Patricia Sinolungan berharap bisa memaksimalkan putaran final Indonesia Women’s Open presented by BTN untuk menciptakan momentum awal musim.
Patricia Sinolungan bisa bernapas lega lantaran berhasil memperbaiki catatan penampilannya lewat ajang Indonesia Women’s Open presented by BTN tahun ini. Meskipun pada putaran kedua harus bermain enam stroke lebih banyak daripada ketika menorehkan skor 70 pada putaran pertama, pegolf berusia 24 tahun ini memastikan dirinya melangkah ke putaran final.
Ia menjadi satu dari lima pegolf tuan rumah yang akan berjuang memperbaiki peringkat mereka di Damai Indah Golf BSD Course hari ini. Keempat nama lainnya ialah Kristina Natalia Yoko (68-70) yang kini duduk di posisi T9, pegolf amatir Sania Talita Wahyudi (68-71) di posisi T11, serta Holly Victoria Halim dan Meva Helina Schmit yang sama-sama duduk di posisi T36 setelah membukukan skor 71-72.
”Senang rasanya bisa lolos cut dan bermain pada putaran final besok (hari ini). Rasanya bersyukur bisa mendapat kesempatan ini,” ujarnya.
Memulai putaran final dengan skor 2-under, pegolf lulusan University of North Texas ini seakan bakal mengamankan tempatnya untuk putaran final setelah menorehkan birdie di hole 4. Celakanya, ia justru mengemas 5-over dalam enam hole berikutnya gara-gara menuai triple bogey di hole 6, serta bogey di hole 8 dan 10.

Meskipun kemudian menambah birdie lewat hole 13, dua bogey berturut-turut membuat posisinya makin sulit lantaran telah memiliki skor total 3-over. Justru pada saat ia membutuhkannya, Patricia berhasil menciptakan birdie di hole 17 untuk membuatnya melangkah ke putaran final.
”Saya merasa cukup puas bisa menangani tiga hole terakhir dan menciptakan birdie yang krusial di hole 17 untuk memastikan lolos cut,” sambungnya.
Sekali lagi, ia menunjukkan proses yang positif. Meskipun harus bermain over, skor 76 pada putaran kedua itu juga berarti ia bermain dua stroke lebih baik daripada penampilannya pada putaran yang sama tahun lalu (78).
”Saya ingin bermain lebih baik besok (hari ini) dan sudah mengumpulkan catatan dari dua putaran terakhir. Saya belajar dari dua hari terakhir dan akan berusaha mengambil keputusan dengan lebih baik besok.
”Saya berharap bisa terus mengikuti proses yang saya jalani, mempercayai rencana permainan, yakin pada diri sendiri, dan semoga memberi catatan skor yang bagus supaya bisa mendapatkan momentum menghadapi musim yang terbentang tahun ini.”

Kim Seo-yoon2 kini tampil sebagai pemuncak klasemen menjelang putaran final setelah pegolf berusia 23 tahun ini mengemas skor 8-under 64, yang sekaligus menciptakan rekor skor terendah sejak turnamen ini digulirkan tahun 2025 lalu.
”Hari ini (kemarin) saya berusaha bermain seagresif mungkin tanpa khawatir mendapat bogey. Itu sebabnya, saya bisa mendapat banyak birdie hari ini,” tuturnya. ”Menurut saya, tiga birdie berturtu-turut di sembilan hole terakhir dari hole 12 yang memberi momentum kedua buat saya.”
Kim akan bersaing dengan pegolf Thailand Prim Prachnakorn, yang belum lama ini mempersembahkan medali emas SEA Games untuk negaranya. Keduanya hanya terpaut satu stroke.
Meski demikian, setidaknya enam pegolf lainnya masih memiliki peluang besar untuk menciptakan kejutan. Pegolf amatir Jepang dan rekan senegaranya, Junna Okuyama, pegolf China Taipei Lee Hsin, pegolf Filipina Dottie Ardina, serta pimpinan klasemen putaran pertama asal Korea Hwang Yeon-seo duduk di posisi ketiga dengan skor total 8-under 136. Sementara Jaravee Boonchant asal Thailand berada sendirian di peringkat kedelapan dengan skor total 7-under.
Meskipun berjarak empat stroke, Yoko (T9) juga masih berpotensi menciptakan kejutan.


