Danny Masrin menjaga peluang dan mulai bersaing.

Pegolf remaja berusia 16 tahun asal Korea Selatan, Kim Joohyung menunjukkan permainan yang nyaris tanpa cela untuk mencatatkan 5-under 65 pada putaran kedua Singha Laguna Phuket Open. Skor ini pun membawanya ke puncak klasemen dengan keunggulan dua stroke dari pesaing terdekatnya, setelah berhasil menorehkan skor total 10-under 130.

Keberhasilan ini tak lepas dari menurunnya performa pemain tuan rumah, yang juga merupakan pimpinan klasemen hari pertama, Nattawat Suvanajakorn. Nattawat harus puas bermain dengan skor 1-over 70.

Kim memulai putaran kedua turnamen yang disokong oleh Asian Development Tour dan All Thailand Golf Tour ini dengan berada tiga stroke di belakang Nattawat. Fakta ini tak membuatnya tertekan dan bahkan berhasil mendapat birdie lebih cepat. Bermain dari hole 10 di Laguna Golf Phuket, ia langsung mendapat tiga birdie berturut-turut berkat performa iron yang solid. Ia kemudian menambah birdie lagi di hole 13 dan 14, dan memastikan kartu skornya bersih dari skor yang lebih buruk daripada par.

“Hari ini (17/5) benar-benar hari yang bagus, saya bisa memulai dengan tiga birdie berturut-turut, tapi kemudian kondisi di lapangan mulai berangin pada sore hari dan saya harus berjuang pada pertengahan putaran kedua ini,” tutur Kim, yang bolanya pada hari ini hanya meleset di tiga green.

“Permainan iron saya prima dan semua birdie saya itu saya peroleh dari jarak di bawah 10 kaki. Saya masih merasa puas dengan permainan saya, tapi jelas turnamen ini masih belum selesai. Jadi, posisi saya sekarang tidaklah terlalu berarti.”

Meski bermain dengan dua birdie dan sebuah bogey pada hari kedua, Danny Masrin masih menjaga peluang untuk memenangkan gelar Asian Development Tour pertamanya. Foto: Paul Lakatos/Lagardére Sports

Pegolf tuan rumah Chinnarat Phadungsil dan Sadom Kaewkanjana berada dua stroke di belakang Kim. Chinnarat, yang merupakan pemegang tiga gelar Asian Tour, menorehkan tujuh birdie dengan sebuah bogey, sedangkan Sadom bermain dengan skor 66.

“Saya mengawali dengan birdie yang mudah di hole pertama setelah pukulan 9-iron saya mencapai tiga kaki dari lubang. Sepanjang hari ini pukulan saya memang bagus, tapi saya pikir perbedaan terbesarnya adalah bahwa putting saya lebih baik,” ujar Chinnarat, yang mencatatkan hanya 25 putt.

Dua wakil Indonesia dalam turnamen ini, Danny Masrin dan Rory Hie bertahan dan melaju ke putaran akhir pekan, dengan Danny berpeluang untuk meraih kemenangan pertamanya pada kancah Asian Development Tour. Pada putaran kedua itu, Danny yang bermain dari hole 1 di lapangan Laguna Golf Phuket ini, harus berjuang untuk bisa mendapatkan momentumnya. Berbeda dengan putaran pertama, dalam sembilan hole pertamanya ini ia hanya bisa bermain even par.

Memasuki sembilan hole kedua, ia bahkan harus mendapat bogey di hole 13, namun ia berhasil bangkit untuk memperoleh birdie pertamanya di hole 15 dan berhasil memastikan skor 1-under 69 setelah birdie kedua di hole berikutnya.

Adapun Rory berhasil melangkah ke putaran akhir pekan ini dengan tiga birdie, dua bogey, dan sebuah double bogey. Skor total yang ia peroleh, 1-under 139 persis berada pada batas cut off.

Leave a comment