Ajang beregu campuran segera mempertemukan bintang-bintang PGA TOUR dan LPGA Tour dengan hadiah uang yang setara.

Butuh waktu cukup lama sampai akhirnya PGA TOUR dan LPGA Tour berkolaborasi mengadakan sebuah turnamen yang mempertemukan para pemain kedua Tour ini dalam sebuah kompetisi. Sejauh ini para penggemar hanya menyaksikan hal serupa di ranah DP World Tour dan Asian Tour, yang sama-sama bekerja sama dengan Ladies European Tour.

Latar golf profesional di Amerika akhirnya segera berubah dengan kehadiran Grant Thornton Invitational yang akan hadir untuk pertama kalinya sebagai ajang Challenge Season beregu campuran yang akan mengajak para pegolf LPGA dan PGA TOUR bertanding bersama.

Menyusul pengumuman dari PGA TOUR, LPGA Tour, dan Grant Thornton LLP (23/2), Grant Thornton Invitational akan diadakan pada tanggal 4-10 Desember 2023 di Tiburon Golf Club dan The Ritz-Carlton Naples. Ajang ini memberi kesempatan bagi pegolf PGA TOUR dan LPGA Tour untuk bertanding dengan memperebutkan hadiah uang yang setara, serta ekspos yang setara.

Terakhir kalinya kedua Tour ini berkolaborasi dalam kompetisi beregu terjadi tahun 1999. Kala itu John Daly dan Laura Davies menjuarai edisi terakhir JCPenney Classic.

Grant Thornton Invitational ini akan diikuti oleh total 32 pemain yang terdiri dari 16 pegolf PGA TOUR dan 16 pegolf LPGA Tour dan akan memperebutkan total hadiah sebesar US$4 juta. Ajang ini akan dimainkan sebagai turnamen tiga hari dan akan disiarkan oleh NBC dan Golf Channel. Rincian terkait kompetisi ini masih akan diumumkan kemudian.

”Sembari memanfaatkan bertumbuhnya minat terhadap olahraga golf, tambahan ajang campuran dalam kalender kompetisi pun menjadi sebuah prioritas dan kami sangat menghargai sponsor utama Grant Thornton yang mendukung dan menghadirkan ajang yang akan membuat olahraga kami makin memikat dan menyambut semua kalangan,” ujar Jay Monahan, Komisioner PGA TOUR.

”Kami bekerja sama dengan PGA TOUR dan LPGA Tour untuk menciptakan turnamen di mana para pegolf terbaik di dunia, pria dan wanita, bisa bertanding satu dengan yang lain di level yang bermain yang sama.” — Seth Siegel, CEO Grant Thornton.

”Kami menantikan bermitra dengan LPGA dalam menghadirkan hiburan dan kompetisi kelas satu bagi para penggemar kami dan penduduk di barat daya Florida, yang telah menyambut PGA TOUR dalam 22 tahun terakhir.”

Nada serupa juga turut disampaikan oleh Komisioner LPGA Mollie Marcoux Samaan.

”Kami sangatlah bersemangat untuk menambahkan Grant Thornton Invitational dalam jadwal 2023 kami. Lewat kerja sama dengan PGA TOUR untuk menggelar ajang campuran, di mana para pegolf top dunia pria dan wanita bertanding bersama, kami akan menghadirkan pengalaman dan hiburan yang berkesan bagi seluruh penggemar golf dengan menampilkan kemampuan-kemampuan mengagumkan para pemain kami dalam konteks baru kepada audiens baru,” ujar Samaan.

”Ini langkah maju yang penting bagi golf, golf wanita, dan LPGA. Kami luar biasa bersyukur kepada kepemimpinan mitra-mitra kami pada PGA TOUR dan Grant Thornton, dan kami tak sabar menghasilkan ajang terbaik di kelasnya yang akan menginspirasi, meningkatkan, dan memajukan kesempatan bagi para pegolf di seluruh dunia.”

CEO Grant Thornton Seth Siegel meyakini upaya ini dapat mempersatukan seluruh kalangan sekaligus menyingkirkan semua batasan untuk meraih prestasi dan membangun masyarakat yang inklusif, sesuai dengan misi Grant Thornton.

”Itulah sebabnya kami bekerja sama dengan PGA TOUR dan LPGA Tour untuk menciptakan turnamen di mana para pegolf terbaik di dunia, pria dan wanita, bisa bertanding satu dengan yang lain di level yang bermain yang sama. Kami tahu para pemain dan penggemar akan menikmati satu ajang ini dan apa yang digambarkan bagi olahraga dan masyarakat,” ujar Siegel.

Jelas akan menarik menyaksikan bagaimana pegolf No.1 Dunia pria dan wanita saat ini, Jon Rahm dan Lydia Ko, bisa bertanding di lapangan yang sama dengan hadiah uang yang sama besarnya.