Rayhan Abdul Latief dan Rayi Geulis Zullandari memastikan awal tahun yang membanggakan dengan menjuarai Kejuaraan Nasional Golf Junior 2022.

Dua pegolf asal PGI Kabupaten Bekasi, Rayhan Abdul Latief dan Rayi Geulis Zullandari, sukses mengawali tahun 2022 ini dengan memenangkan gelar Juara Nasional Golf Junior. Keduanya memastikan status juara tersebut usai menjadi yang terbaik di kelompoknya masing-masing pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Junior, yang digelar di Gading Raya Padang Golf dan Klub.

Meskipun hasil akhir sudah hampir bisa dipastikan, bukan berarti putaran final tadi sepenuhnya berjalan mulus bagi Rayhan. Ia sempat menjaga kartu skornya, terutama setelah mencatatkan birdie pertamanya di hole 5 par 4, sampai mendapat bogey pertamanya di hole 8. Meski demikian, ia berhasil meninggalkan hole tersebut untuk kemudian menambah perbendaharaan birdie-nya di hole 9 dan 10.

”Ada beberapa tee box yang dimundurkan hari ini sehingga saya merasa kaget. Biasanya tee box dimajukan dan posisi pin yang dibuat lebih susah,” tutur Rayhan.

Posisi Rayhan makin kukuh ketika menorehkan birdie keempatnya di hole 17. Satu-satunya hal yang mungkin mengecewakan baginya ialah bahwa ia harus menutup putaran final tadi dengan bogey di hole 18, meskipun tak cukup untuk tak menggoyahkan posisinya untuk menjuarai Kejurnas Golf Junior pertamanya dengan status Best Gross Overall.

”Pertama kali saya mengikuti Kejurnas Golf Junior ini pada tahun 2015 dan sejak saat itu saya tidak pernah absen sampai sekarang. … baru kali ini bisa meraih Best Gross Overall.” — Rayhan Abdul Latief.

”Pertama kali saya mengikuti Kejurnas Golf Junior ini pada tahun 2015 dan sejak saat itu saya tidak pernah absen sampai sekarang. Sebelumnya, sudah sempat menjadi juara, namun baru kali ini bisa meraih Best Gross Overall,” jelas Rayhan.

Kemenangan Rayhan ini turut memperpanjang serangkaian prestasinya sejak 2021 lalu. Dari total delapan ajang World Amateur Golf Ranking yang ia ikuti sepanjang 2021, pegolf yang juga merupakan salah satu atlet binaan Ciputra Golfpreneur Foundation ini tak pernah finis di luar tiga besar. Kemenangan ini sekaligus mengulangi prestasinya awal tahun 2021, ketika ia juga meraih kemenangan. Bedanya, keberhasilannya pekan ini jauh lebih prestisius.

Dari kelompok putri, meskipun memulai putaran final dengan keunggulan tiga stroke, Rayi Geulis Zullandari harus menghadapi persaingan sengit dari Fausta Bianda. Persaingan keduanya tampak sangat ketat, terutama di enam hole pertama, tatkala Rayi hanya sanggup mencatatkan satu birdie, sementara Bianda menorehkan tiga birdie.

Sayangnya, langkah Bianda tersandung di hole 7 dan 8, di mana ia harus mendapat dua bogey berturut-turut. Meski ia kemudian bangkit lewat birdie di hole 10, dua bogey lainnya di hole 13 dan 15 praktis memupuskan peluangnya untuk kembali menciptakan kejutan. Pasalnya, Rayi menorehkan skor 1-under di sembilan hole terakhirnya untuk menutup putaran final dengan skor 2-under 70 dan skor total 8-under 208, lima stroke lebih baik daripada Bianda.

Bagi Rayi, keberhasilannya kali ini juga melanjutkan prestasinya pada akhir tahun 2021 lalu. Usai nyaris menjuarai Intercollegiate Golf Series I Junior Competition, remaja putri berusia 16 tahun ini menutup tahun lalu dengan kemenangan pada ajang Indonesian Junior Golf Premier League 9.

 

Rayi Geulis Zullandari mengukuhkan statusnya sebagai pegolf putri No.1 Indonesia dengan gelar Kejurnas Golf Junior 2022. Foto: Ciputra Golfpreneur Foundation.

 

Adapun pegolf asal PGI Jawa Tengah Elaine Widjaja harus puas menempati peringkat ketiga setelah kembali membukukan skor 73 dan menorehkan skor total 1-under 215. Tiga pegolf lainnya, Bianca Naomi Amina Laksono, Reicherin Giftrudy Hanslkie, dan Sania Talita Wahyudi, berbagi tempat keempat.

Dari Kelas B kelompok putra, Jordan Indra Marcello (Taman Dayu GC) berhasil memanfaatkan keunggulan lima stroke-nya atas Kenneth Henson Sutianto (PGI Bali). Meskipun harus menyudahi pekan ini dengan skor 2-over 74, skor total 218 miliknya memberinya kemenangan enam stroke atas Kenneth, dan sepuluh stroke atas wakil PGI DKI Jakarta Teuku Husein M. Danindra.

Kejutan terjadi di Kelas B kelompok putri. Thea Jessica Tan (PGI Jawa Tengah), yang merupakan keponakan dari George Gandranata, harus merelakan posisi juara kepada Milani Adisty (Insan Golf Jakarta). Pada putaran final tadi, Thea harus mencatatkan skor 89, yang praktis memupuskan harapannya untuk menjadi yang terbaik di Kelas B ini.

Sebaliknya, meskipun tidak menampilkan permainan sebagus hari kedua, skor 79 yang ia bukukan sudah cukup bagi Milani untuk membawa pulang trofi juara di Kelas B.