Pondok Indah International Junior Golf Championship edisi ke-11 dimulai besok (17/12) dengan memberlakukan shot gun pada dua putaran pertama.
Komitmen Pondok Indah Golf Club dan Pondok Indah Golf Course untuk mengembangkan olahraga golf di Indonesia masih berlanjut dengan kembali menyelenggarakan Pondok Indah International Junior Golf Championship.
Turnamen junior yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11 ini segera bergulir besok (17/12) dan menjadi panggung kompetisi akhir tahun bagi 109 peserta yang berasal dari 11 negara dan 3 benua. Selain Indonesia, ajang ini turut diikuti oleh Malaysia, Singapura, Thailand, China, Korea Selatan, India, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat.
”Kami berterima kasih kepada Pak Erry (Arsyad) yang menyiapkan lapangan yang sangat cantik dengan green dan rough yang prima. Tentunya dengan dukungan dari Pak Hafzan (Taher), Ketua Perkumpulan Golf Pondok Indah sehingga persiapan kami sudah 100% siap untuk ajang ini,” tutur Michael Tjoajadi, Ketua Panitia Penyelenggara.
”Satu yang istimewa, kali ini turnamen ini murni hanya menggunakan nama Pondok Indah sebagai sponsor utamanya. Yang kedua, ada 11 negara yang mengikuti turnamen kali ini.”
”Insya Allah turnamen ini akan terus berlanjut untuk tahun depan dan untuk tahun depan kita sudah memprogramkan turnamen ini.” — Hafzan Taher, Ketua Perkumpulan Golf Pondok Indah.
Nada serupa juga diungkapkan oleh Erry Arsyad, Direktur Pondok Indah Golf Course. Sebagai lapangan yang kerap menjadi ujian bagi sejumlah pegolf kelas dunia dalam berbagai ajang internasional, Erry mengungkapkan pihaknya telah mempersiapkan lapangan agar bisa tetap prima di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
”Saya rasa tahun ini paling berat, tantangan kita adalah musim hujan. Semoga curah hujannya tidak terlalu berat, tapi kami sudah memaksimalkan performa lapangan, kalaupun hujan turun selama 1-1,5 jam, kondisi lapangan masih akan tetap prima,” imbuhnya.
Sementara itu, selain berfokus untuk menyukseskan penyelenggaraan tahun ini, Ketua Perkumpulan Golf Pondok Indah Hafzan Taher juga ingin menegaskan bahwa PIIJGC ini akan terus dilanjutkan dengan pihaknya sudah menyiapkan program untuk tahun 2025.
”Insya Allah turnamen ini akan terus berlanjut untuk tahun depan dan untuk tahun depan kita sudah memprogramkan turnamen ini. Saya cuma ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT Pondok Indah selaku sponsor utama untuk turnamen ini. Tanpa dukungan penuh dari Pondok Indah mungkin sulit menyelenggarakan turnamen ini, dan juga kerja keras dari Pak Michael sehingga turnamen ini, insya Allah, bisa terlaksana dengan baik,” tutur Hafzan.

Pegolf Korea Selatan Lee Sieun menjadi pegolf dengan World Amateur Golf Ranking tertinggi pada pekan ini. Pegolf yang saat ini duduk di peringkat 413 baru saja menjuarai Malaysia Johor International Junior Open bulan November lalu.
Adapun Thea Jessica Tan menjadi wakil tuan rumah dengan WAGR tertinggi, yaitu peringkat 534. Dengan bekal dua kemenangan, pada ajang Jasa Keuangan Cup bulan November dan Indonesia Junior Premier League pada Oktober lalu, ia berpotensi melanjutkan kesuksesan Elaine Widjaja, juara edisi 2023 silam.
Dari kelompok putra, Kenneth Henson Sutianto menjadi wakil tuan rumah dengan WAGR tertinggi, yaitu 690.
Selain kategori A (usia 15-18 tahun) dan B (usia 13-14 tahun), PIIJGC ini juga masih mempertandingkan kelompok usia 10-12 tahun (Kelas C). Hanya saja, Kelas C hanya akan memainkan dua putaran.
”Persiapannya tentu berbeda karena kombinasi seperti ini menuntut lebih banyak personil. Tentu ada penambahan biaya, tapi apa boleh buat agar penyelenggaraan tidak sampai tertunda akibat cuaca.” — Michael Tjoajadi, Ketua Panitia Penyelenggara PIIJGC.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah PIIJGC, dua putaran pertama akan dimainkan secara shot gun. Michael menjelaskan keputusan ini terpaksa diambil untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang buruk. Setelah cut-off, putaran final baru akan dimainkan dengan menggunakan waktu tee.
”Persiapannya tentu berbeda karena kombinasi seperti ini menuntut lebih banyak personil. Tentu ada penambahan biaya, tapi apa boleh buat agar penyelenggaraan tidak sampai tertunda akibat cuaca,” jelas Michael.
Keputusan ini jelas memberi warna tersendiri bagi para peserta, yang lebih sering bertanding dengan mengikuti waktu tee masing-masing.
Putaran pertama dan kedua akan berlangsung mulai pukul 07:00, sementara putaran final diperkirakan akan diikuti total 54 peserta putra dan 24 peserta putri.


