Shannon Tan dan Ashley Lau bersemangat melakoni debut Olimpiade mereka di Le Golf National, yang segera dimulai pada Rabu (7/8) ini.

Salah satu mimpi besar sebagai atlet berhasil tercapai. Pegolf Singapura Shannon Tan dan pegolf Malaysia Ashley Lau segera mengikuti panggung terbesar dalam karier mereka ketika memulai cabang olahraga golf Olimpiade Paris 2024 di Le Golf National hari ini (7/8).

Meski perdebatan soal mana yang terbesar antara ajang Major dan Olimpiade masih akan terus ada, bagi keduanya tampil mewakili negara dalam pesta olahraga empat tahunan ini merupakan sebuah pencapaian besar.

”Menurut saya, mewakili negara di panggung terbesar seperti ini jelas merupakan kehormatan besar,” tutur Tan. ”Ketika secara resmi tahu kalau saya bisa ikut Olimpiade, rasanya butuh waktu sampai saya bisa sepenuhnya mencernanya.”

”… engalaman ini sungguh luar biasa karena bisa melihat atlet-atlet lain dari olahraga yang berbeda, sungguh berbeda!” — Shannon Tan.

Pegolf berusia 20 tahun ini telah menorehkan sejarah tersendiri pada tahun pertamanya sebagai pegolf profesional. Setelah memastikan keanggotaannya pada Ladies European Tour (LET) melalui Lalla Aicha Q-School pada Desember 2023, Tan menjadi pegolf pertama sepanjang sejarah Tour ini yang meraih kemenangan dalam musim debutnya. Kemenangannya pada ajang Magical Kenya Ladies Open bulan Februari 2024 itu menjadi kunci penting yang membantunya mengamankan tempatnya di Le Golf National.

Dari total 18 turnamen yang ia mainkan di dua sirkuit berbeda—LET dan WPGA Tour Australasia—ia mencatatkan dua kemenangan (satu kemenangan lain ia raih dari ajang WPGA Tour, The Players Series Murray River bulan Januari 2024), plus tiga kali finis di sepuluh besar, serta bermain penuh dalam 13 turnamen.

Tan menjadi bagian dari total 23 atlet yang menjadi kontingen Singapura dan turut menikmati pembukaan resmi di tengah Kota Paris pada 27 Juli 2024 lalu.

 

Shannon Tan, Juara Magical Kenya Ladies Open 2024.
Kemenangan Shannon Tan pada Magical Kenya Ladies Open 2024 menempatkannya sebagai pegolf debutan Ladies European Tour yang meraih gelar pada musim debutnya. Foto: Tristan Jones/LET.

 

 

”Saya tiba di sini sehari sebelum pembukaan dan saya menghadiri Upacara Pembukaan yang cukup keren, dan mengangkat bendera negara Anda dan mendapat dukungan banyak orang yang mendukung Singapura dan negara Anda, pengalaman ini sungguh luar biasa karena bisa melihat atlet-atlet lain dari olahraga yang berbeda, sungguh berbeda!” ujar Tan, yang kini berperingkat 169 pada Rolex Women’s World Rankings ini.

”Rasanya pekan ini pada turnamen golf ada banyak olahraga lain yang berlangsung pada saat yang sama, yang cukup keren juga untuk dilihat karena biasanya Anda tidak melihat atlet-atlet lain dari olahraga lain pada turnamen golf. Itulah kerennya Olimpiade!”

Hal senada juga dikemukakan Lau, yang kini berkiprah pada Epson Tour. Pegolf No.316 di dunia ini juga baru kali ini menjadi atlet Olimpiade.

”Menyebut diri saya sebagai atlet Olimpiade masih belum sepenuhnya saya resapi. Mungkin saya akan benar-benar memahaminya, tapi sekarang rasanya berada dalam turnamen yang lain,” tutur Lau.

 

Ashley Lau, Olimpiade Paris 2024.
Olimpiade Paris 2024 menjadi penyegaran berarti bagi Ashley Lau di tengah upayanya meraih kartu LPGA melalui Epson Tour. Foto: Tracy Wilcox/PGA TOUR/IGF.

 

Pegolf berusia 24 tahun ini telah tampil dalam 12 ajang Epson Tour dan lolos cut dalam delapan penampilan. Sejauh ini ia memang baru sekali mencatatkan finis di 15 besar, namun peringkatnya di ranking dunia sudah cukup untuk memberinya tempat untuk bersaing dengan 65 pegolf lainnya.

”Saya tidak pernah mengecek ranking saya, tapi orang terus bertanya kepada saya. Namun, saya tidak benar-benar merasa ini sungguhan sampai di tengah penerbangan menuju Paris,” sambung Lau.

”Semua persiapan itu, pikiran saya teralihkan karena saya tengah bermain pada ajang Epson Tour karena salah satu target saya ialah mendapatkan kartu LPGA, makanya saya tidak mendapat jaket juga. Namun, pekan ini rasanya menyenangkan karena pikiran saya cukup teralihkan dari upaya meraih kartu LPGA itu.

”Jadi, rasanya seperti rehat sejenak, dan saya kira turnamen ini atau Olimpiade membantu saya karena semua ini serasa mimpi, dan ya, jadi seperti lari dari kenyataan sejenak.”

”Saya kira, buat kami semua yang bertanding pada Olimpiade ini, kami bertanding untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kami.” — Ashley Lau.

Bermain di sirkuit batu loncatan menuju Tour utama membuat Lau tidak sering menikmati kerumunan penonton yang begitu besar. Namun, di Perancis kali ini ia akan segera menikmati pengalaman yang serba baru, termasuk para penggemar golf yang meramaikan Le Golf National.

”Ini akan menjadi sesuatu yang sangat baru. Bukan berarti saya belum pernah mengalaminya (kerumunan besar penonton), tapi sangat langka, cuma di lapangan di sini penontonnya sangat banyak. Beberapa hari ini saya akan mempersiapkan diri secara mental. Saya akan mempersiapkan diri dalam benak saya untuk melakukan pukulan tee pertama. Sepertinya momen itu akan sangat membuat saya gugup, tapi juga menjadi posisi yang diimpikan semua orang. Jadi, saya tak sabar untuk bisa bermain di hadapan keluarga saya!” sambung Lau.

Dengan abang dan adik perempuannya, serta sepupu-sepupunya, plus orangtua sang kekasih yang menggantikan absennya kedua orangtuanya, Lau akan mendapatkan motivasi ekstra untuk bisa membanggakan negaranya. Dan meskipun takkan mungkin membalas semua pesan pribadi yang ia terima lewat akun Instagramnya, Lau mengaku sangat menghargai semua orang yang mendukungnya.

”Mungkin mereka tidak sadar karena cuma sekadar mengirimkan pesan teks buat saya, tapi bisa menerima semua pesan tersebut rasanya sungguh membesarkan hati. Saya kira, buat kami semua yang bertanding pada Olimpiade ini, kami bertanding untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kami. Menurut saya hal ini sungguh keren,” tandasnya.