sedikit berbangga. Pada malam anugerah, yang dilakukan setelah putaran final CLPG Tour Championship berakhir, pegolf yang juga bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini mendapat penghargaan sebagai pegolf dengan koleksi eagle terbanyak sepanjang musim. Dari total 26 putaran yang ia mainkan, Patricia mencatatkan empat eagle, satu eagle lebih banyak daripada Pan Yanhong, Hu Jing asal Hong Kong, Sui Xiang, dan Liu Wenbo.

Keempat eagle tersebut ia raih dari hole 14 putaran pertama ajang Beijing Women’s Challenge, hole 2 putaran pertama ajang China Golf Women’s Legacy, hole 13 putaran kedua ajang Zhangjiagang Shuangshan Challenge, dan hole 3 putaran final CLPG Tour Championship. Catatannya ini tiga eagle lebih banyak daripada musim sebelumnya.

Sementara dari koleksi birdie, ia menduduki posisi T81 lantaran mengemas 46 birdie sepanjang musim ini.

Kartu skornya musim ini memang beragam. Selain 19 bogey, ia juga tercatat melakukan dua kali triple bogey, sekali quadruple bogey, tapi juga sekali bermain 6-over di hole 7 putaran kedua Jackfish Guangdong Women’s Open.

Dengan semua catatan tersebut, Patricia harus mengakhiri musim 2025 di peringkat 91 pada klasemen akhir CLPG Tour Points Ranking, 48 peringkat di bawah Holly Victoria Halim (No.43), dan 24 peringkat lebih baik daripada Meva Schmit (No.115)