Pegolf junior andalan Indonesia Patricia Sinolungan mempertahankan gelarnya, sementara pegolf asal Melaka, Malaysia Nateeshvar Anatha Ganesh memberi kejutan.

Andalan tuan rumah Patricia Sinolungan berhasil mengulangi prestasi yang ia bukukan tahun lalu. Pegolf yang akrab disapa Patty ini sukses membukukan skor 215 untuk meraih kemenangan satu stroke dari pegolf asal India, Sneha Sharan, setelah dalam tiga putaran menorehkan skor 67-73-75.

Menjalani tahun pertamanya sebagai mahasiswi di University of North Texas turut membantu membentuk Patty berkembang menjadi lebih baik. Pegolf yang baru saja menerima penghargaan sebagai salah satu dari All-American Scholar dari Women’s Golf Coaches Association ini mengalami perkembangan yang signifikan dalam golfnya. Ajang Menpora-PAGI International Junior Golf Championship ini menjadi turnamen dalam negeri pertama yang ia ikuti pada tahun ini.

Kualitas permainannya terlihat ketika menampilkan permainan yang sangat solid pada hari pertama. Ia menorehkan tujuh birdie dengan hanya dua bogey untuk mencatatkan skor terbaik 5-under 67. Tiga birdie di antaranya ia peroleh di hole 16, 17, dan 18.

“Malam sebelumnya sebenarnya saya merasa sedikit panik karena range finder saya hilang. Tapi saya sudah siap untuk bermain tanpa rangefinder, sudah menyusun rencana permainan, membuat mindeset agar memainkan bola ke fairway-green. Jadi, saat datang ke lapangan, mindset-nya hanyalah sekadar bermain golf dan mengikuti game plan yang sudah disusun sejak malam. Ternyata rangefinder itu akhirnya ketemu,” tutur Patty.

Permainannya memang sempat menurun dalam dua putaran terakhir, namun permainan luar biasa pada hari pertama ternyata sudah cukup baginya untuk bisa kembali memenangkan turnamen ini.

“Tahun lalu masih berskala nasional, sekarang sudah berskala internasional. Secara skor saya juga lebih mendapat peningkatan daripada tahun lalu. Apalagi skor putaran pertama sudah solid,” ujar Patty.

“Tahun ini saya merasa bisa bermain dengan lebih percaya diri dan bisa lebih mengikuti rencana permainan saya dan pukulan-pukulan saya bisa lebih tereksekusi juga. Tahun lalu masih terlalu banyak kesalahan yang tidak penting.”

Patricia Sinolungan memamerkan piala bergilir bersama sang ayah. Ia sukses mempertahankan gelar juaranya dengan permainan yang lebih matang dan lebih baik daripada ketika menjuarai turnamen ini pada tahun lalu. Foto: Golfin’STYLE.

Kartu skornya membuktikan perkataannya tersebut. Sepanjang tiga putaran yang ia mainkan, Patty tak pernah mencatatkan triple bogey. Skor terburuknya hanyalah ketika ia membukukan double bogey, dan itu pun ia torehkan di hole ke-54, ketika ia sudah memegang keunggulan dua tiga stroke.

Dengan skor total 1-under 215, Patty pun sukses mempertahankan gelar yang ia peroleh tahun lalu. Kali ini ia menang dengan keunggulan satu stroke dari pegolf India Sneha Sharan yang bermain 74-70-72.

Kejutan justru terjadi di kelas putra di mana salah satu binaan PAGI lainnya, yang notabene merupakan juara bertahan, Randy Arbenata Mohamad Bintang, ternyata berhasil disalib oleh pegolf asal Malaysia Nateeshvar Anatha Ganesh. Bermain di grup yang sama, Randy melakukan sejumlah kesalahan fatal, termasuk mencatatkan delapan pukulan di hole 14. Meski kemudian menorehkan dua birdie di hole 16 dan 17, birdie kelima dan keenamnya pada putaran final, ia kembali melakukan kesalahan di green hole terakhir dan akhirnya harus puas hanya memenangkan kategori Boys A.

