Dalam tiga musim PGA TOUR sebelumnya, keberhasilan Jon Rahm mencapai puncak golf dunia bisa dengan mudah terlihat dari peringkat Strokes Gained: Total miliknya.
Oleh Mike McAllister.
Pada musim 2018-2019, Jon Rahm menempati peringkat 6 untuk kategori Strokes Gained: Total. Musim berikutnya, pegolf Spanyol ini menempati peringkat pertama. Dan musim lalu, 2020-2021, ia kembali berada di posisi teratas. Kali ini dengan rata-rata terbaik dalam kariernya, 2,098 stroke ia dapatkan dalam satu putaran. Tidaklah mengherankan jika ia bisa memenangkan 11 gelar dalam rentang waktu tersebut, termasuk empat ajang PGA TOUR, dan menjadi juara Major.
Ia menambah satu kemenangan lagi pada PGA TOUR musim 2021-2022 dengan kemenangan satu stroke pada ajang Mexico Open at Vidanta, pada hari pertama bulan Mei 2022 lalu. Dan sekali lagi, ia menjadi salah satu pemain terbaik untuk urusan Strokes Gained: Total. Saat ini ia berada di tempat kelima dengan catatan 1,709.
Bagian terbesar dalam permainan yang memberinya catatan statistik demikian ialah pukulan akuratnya dari tee.
Rahm menjadi pemain terbaik di lima besar kategori Strokes Gained: Off the Tee dalam tiga musim terakhir, termasuk peringkat ke-2 pada tahun lalu. Bagaimana musim ini? Saat ini ia ada di peringkat pertama, dengan rata-rata 1,370 tiap putaran. Angka ini berarti lebih dari 72% dari keseluruhan Strokes Gained: Total ia peroleh dengan memainkan driver.
Seiring terus berlanjutnya musim ini, bagian paling menakutkannya—setidaknya bagi para pesaingnya—ialah bahwa Rahm masih memiliki begitu banyak peluang untuk meningkatkan permainan di area-area lainnya.
Saat ini ia berada di peringkat 165 untuk Strokes Gained: Around the Green. Dengan rata-rata -7.418, Rahm kehilangan pukulan untuk area ini ketimbang para pemain lainnya. Dan ia berada di peringkat 109 untuk kategori Strokes Gained: Putting, dengan catatan 0,008.
”Saya terus berlatih keras meskipun hasilnya belum terlihat. Saya merasa agak jenuh menjawab pertanyaan terkait statistik dan putting dan shortgame dan ini dan itu.” — Jon Rahm.
Rahm tidak selalu mengalami kesulitan pada kedua kategori tersebut. Faktanya, musim lalu secara kolektif ia meraih setengah stroke per putaran dengan short game dan putting-nya. Musim 2019-2020, ia berada di 25 besar pada masing-masing kategori itu. Ia tak pernah berada di luar 100 besar untuk Strokes Gained: Around the Green, setidaknya sampai musim ini.
Bermain dengan begitu baik dari posisi yang lebih jauh dari hole memungkinkan Rahm untuk bersaing beberapa kali pada awal musim—sendirian di tempat ke-2 pada Sentry Tournament of Champions dan T3 pada Farmers Insurance Open. Namun, short game dan putting menghalanginya kembali ke jajaran juara.
Sampai ia memadukan semuanya di Meksiko.
”Saya terus berlatih keras meskipun hasilnya belum terlihat,” komentar Rahm usai meraih kemenangan. ”Saya merasa agak jenuh menjawab pertanyaan terkait statistik dan putting dan shortgame dan ini dan itu.”
Pertanyaannya sekarang menjadi berbeda, termasuk yang terbesarnya ialah berapa kemenangan lagi yang bakal Rahm raih pada musim ini?
Pendatang Baru dan Serba Pertama
Brandon Wu menjadi satu dari 27 pendatang baru yang berhak meraih status Rookie of the Year PGA TOUR musim ini. Wu meraih kartunya sebagai salah satu pemain di jajaran 50 besar Korn Ferry Tour musim 2020-2021.
Kurt Kitayama juga meraih kartu PGA TOUR dengan berada di posisi yang sama pada 2019-2020 sebagai non-anggota. Peraturan keabsahan pada PGA TOUR terbatas pada tidak lebih dari tujuh turnamen dalam musim sebelumnya. Oleh karena itu, Kiyatama dipertimbangkan sebagai pendatang baru, mengikuti pegolf Afrika Selatan Christiaan Bezuidenhout (10 turnamen pada 2019-2020) dan pegolf Australia Lucas Herbert (11 turnamen pada 2020-2021).

Baik Wu dan Kitayama mendapat dukungan di Meksiko, T2 bersama pemain veteran Tony Finau, hanya satu stroke dari skor total kemenangan Rahm. Bagi Wu dan Kitayama, inilah prestasi terbaik dalam karier mereka yang masih sangat muda. (Namun, bagi Finau ini kesembilan kalinya ia finis di tempat kedua.)
Kekuatan Wu ada pada putting-nya. Ia ada di peirngkat 54 untuk Strokes Gained: Putting musim ini. Pada putaran final hari Minggu itu, ia membukukan skor 8-under 63, menciptakan rekor lapangan di Vidanta. Hal itu tercapai berkat keberhasilannya memukul 16 green in regulation—pertanda bahwa permainan iron-nya makin tajam.
”Menurut saya pukulan saya menjadi rintangan terbesar,” ujar Wu. ”Saya ingin menganggap diri saya sebagai pemukul bola yang mahir, tapi sejujurnya, saya kesulitan untuk urusan ini pada akhir tahun lalu dan pukulan saya mulai sedikit lebih baik tahun ini. Jadi, untuk bisa memperbaikinya bukanlah hal yang mudah dan prosesnya sangat berat dan panjang, namun ketika akhirnya bisa memukul bola dengan baik rasanya sangat menyenangkan.”
Kitayama bermain dalam grup pamungkas dengan Rahm dan sebenarnya melakukan putaran yang lebih baik (68, ketimbang Rahm yang bermain dengan skor 69). Kitayama mengandalkan permainan iron-nya untuk bermain dengan baik—ia berada di peringkat 25 untuk Strokes Gained: Approach the Green.
Ia berperingkat 159 untuk Strokes Gained: Around the Green dan 133 untuk Strokes Gained: Putting pada musim ini. Jadi, ia sangat bersemangat bisa melakukan up-and-down di hole terakhir di Meksiko itu, menggulirkan putt birdie berjarak 2,4 meter untuk berbagi tempat kedua.
”Putt terakhir itu adalah putt yang sangat berbobot,” ujar Kitayama. ”Saya sangat senang melihat posisi akhir saya.”


