Bintang golf Amerika Billy Horschel menikmati impian seorang ayah yang juga pegolf setelah ketiga anak dan istrinya berlari ke green hole 18 di Muirfield Village dan merayakan kemenangan empat stroke-nya pada Memorial Tournament presented by Workday. Gelar PGA TOUR ke-7 yang ia raih pada ajang yang digelar Jack Nicklaus ini ikut menempatkannya sebagai pesaing pada U.S. Open yang digelar di The Country Club, Brookline, Massacusetts pekan ini.

Oleh Billy Horschel.

Sudah jadi guyonan dalam keluarga saya kalau istri dan anak-anak saya belum pernah menyaksikan sebuah kemenangan. Istri saya, Brittany, tidak pernah ingin terbang pada Sabgtu malam saat saya berkesempatan menang. Jadi, ia mengira kalau kehadirannya mungkin membawa kesialan. Saya berkesempatan menang di Bay Hill tahun ini dan keluarga saya ada di sana. Mereka menunggu di green hole 18 dan ketika saya melangkah di sana, saya berpeluang memasukkan putt untuk play-off dengna Scottie Scheffler, tapi saya melewatkan kesempatan itu.

Saya selalu menginginkan momen ketika keluarga saya berlari, anak-anak saya berlari di atas green, momen yang selalu bisa saya kenang bertahun-tahun kemudian dan mereka juga bisa mengenang sepanjang hidupnya, dan menyelamati ayah mereka atas sebuah kemenangan. Jadi, melihat video dan foto-foto saat menjuarai Memorial Tournament presented by Workday sepanjang hidup saya menjadi sesuatu yang spesial.

Kemenangan mana pun selalu spesial. Ya, memang susah menang pada PGA TOUR dan saya sudah sering bilang kalau selama bertahun-tahun saya mungkin lebih banyak menonton golf ketimbang pegolf PGA TOUR mana pun di TV. Mungkin saja hal tersebut sesuatu yang baik, meski bisa juga hal yang buruk, tapi saya menyaksikan Tiger Woods dan melihatnya menuntaskan banyak turnamen. Saya masih belum lahir pada masa jaya Jack Nicklaus, tapi saya menyaksikan rekaman lama dan melihat bagaimana ia mengatur permainannya di lapangan golf. Ia akan memimpin dan memastikan tak pernah memberi kesempatan bagi para pesaingnya.

Saya punya pemahaman bagus tentang cara memenangkan turnamen golf. Seringkah saya menempatkan diri pada posisi tersebut? Jawabnya tidak. Namun, rekor saya cukup bagus ketika punya peluang menang dan bisa menuntaskannya. Anda memahami nilai sebuah par, yang sangat berarti pada hari Minggu, terutama ketika Anda berada di sekitar pemimpin atau memimpin sebuah turnamen.

Saya orang yang suka berjuang keras. Saya orang yang tak keberatan, meski kelihatannya jelek, tapi selama bola bisa masuk lubang dengan jumlah pukulan tersedikit … itulah yang penting. Pada putaran final di Memorial itu, saya mulai merasa sangat solid dengan swing saya, dan saya mendapati cara memasukkan bola ke lubang secepat mungkin. Dan rasanya saya melakukannya dengan sangat baik.

 

Billy Horschel (kanan) akhirnya merayakan kemenangan di green hole 18 pada Memorial Tournament presented by Workday 2022. Foto: Getty Images.

 

Sepekan sebelum U.S. Open menjadi pekan jeda buat saya. Jelas rekor saya pada ajang Major cukup buruk, tapi saya merasa sangat percaya diri dengan apa yang kami lakukan dalam dua tahun terakhir. Hasilnya tidak selalu bagus dan saya menuju ke U.S. Open ini dengan memahami bahwa Anda harus memukul bola dengan luar biasa bagus, itulah sesuatu yang saya lakukan dengan sangat baik beberapa hari terakhir ini. Anda harus selalu memasukkan putt dna saya sangat mahir memasukkan putt di bawah jarak 3 meter. Kedua hal inilah yang krusial pada U.S. Open, dan saya pikir saya memenuhi kriteria itu.

Saya selalu merasa lapangan-lapangan U.S. Open dan cara mereka menyiapkannya selalu memihak saya dengan sangat baik. Memang satu-satunya sepuluh besar saya ada pada U.S. Open, jadi semoga saya bisa mengubah catatan itu dengan segera. Anda harus benar-benar mengontrol bola dengan sangat baik dengan permainan iron di sekitar green ketika permukaannya sangat keras dan sangat licin dan menempatkannya persis di titik sasaran Anda di green dan menjaganya tetap di green, tapi juga memberi peluang pasti untuk mendapat birdie.

