Randy Arbenata Mohamad Bintang berniat mempertahankan gelarnya ketika Medco Pondok Indah International Amateur Golf Championship mulai bergulir besok (14/7).
Juara bertahan Medco Pondok Indah International Amateur Golf Championship Randy Arbenata Mohamad Bintang berniat kembali tampil sebagai juara. Pegolf berusia 22 tahun ini mengaku siap untuk bersaing dengan para peserta, termasuk juara edisi 2024 Rayhan Abdul Latief.
Setahun yang lalu, Randy sukses menjuarai ajang bergengsi dengan mengalahkan William Justin Wijaya lewat partai play-off setelah keduanya sama-sama mengumpulkan skor total 9-under 207.
”Untuk turnamen kali ini saya sudah melakukan tiga kali putaran latihan,” ujar Randy. ”Selain itu, saya juga masih ingat lapangannya.”
”Menurut saya pengaturan lapangan untuk tahun ini lebih mudah karena rough tidak terlalu tebal, dan green-nya rasanya lebih licin yang tahun lalu.” – Randy Arbenata Mohamad Bintang.
Sejak pertama kali mengikuti turnamen ini pada 2023 silam, Randy telah menunjukkan grafik permainan yang terus meningkat. Pada edisi perdana itu, ia hanya mencatatkan skor total 5-over 221 dan harus puas finis di posisi T10. Lalu pada edisi 2024, ia mencatatkan skor even par 216 dan finis di peringkat T6.
”Menurut saya pengaturan lapangan untuk tahun ini lebih mudah karena rough tidak terlalu tebal,” lanjut Randy lagi, ”dan green-nya rasanya lebih licin yang tahun lalu. Jadi, skor kemenangan bisa lebih rendah lagi, dan semoga banyak pemain yang juga bisa bermain dengan skor yang rendah supaya pertandingan bisa menjadi lebih kompetitif.”
Ia juga menyoroti tee di hole 8, 9, 15, 16, dan 17 yang diposisikan lebih maju daripada edisi sebelumnya. Langkah ini jelas menuntut semua pemain untuk benar-benar memiliki strategi yang lebih matang, lantaran jarak yang lebih pendek bukan berarti membuat hole-hole tersebut lebih mudah dimainkan.
Salah satu tantangan yang akan ia dan peserta lainnya hadapi ialah keputusan komite untuk melangsungkan edisi 2026 ini secara shot gun, atau serentak.
”Berdasarkan informasi dari tim, lapangan kami berada di tahap paling ideal untuk sebuah turnamen internasional.” – Erry Arsyad, Direktur Pondok Indah Golf Course.
”Jadi, para pemain harus beradaptasi karena pertandingan dengan tee time dan shotgun jelas berbeda,” tutur Direktur Pertandingan Eddy Putra.
Hal ini jelas menjadi tantangan tak hanya bagi peserta, tapi juga bagi media yang meliput ajang ini. Para peserta akan lebih sulit untuk memantau dan menyesuaikan permainannya, terutama ketika dalam posisi tertinggal. Sementara media akan lebih sulit lagi mengejar kelompok pemuncak klasemen.
”Sebagai tuan rumah, Pondok Indah Golf Course selalu berusaha membuat lapangan ini semakin menarik,” ujar Direktur Pondok Indah Golf Course Erry Arsyad. ”Berdasarkan informasi dari tim, lapangan kami berada di tahap paling ideal untuk sebuah turnamen internasional.”
Sementara itu, Ketua Panitia Hery Winarno, yang juga mewakili Pondok Indah Golf Club, menegaskan kualitas peserta tahun akan tetap terjaga. ”Pekan ini ada 71 peserta pria dan 29 wanita sehingga total peserta mencapai 100 pegolf, yang mewakili 8 negara, yaitu Amerika Serikat, China, India, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Oman, dan Vietnam. Jumlah negara ini mungkin berkurang daripada tahun lalu, tapi kami yakin kualitasnya akan meningkat,” ujarnya.


