Elizabeth Szokol mematok skor terendah putaran pertama debutnya pada HSBC Women’s World Championship.

Jika Anda belum pernah mendengar nama Elizabeth Szokol sebelumnya, kami tentu akan memakluminya. Pegolf Amerika berusia 28 tahun ini memang beralih profesional pada tahun 2017 dan mulai berkiprah pada LPGA sejak 2019. Meski telah mengikuti sembilan ajang Major, pegolf asal Winnetka, Illinois yang telah memenangkan satu gelar Symmetra Tour ini belum banyak menonjol.

Musim 2023 ini menjadi musim kelimanya berkompetisi pada LPGA Tour. Sejauh ini prestasi terbaiknya ialah ketika finis T2 pada ajang Marathon LPGA Classic presented by Dana. Dan musim ini sekaligus menjadi pengalaman pertamanya mengikuti Asian Swing LPGA. Dan dalam debutnya pada HSBC Women’s World Championship ini secara mengejutkan ia tampil luar biasa dan mengungguli jajaran pemain bintang yang bertanding di Tanjong Course, Sentosa Golf Club.

Tujuh birdie, satu eagle, dan satu bogey mewarnai kartu skornya pada akhir putaran pertama. Skor 8-under 64 ini sekaligus membuatnya menempati puncak klasemen sementara, unggul tiga stroke atas pegolf Jepang kelahiran Filipina Yuka Saso, dan unggul empat stroke atas enam pemain lainnya, di mana lima di antaranya merupakan juara Major.

Szokol, yang merupakan pegolf No.153 Dunia jelas menjadi paket kejutan pada putaran pertama. Bermain dari sembilan hole kedua di Tanjong Course, dan memulainya dengan menorehkan bogey, ia justru sukses mengemas tiga birdie di lima hole mulai dari hole 14 untuk menorehkan skor 34.

 

Yuka Saso, Round 1 HSBC Women’s World Championship 2023.
Yuka Saso mengaku memenangkan ajang LPGA tidaklah mudah sehingga ia harus tetap bersabar menantikan peluagnya. Foto: Getty Images.

 

Rangkaian birdie itu ternyata ikut menciptakan momentum ke sembilan hole terakhirnya. Setelah mencatatkan birdie keempatnya melalui hole 1, ia menorehkan 5-under dalam lima hole terakhirnya berkat torehan eagle di hooe 5 dan tiga birdie lainnya di hole 6, 8, dan 9.

”Luar biasa, saya sangat senang dengan start ini. Pukulan iron saya jauh lebih baik daripada pekan lalu dan seakan membuang rasa kaku akibat jeda kompetisi,” tutur Szokol.

Bermain dengan status medical exemption pekan ini, Szokol mengaku puas bisa menikmati kondisi yang kembali bugar. Ia sempat harus absen dari lapangan golf pada semester kedua tahun lalu lantaran sempat mengalami hernia.

”Saya keluar dari perawatan setelah empat atau lima bulan dan tidak menyentuh club sekitar 12 pekan. Saya sungguh berfokus untuk lekas pulih dan merasa sehat lagi. Jadi, saya sangat senang bisa kembali bermain dan terutama di sini.”

Saso, yang menorehkan skor terendah kedua, turut menampilkan permainan cemerlang, dan membutuhkan hanya 32 pukulan untuk mengakhiri sembilan hole pertamanya. Sayangnya, pegolf berusia 21 tahun yang masih mengincar kemenangan pertama sejak menjuarai ajang Major tahun 2021 silam ini gagal mengulangi performanya di sembilan hole pertama itu. Ia hanya bisa mencuri satu birdie dari hole 16.

 

Nelly Korda, Round 1 HSBC Women’s World Championship 2023.
Nelly Korda merasa wajib bermain agresif untuk bisa bersaing dan mewujudkan gelar LPGA kesembilannya pada HSBC Women’s World Championship 2023. Foto: Getty Images.

 

”Menjuarai sebuah ajang LPGA tidaklah mudah. Kualitas dari turnamen dan para pemainnya sangatlah tinggi. Saya harus terus berlatih dan menciptakan peluang tiap pekan. Namun, masih tetap berat. Saya harus bersabar dan menikmati perjalanan ini,” tutur Saso, yang sempat mempersembahkan dua emas dari nomor individu dan beregu bagi Filipina pada ajang Asian Games 2018.

Sementara itu, pegolf No.2 Dunia Nelly Korda, yang menjadi bagian dari enam pemain yang mencatatkan skor 4-under 68, merasa yakin ia takkan bisa bermain dengan pendekatan konservatif di Tanjong Course. Supaya bisa memenangkan turnamen pekan ini, sekaligus memperbaiki finis T2 yang ia raih pada tahun 2018, ia harus bermain agresif.

”Saya tahu kalau saya mesti bermain dengan skor yang rendah tiap harinya dan terus bermain agresif untuk bisa memenangkan turnamen ini. Memasukkan putt jelas akan menjadi sangat penting dan saya mesti menjaga momentum sepanjang pekan ini,” jelas pegolf Amerika yang meninggalkan Thailand dengan finis T6 ini.

Sementara itu, upaya Ko Jinyoung untuk mempertahankan gelarnya pekan ini mengalami tantangan. Ia hanya bisa bermain even par 72 dan kini menempati peringkat T36. Adapun pegolf No.1 Dunia Lydia Ko berbagi tempat ke-14 setelah bermain 2-under 70.

Adapun pegolf tuan rumah Amanda Tan masih bisa bermain lebih baik daripada pegolf No.7 Dunia Brooke Henderson. Tan menorehkan skor 76 dan berbagi peringkat 62 bersama kakak Nelly, Jessica Korda.