Jon Rahm membuktikan dirinya sebagai pegolf paling bersinar musim 2022-2023 ini dengan kemenangan ketiga musim 2022-2023.

Jon Rahm mengakhiri permainan dengan posisi yang sama seperti ketika memulai putaran final di Riviera Country Club. Pegolf Spanyol ini memastikan kemenangan dua stroke atas pesaing tangguhnya, Max Homa, dengan skor total 17-under 267, yang sekaligus memberinya gelar PGA TOUR ke-10 dalam kariernya, dan yang ketiga pada musim 2022-2023.

Memimpin sebuah turnamen di lapangan yang ikonik dan salah satu turnamen paling bersejarah pada PGA TOUR jelas memberinya rasa gugup. Ia sadar bahwa Homa menjadi salah satu pemain tangguh yang bisa mengubah situasi. Akan tetapi, bintang Ryder Cup Eropa ini punya cara tersendiri untuk mengatasi rasa gugup tersebut.

”Sudah pasti saya merasa gugup, saya juga masih manusia dan sadar akan besarnya momen ini dan lapangan golf ini. Saya belum pernah meraih tiga kemenangan PGA TOUR dalam semusim, dan bisa mewujudkannya lebih awal tentu sungguh mengagumkan, apalagi di lapangan ini. … Sebagai bagian dari sejarah golf, bisa memenangkan turnamen yang dijamu oleh Tiger dan satu lagi yang dijamu oleh Jack (Nicklaus), rasanya cukup luar biasa. Jadi, semua itu membuat saya sedikit gugup,” tutur Rahm.

Rahm langsung menorehkan birdie di hole pertamanya. Meski mendapat bogey di hole 3, ia berhasil mencatatkan dua birdie lagi di hole 7 dan 8. Lalu ketika beralih ke sembilan hole terakhirnya, dua bogey di hole 10 dan 12 sempat membuka peluang bagi pesaingnya untuk menyalip, sampai akhirnya ia menorehkan birdie lagi di hole 14 dan 16.

 

 

”Yang bisa saya bilang, hole 12, saya bermain dari tee ke green dengan sempurna, dan kemudian melakukan dua putt yang buruk. Sulit dikatakan, tapi keduanya benar-benar mengerikan, diikuti oleh bukan tee shot terbaik saya, tapi momen seperti ini terjadi di tengah-tengah putaran,” tuturnya.

Rahm menuntaskan putaran finalnya, sekaligus memastikan kemenangan dengan par di hole 18. ”Pada saat itu, saya hanya bersyukur karena pada dasarnya saya cuma butuh dua putt dari jarak 1,2 meter untuk bisa memenangkan turnamen,” ujarnya.

Kemenangan ini sekaligus mengembalikan Rahm ke posisi teratas pada Official World Golf Ranking. Meski demikian, ia tidak terlalu memikirkan urusan peringkat dunia.

”Saya memenangkan lima dari sembilan turnamen yang saya ikuti, belum pernah finis di luar tujuh besar, dan sudah memenangkan tiga turnamen (PGA TOUR). Saya tak butuh peringkat untuk memberi validasi ’kan? Saat ini saya menikmati musim terbaik dalam hidup saya dan berharap bisa terus melanjutkan hal ini,” ujar Rahm.

Sementara itu, sang tuan rumah memberi penampilan yang cukup menjanjikan. Untuk pertama kalinya sejak The Open Championship 2022, Woods tampil dalam sebuah ajang PGA TOUR, bahkan bisa bermain penuh empat putaran.

Ia memang hanya finis di posisi T45 setelah bermain dengan skor 73, menyusul skor 67 pada putaran ketiga. Secara total pemegang 82 gelar PGA TOUR ini menorehkan skor 1-under 283.

”Saya tidak akan bermain lebih banyak daripada keempat Major dan beberapa turnamen lainnya. Cuma itu, cuma segitulah tubuh saya mengizinkan.” — Tiger Woods.

”Ini sebuah kemajuan, saya melangkah ke arah yang tepat. Jelas sedikit lebih sulit daripada yang saya bayangkan. Tim saya sungguh fantastis dalam mengembalikan kondisi tubuh saya setiap hari dan membantu saya siap untuk bermain tiap hari. Ini hal tersulit yang tidak bisa saya simulasikan di rumah. Bahkan ketika bermain empat hari di rumah, adrenalinnya tidaklah sama, tidak sama dengan sebuah turnamen dengan sistem yang ada, intensitasnya, fokus untuk bermain di level ini. Sebagus apapun saya meniru suasananya di rumah, pasti tidak sama dengan ketika mengikuti turnamen ini,” jelas Woods.

Meskipun penampilannya di Riviera terbilang menjanjikan, Woods masih berniat membatasi penampilannya di lapangan.

”Seperti yang saya sampaikan tahun lalu, saya tidak akan bermain lebih banyak daripada keempat Major dan beberapa turnamen lainnya. Cuma itu, cuma segitulah tubuh saya mengizinkan. Punggung saya, dengan semua operasi yang saya alami di punggung; kondisi kaki saya, saya tidak bisa banyak ikut pertandingan. Seperti itulah masa depan saya,” tegasnya.

”Jadi, niat saya tahun lalu ialah bermain pada semua ajang Major, saya bisa mengikuti tiga di antaranya. Semoga tahun ini saya bisa mengikuti semua ajang Major …. Begitulah sisa karier saya. Saya tahu itu dan memahaminya. Seperti itulah realitas saya.”

Penampilan terbaik dari wakil Asia datang dari Kim Seonghyeon. Rookie of the Year Korn Ferry Tour 2022 ini finis di peringkat T33 setelah menorehkan skor 68 dan skor total 3-under 281.