Kiradech Aphibarnrat menegaskan reputasinya sebagai pegolf kelas dunia dengan bermain 4-under 68 pada ajang World Golf Championships-HSBC Champions kemarin (25/10). Permainan solidnya tersebut kemarin menempatkan ia di posisi kelima bersama Billy Horschel, Tommy Fleetwood, Rafa Cabrera Bello, dan C.T. Pan.Bersama Pan, Kiradech menjadi pegolf Asia dengan skor terbaik dan berada di posisi tertinggi usia putaran pertama kemarin. pada turnamen elit yang diikuti oleh 78 peserta ini. Mereka hanya berjarak empat stroke dari Patrick Reed, yang memimpin klasemen sementara.Rekam jejak Kiradech pada ajang World Golf Championships sejauh ini sangatlah positif. Sebelumnya, ia sempat dua kali finis di lima besar pada ajang WGC-Mexico Championship dan WGC-Dell Technology Match Play. Dan pada putaran pertama kemarin, ia menunjukkan kalau ia memang layak berada di jajaran elit turnamen yang diikuti oleh 78 pemain ini.Pada hari pertama kemarin, Kiradech bermain cukup konservatif untuk membukukan enam birdie dan dua bogey.”Saya hanya berusaha untuk menaruh bola di fairway dan memberi peluang memainkan pukulan kedua. Ada banyak birdie di lapangan, tapi Anda tidak boleh melakukan kesalahan. Kalau menaruh bola di tempat yang salah, Anda bisa mendapatkan akibatnya,” jelas Kiradech.Ia sempat terpaksa dirawat di rumah sakit selama dua malam lantaran mengalami dehidrasi dan kelelahan usai mengikuti CIMB Classic di Malaysia. Tapi kini ia telah pulih dan permainannya menunjukkan hal tersebut.”Saya merasa percaya diri tinggi dalam dua World Golf Championships terakhir, saya bisa masuk lima besar. Sejauh ini saya hampir juara, bisa berada di posisi atas pada putaran pertama, tapi belum bisa menuntaskannya dengan baik. Ada banyak hal keliru yang terjadi pada dua putaran terakhir, tapi saya sekarang lebih berpengalaman dan makin percaya diri memainkan musim ini (2018-2019),” katanya lagi.
“Kondisi di lapangan sangat berat. Angin berembus dan berputar dengan tidak konsiten. … Anda masih harus memukul ke fairway dan sulit melakukan pukulan tee karena Anda tak bisa benar-benar merasakan angin di tee box lantaran Anda dikelilingi pepohonan.” – C.T. Pan
Nama Kiradech memang telah menjadi bahan pembicaraan publik golf di Asia, terutama berkat sejumlah prestasi gemilangnya. Selain dua kali finis di lima besar dalam ajang World Golf Championships, Kiradech juga finis di posisi 15 besar pada ajang PGA TOUR, Memorial Tournament dan U.S. Open. Bahkan pada awal tahun ini, ia meraih gelar Asian Tour ketiganya dengan menjuarai ISPS HANDA World Super 6 Perth.Serangkaian prestasi istimewa itulah yang di antaranya membantu Kiradech menjadi pegolf Thailand pertama yang mendapat keanggotaan penuh pada PGA TOUR.”Menjadi pegolf Thailand pertama yang bermain pada PGA TOUR memang memberi banyak tekanna. Tapi saya akan berusaha untuk menang, meski hanya pada satu turnamen. Saya harap generasi baru bisa melihat, meskipun berasal dari negara kecil di Asia, kami bisa bermain menghadapi para pemain top dunia. Saya hanya ingin menginspirasi mereka,” tutup Kiradech yang memulai pekan ini dengan berada di peringkat 41 dunia.Sementara itu, pemain debutan C.T. Pan, juga menunjukkan performa solidnya, membukukan skor yang sama dengan Kiradech, dan berada di tempat kelima. Ia menyebut keberhasilannya kemarin sebagai bagian dari penerapan strategi permainan yang membantunya untuk membuat pikirannya lebih stabil.”Saya mendapat banyak kesempatan, dan dua hole terakhir benar-benar hebat. Saya memasukkan putt dari luar green, jadi finis seperti itu tentu menyenangkan,” ujar Pan yang kemarin bermain tanpa bogey dan menorehkan empat birdie.”Kondisi di lapangan sangat berat. Angin berembus dan berputar dengan tidak konsiten. Jadi saya banyak melakukan pukulan rendah, berusaha agar bisa tetap mengendalikan bola. Tapi Anda masih harus memukul ke fairway dan sulit melakukan pukulan tee karena Anda tak bisa benar-benar merasakan angin di tee box lantaran Anda dikelilingi pepohonan,” sambungnya lagi.Memainkan putaran kedua, Pan berniat untuk tetap main konservatif untuk mempertahankan peluang mendapatkan birdie.Putaran kedua yang telah berlangsung akan menjadi pertarungan penting bagi sejumlah pemain, di antaranya Shubhankar Sharma. Pegolf India yang kini memimpin Habitat for Humanity Standings (Order of Merit) Asian Tour ini kemarin bermain dengan skor 80 dan berada di dasar klasemen.Putaran kedua telah berlangsung dan Anda dapat mengikuti perkembangannya melalui situs resmi PGA TOUR, Asian Tour, dan European Tour. Atau melalui aplikasi PGA TOUR dan Asian Tour berbasis Android dan iOS.

Leave a comment