Ganesh sendiri berhasil menampilkan permainan yang solid pada putaran final dengan menorehkan sebuah birdie, dua bogey, dan eagle di hole 17. Dengan skor 71 pada putaran final, Ganesh memastikan kemenangan dua stroke dari sang juara bertahan.

Bagi pegolf asal Melaka, Malaysia ini, Menpora-PAGI International Junior Golf Championship kali ini adalah salah satu panggung penting baginya untuk menimba pengalaman sebanyak mungkin. Perjalanannya ke Emeralda Golf Club pekan ini juga menjadi yang pertama kalinya, yang sekaligus menciptakan kesan yang sangat positif terhadap lapangan internasional ini.

“Ketika pertama kali melihat lapangan ini, rasanya sangat mengagumkan. Saya jadi sangat bersemangat untuk bermain di sini. Green-nya bagus, lapangannya bagus, fairway-nya juga luar biasa,” tutur pegolf berusia 14 tahun ini.

Nateeshvar Anatha Ganesh melakoni debut yang sempurna dengan memenangkan Menpora-PAGI International Junior Golf Championship dalam kunjungan pertamanya ke Emeralda Golf Club. Foto: Golfin’STYLE.

“Saya sebenarnya hanya ingin mencoba bertanding dan menimba pengalaman sebanyak mungkin. Jadi, kemenangan ini sebenarnya mengejutkan buat saya, sungguh di luar perkiraan sama sekali. Mengejutkan! Tapi saya bahkan tidak berpikir sama sekali kalau saya bakal menang. Saya baru merasa ada peluang untuk menang pada hari terakhir ini. Mungkin di hole 13, saya melihat rekan main saya gagal memanfaatkan peluang dan saya bermain sangat bagus.”

Meski demikian, ia mengaku merasakan tekanan menjelang hole-hole terakhir karena bermain di grup terakhir.

“Tapi saya selalu fokus pada permainan saya, berlatih tiap hari, saya pikir itu salah satu kuncinya,” tandas penggemar Brooks Koepka ini.

Selain kelas individu, turut dipertandingkan pula kelas beregu. Tim Indonesia 1 yang terdiri atas Almer Noreen Nurdaffa, Randy Arbenata Mohamad Bintang, dan Bergas Batara Anargya berhasil menang setelah mengumpulkan skor total 447, enam stroke lebih baik daripada Tim Indonesia 2 (Gio Anggono, Jonathan Xavier Hartono, dan Amadeus Christian Susanto).

Adapun dari kelompok putri Tim Indonesia 1 yang digawangi oleh Patty, Viera Permata Rosada, dan Meva Helina Schmit menyabet gelar juara beregu setelah bermain lebih baik daripada Tim India yang terdiri atas Disha Kavery MB, Sneha Sharan, dan Kirti Chowhan. Tim Indonesia 1 menorehkan skor 430, 17 stroke lebih baik daripada Tim India.

Terobosan Baru Level Internasional
Turnamen ini pada dasarnya merupakan turnamen junior kedua yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Akademik Golf Indonesia. Sukses penyelenggaraan tahun sebelumnya mendorong PAGI untuk kembali menghadirkan turnamen dengan level kompetisi yang selangkah lebih tinggi lagi. Itu pulalah mengapa kali ini PAGI mengadakan turnamen berskala internasional.

Turnamen ini sendiri dihadiri oleh 14 negara—Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Myanmar, Bangladesh, India, China, China Taipei, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, dan Amerika Serikat— ajang ini mendapat sambutan positif dan bakal menjadi platform yang akan terus digarap oleh PAGI. Kerja sama dengan asosiasi negara peserta pun diharapkan bisa terus berlanjut sehingga edisi tahun depan diharapkan bisa semakin meriah lagi.

Leave a comment