Randy Arbenata Mohamad Bintang mencuri perhatian dengan menciptakan salah satu skor terendah putaran kedua Asia-Pacific Amateur Championship.
Bukan Jin Bo asal China, bukan pula remaja sensasional Thailand Ratchanon Chantananuwat. Skor terendah di Amata Spring Country Club pada putaran kedua Asia-Pacific Amateur Championship hari ini (28/10) ditorehkan oleh wakil Indonesia, Randy Arbenata Mohamad Bintang, dengan skor 6-under 66.
Randy, yang melakoni debutnya pada ajang Major bagi para pegolf amatir di Asia Pasifik ini, menunjukkan kematangannya untuk mengabaikan skor 79 yang ia bukukan pada hari pertama. Setelah hanya mampu mencatatkan dua birdie, dengan tujuh bogey dan satu double bogey, ia berhasil bangkit dan mencatatkan sembilan birdie.
Pada putaran kedua tadi, pegolf berusia 19 tahun ini memulai permainannya dari hole 10, di lapangan yang diakui sebagai salah satu lapangan terberat di Asia Tenggara. Bermain mulai pukul 06:52, ia justru terpaksa memulai dengan bogey di hole 10 par 4. Meski langsung mencatatkan birdie pertamanya di hole berikutnya, ia terpaksa kembali menuliskan bogey di hole 14.
Arah permainannya mulai berubah tatkala memasuki hole 17. Di hole yang di sebut-sebut sebagai satu dari hanya dua hole mengapung di seluruh dunia ini, Randy menciptakan birdie dan memulai rangkaian enam birdie berturut-turut hingga hole 4.
Langkahnya sempat tertahan oleh birdie ketiganya di hole 5 par 3, namun ia berhasil menuntaskan tiga hole terakhirnya dengan birdie di hole 7 dan 8.
”Pukulan iron saya kali ini sedang bagus sehingga ada banyak peluang untuk membuat birdie.” — Randy Arbenata Mohamad Bintang.
”Pukulan iron saya kali ini sedang bagus sehingga ada banyak peluang untuk membuat birdie,” jelas Randy. ”Selain itu, putting saya juga sangat membantu.” Dengan skor total 1-over 145, Randy akan memulai putaran akhir pekan besok dari peringkat T55.
Randy memang bukan satu-satunya yang menorehkan skor terendah pada hari ini. Catatan skor 6-under 66 miliknya itu kemudian disamakan oleh pegolf Filipina, Carl Corpus. Corpus menorehkan enam birdie tanpa bogey dan memperbaiki posisinya ke peringkat T24.
Adapun Jonathan Xavier Hartono terpaut dua stroke di belakang Randy. Seperti halnya Randy, Jonathan juga memulai hari kedua dari hole 10. Putaran kedua ini tampaknya memberi harapan setelah ia menorehkan birdie di hole pertamanya itu. Sayangnya, menjelang beralih ke sembilan hole berikutnya, juara Intercollegiate Golf Series Seri 2 ini harus menuai tiga bogey berturut-turut dari hole 16.
Dengan hanya bermain even par di sembilan hole terakhir, berkat dua birdie dan dua bogey, Jonathan harus puas dengan skor 74.
Rayhan Abdul Latief, yang bersama Jonathan turut membawa Indonesia dalam Tim Internasional pada Junior Presidents Cup bulan lalu, secara mengejutkan menorehkan skor 77, atau lima stroke lebih banyak daripada putaran pertamanya kemarin (27/10). Bermain pada siang hari, Rayhan juga memulai permainannya dengan birdie di hole 1, namun membutuhkan 37 pukulan untuk menuntaskan sembilan hole pertamanya.

Upayanya menciptakan momentum kembali terhambat oleh bogey keenam, yang ia tuai di hole 13, dan menuntaskan putaran kedua dengan bogey di hole 18. Beruntung ia juga bisa menciptakan birdie di hole 15 untuk mengurangi beban menuju putaran akhir pekan.
Adapun pemain debutan lainnya, yang juga menjadi peserta termuda tahun ini, Jordan Indra Marcello, kembali memperoleh dua birdie di hole 16 dan 18, namun harus menuliskan empat bogey dengan satu double bogey di kartu skornya.
Adapun wakil Indonesia lainnya, Hayden Aldren Suhasim harus menjalani putaran yang sangat berat lantaran hanya mendapat satu birdie, dengan sembilan bogey dan satu double bogey.
Sayangnya, perjuangan wakil Indonesia harus berakhir pada hari ini. Pasalnya, cut-off ditentukan pada skor even par 144. Dengan demikian, untuk pertama kalinya setelah 2013, Indonesia gagal menempatkan wakilnya pada akhir pekan kejuaraan bergengsi ini.
Pegolf asal China, Jin Bo, kini memimpin di puncak klasemen sementara dengan torehan 10-under 134. Hari ini ia menorehkan skor 69 dan memimpin satu stroke atas pegolf tuan rumah Ratchanon dan Cho Wooyoung asal Korea.
”Saya pikir saya memainkan semuanya dengan cukup baik. Ada beberapa kesalahan, tapi dalam golf pukulan-pukulan yang buruk bakal tercipta. Saya pikir bermain 69 di lapangan ini, Anda mesti bermain dengan baik secara keseluruhan, jadi saya pikir hari ini saya sudah bermain dengan baik,” ujarnya.


