Penampilan solid 4-under 67 membawa Takumi Kanaya ke posisi teratas Vantelin Tokai Classic 2023 dengan 18 hole tersisa.
Takumi Kanaya membuka peluang kembali ke posisi teratas daftar peraih hadiah uang pada Japan Golf Tour Organization (JGTO). Permainan solidnya pada putaran ketiga Vantelin Tokai Classic tadi membantunya menggeser Taiga Semikawa dari puncak klasemen setelah skor 67 yang ia torehkan tadi memberinya skor total 11-under 202 di West Course, di Miyoshi Country Club.
Kanaya memang tidak sendirian. Yuta Kinoshita, yang menorehkan birdie di dua hole terakhir untuk skor 68, juga menjadi pemain lain yang berada di posisi teratas. Namun, keduanya hanya unggul satu stroke dari Rikuya Hoshino, yang tadi bermain dengan skor 67 dan tanpa bogey, sementara Ryosuke Kinoshita (70) berada sendirian di tempat keempat.
”Rasanya saya menghadirkan penampilan yang meyakinkan hari ini,” tutur Kanaya, yang kini berpeluang menjadi pegolf pertama yang memenangkan tiga gelar pada JGTO musim ini.
”Saya yakin bermain di grup terakhir memberi signifikansi tersendiri. Posisi itu memberi peluang terbaik untuk mengamankan kemenangan. Saya berhasil mendapat spot ini pekan ini, dan target saya ialah keluar sebagai pemenang.”
”Kalau saja bisa memasukkan putt birdie itu, saya pasti bisa mendapatkan momentum.” — Taiga Semikawa.
Saat ini Kanaya, yang musim ini memenangkan BMW Japan Golf Tour Championship dan Fujisankei Classic, berada di posisi kedua daftar peraih hadiah uang dengan total ¥98.740.999 (sekitar Rp10,21 milyar). Sahabatnya, Keita Nakajima berada di posisi teratas dengan raihan ¥103.484.179 (sekitar Rp10,7 milyar). Dengan Nakajima gagal melangkah ke akhir pekan, Kanaya punya peluang emas untuk melampaui sahabatnya itu, terutama jika berhasil menang dan membawa pulang hadiah sebesar ¥22 juta (sekitar Rp2,275 milyar).
Adapun Semikawa, yang memimpin dalam dua putaran pertama, harus kembali mengalami kesulitan dan sekali lagi mencatatkan skor 73. Akibatnya, ia harus memulai putaran final besok dari peringkat T5 dengan skor total 206. Ia hanya bisa menorehkan dua birdie dengan satu double bogey dan dua bogey.
”Secara konsisten pukulan saya terus ke kanan sejak kemarin. Saya berharap bisa memperbaikinya seiring berlangsungnya putaran, tapi meskipun pukulan saya makin bagus, tapi saya tak dapat memaksimalkannya,” keluhnya.
”Di sembilan hole pertama, terutama di hole 7 dan 8, saya punya peluang birdie, tapi gagal memanfaatkannya. Kalau saja bisa memasukkan putt birdie itu, saya pasti bisa mendapatkan momentum.”
Sementara itu, pegolf Afrika Selatan Shaun Norris dan Justin De Los Santos dari Filipina sama-sama melakukan pergerakan positif menjelang putaran final. Keduanya menorehkan skor 67 dan kini masing-masing ada di posisi T12 dan 17.