Pada titik ini, saya merasa sangat nyaman dengan posisi permainan saya. Saya seorang perfeksionis dan akan mengambil jeda serta terbang Minggu pagi dan mengecek Brookline untuk pertama kalinya. Saya belum pernah ke sana meskipun menyaksikannya tahun 1999 saat AS menjuarai Ryder Cup. Istri saya bermain sebagai tamu anggota di saya tahun lalu, jadi dia lebih tahu lapangannya ketimbang saya!

Bicara soal Ryder Cup, saya tidak benar-benar fokus pada daftar poin Ryder Cup atau Presidents Cup. Saya selalu merasa kalau melakukan tugas saya, saya bakal bisa masuk tim, entah dari sisi poin atau sebagai pilihan kapten. Untuk lebih dari satu dekade terakhir, saya selalu nyaris masuk tim Ryder Cup atau Presidents Cup. Saya hanya belum main bagus dalam beberapa bulan sebelum seleksi tim dan saya tahu kalau perjalanan masih panjang sampai seleksi untuk Presidents Cup di Quail Hollow di September.

Saya hanya ingin bermain dab bermain dengan sangat bagus. Semoga kalau bisa bermain dengan baik, semuanya akan berjalan dengan baik buat saya. Begitulah mentalitas dan fokus saya. Yang berlaku untuk rasa percaya diri saya menunjukkan hal yang kami lakukan di rumah dan tiap pekan, bahwa kami melakukan hal-hal yang tepat.

 

Jack Nicklaus bersama Billy Horschel dan anak-anaknya
Billy Horschel (kanan) dan anak-anaknya menerima trofi dari Jack Nicklaus. Foto: Getty Images.

 

Selama bertahun-tahun saya terus menyampaikan hal ini: Anda berjuang keras pada permainan Anda dan berusah melakukan hal-hal yang tepat dan terkadang hasilnya tak selalu langsung terlihat. Butuh sedikit lebih lama dan beberapa orang tak langsung melihat hasilnya. Mereka mengubah pelatihnya, hal-hal yang mereka lakukan, dan menyerah dari prosesnya. Saya tidak seperti itu. Saya yakin pada proses yang saya dan tim kerjakan.

Saya yakin kami mempersiapkan diri dengan lebih baik tiap pekannya. Namun, langkah ini bukan berarti saya akan selalu main bagus tiap pekan, melainkan memberi peluang yang lebih baik untuk bisa berhasil. Jadi, kemenangan terakhir ini rasanya sudah lama saya nantikan. Sungguh menyenangkan melihat hasilnya sendiri, dan menyenangkan bisa melihat hasil untuk pelatih saya, Todd Anderson, yang sudah bersama saya sejak 2008. Ia bekerja keras. Dan selalu berusaha membuat saya menjadi lebih baik.

Kedi saya, Fooch (Mark Fulcher) bergabung denga tim sekitar setahun lalu. Dan semua orang, mulai dari pelatih fisik dan fisio, kami selalu bekerja keras. Saya mungkin mendorong tim saya untuk bekerja keras juga karena saya pekerja keras. Kadang merasa merasa lelah karena saya ingin selalu mendorong dan melangkah maju. Hebatnya mereka semuau memahami kalau bahwa semua upaya itu demi kebaikan tim dan semoga memberi peluang terbaik untuk menang. Dan senang bisa meraih tiga kemenangan dalam rentang sekitar 15 bulan (WGC-Dell Technologies Match Play 2021 dan BMW PGA Championship 2021).

Menurut saya Fooch merupakan salah satu kedi terbaik, kalau pun bukan kedi nomor satu. Ia telah melakukan tugas ini selama 30 tahun ia telah membantu banyak pemain hebat. Ia membagikan pengalamannya. Ia telah melihat apa yang pemain terbaik, entah pada LPGA atau PGA TOUR, lakukan untuk bisa sukses dan memberi sedikit pengetahuan tambahan itu. Ia memberi kenyamanan buat saya di lapangan dengan memastikan kami melakukan hal-hal yang tepat.

Saya selalu bilang kalau saya butuh kedi yang benar-benar kulit badak dan punya selera humor karena saya suka tertawa dan melakukan hal yang sama. Jadi, Fooch menjadi aset yang luar biasa. Ia menjadi kepingan yang hilang bagi tim kami dan saya merasa bahwa dialah yang kami butuhkan. Dan Anda bisa lihat betapa pentingnya ia dalam kemenangan-kemenangan yang kami raih dalam 15 bulan terakhir.