C.T. Pan menempatkan dirinya di jajaran atas The Genesis Invitational berkat permainan meyakinkan pada putaran pertama.

Setelah gagal lolos cut dalam dua dari tiga turnamen terakhir yang ia ikuti, Pan Cheng-Tsung kembali dan meraih hasil solid pada putaran pertama The Genesis Invitational. Pegolf berusia 30 tahun ini menorehkan skor 4-under 67 dan untuk sementara berada di posisi T6, sebagai wakil Asia terbaik pada akhir putaran pertama.

Hasil solid tersebut tidak terlepas dari kerja kerasnya berjam-jam di driving range. Lima birdie dan sebuah bogey memberinya posisi yang bagus di Riviera Country Club untuk melanjutkan persaingan pada ajang dengan Tiger Woods sebagai tuan rumah pada pekan ini.

Sang juara bertahan Max Homa, Jordan Spieth, Cameron Young, dan juara WM Phoenix Open pekan lalu Scottie Scheffler sama-sama memulai hari pertama dengan skor 66 dan berbagi tempat kedua pada turnamen penuh bintang yang menyediakan hadiah sebesar US$12 juta atau sekitar Rp172 milyar ini. Pegolf Chile Joaquin Niemann untuk sementara memimpin dengan skor 8-under 63.

Pan mengaku sangat puas dengan permainannya tersebut dan menyebut aspek driver sebagai sesuatu yang paling memuaskan.

”Saya mencurahkan banyak latihan untuk driving karena dalam tiga turnamen tersebut driver saya tidaklah bagus, jadi saya sekarang senang bisa memukul bola ke posisi yang saya inginkan. Seperti yang kita ketahui, lapangan ini sangat menuntut, jadi kalau bisa menempatkan bola di posisi yang bagus di fairway, pasti akan ada peluang birdie yang bagus,” jelas pegolf yang juga membela Tim Internasional pada Presidents Cup 2019 lalu ini.

 

 

Menariknya, sebenarnya dari lima birdie yang ia hasilkan kemarin (17/2), hanya tiga yang ia raih setelah menempatkan bolanya di fairway. Sementara untuk birdie pertama di hole 1 justru ia raih setelah pukulan approach-nya masuk bunker dan ia harus melakukan up-and-down yang solid untuk birdie. Dan hal serupa juga terjadi di hole 11 ketika driver-nya justru mengarahkan bola ke bunker. Total ia hanya mengantarkan bolanya ke 6 dari 14 fairway. Untungnya, permainan up-and-down peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 ini sedang tajam sehingga di hole par 5 itu ia kembali meraih birdie.

Namun, harus diakui, penambahan jarak pukul yang ia dapatkan setelah mengganti model driver dan memakai shaft 46 inchi ikut membantunya. Ia berhasil menambah jarak pukul rata-rata sekitar 14 meter, yang membantunya memiliki permainan yang berbeda ketimbang sebelumnya.

”Saya mulai bermain sangat pagi hari ini (kemarin), waktu tee pukul 07:13, jadi green-nya masih empuk, cukup mudah diakses pada pagi hari, tapi pada akhirnya green di sini akan makin keras,j adi senang bisa mendapat 4-under,” ujar Pan, yang finis T20 pada edisi tahun 2021 lalu.

”Saya ingat bermain pada NCAA di sini waktu kuliah dulu. Waktu itu saya tidak bermain dengan baik, jadi ada pelajaran berharga yang saya dapatkan. Setelah empat atau lima tahun bermain di sini, saya mulai menyukai lapangan ini. Seperti yang saya bilang, lapangan ini sangat menuntut, pukulan tee, jarak pukul, green yang sangat licin membuat lapangan ini menarik untuk dimainkan. Akan sangat berarti kalau Anda bisa membukukan skor yang rendah (di sini).”

Sementara itu, wakil Asia lainnya, Kim Siwoo membukukan skor 69 dengan pegolf Korea lainnya, Im Sungjae menorehkan skor 71. Pimpinan klasemen FedExCup saat ini Hideki Matsuyama dari Jepang, serta duo Korea lainnya, Lee Kyounghoon dan Lee Jaekyeong harus puas dengan 1-over 72. Pegolf India Anirban Lahiri juga masih mencari permainan terbaiknya setelah kemarin hanya bisa bermain dengan skor 75. Jelas mereka perlu bekerja ekstra keras untuk bisa melangkah ke putaran akhir pekan nanti.