Randy Bintang dan Rayhan Latief tampil sebagai wakil terbaik Indonesia pada akhir putaran pertama Asia-Pacific Amateur Championship.

Randy Bintang dan Rayhan Latief terpaksa mengawali perjuangan mereka pada Asia-Pacific Amateur Championship ke-17 dengan bermain di atas par. Kedua pegolf papan atas Indonesia itu sama-sama mencatatkan skor 2-over 73 di South Course, di Te Arai Links, Selandia Baru. Keduanya kini menempati posisi T29 dan terpaut sepuluh stroke dari sang juara bertahan Fifa Laopakdee asal Thailand.

Pada putaran pertama hari Kamis (29/10) tersebut, Randy sebenarnya sempat menciptakan eagle di hole 7 par 5 untuk kembali ke posisi even par. Pegolf berusia 23 tahun, yang memulai permainannya dari hole 10 ini sebelumnya membukukan empat bogey dengan dua birdie, sampai ia menciptakan eagle tersebut. Sayangnya, bogey berturut-turut membuatnya harus puas menutup 18 hole pertamanya dengan skor 73.

”Sepanjang hari ini angin berembus kencang sejak pagi. Kami bahkan kehujanan hingga tiga kali hari ini dan sekadar berusaha bermain sebaik mungkin. Saya pernah main di Royal Melbourne tahun 2023, tapi belum pernah menghadapi yang seperti ini. Kalau di Indonesia anginnya tidak akan sekencang ini,” ujar Randy.

 

Rayhan Latief, Round 1 AAC 2026.
Meski mendapat lima birdie, Rayhan Latief harus menuliskan tujuh bogey di kartu skor putaran pertamanya. Foto: AAC.

 

Dengan pemandangan ke Samudra Pasifik di 16 hole, angin jelas menjadi fitur yang konstan mengahdirkan tantangan bagi para peserta. Randy bahkan menggambarkan bagaimana ia terpaksa harus menggunakan tiga club yang lebih panjang untuk jarak yang relatif pendek.

”Misalnya saja di hole 8 yang melawan arah angin, jaraknya sekitar 150 yard dan saya menggunakan 5-iron! Sungguh brutal!” ujarnya.

Meski harus bermain 2-over, Randy jelas terbantu oleh eagle yang ia raih di hole 7 tersebut.

”Pukulannya dari bunker dan melawan angin. Bolanya memantul sekali dan kemudian masuk ke lubang,” tuturnya Randy lagi.

Dengan putaran kedua yang akan menentukan langkah menuju akhir pekan, Randy bertekad untuk mempertajam permainan putter-nya. ”Saya harus memperbaiki putting. Melakukan putting dengan angin seperti ini rasanya sulit. Saya mesti memikirkan titik awal guliran bola di atas green supaya bisa memengaruhi bola dan lain-lainnya,” tandasnya.

 

Fifa Laopakdee, Round 1 AAC 2026.
Sang juara bertahan Fifa Laopakdee langsung menempati posisi teratas dengan skor 63. Foto: AAC.

 

Adapun Rayhan harus puas mengawali langkahnya pekan ini dengan koleksi lima birdie dan tujuh bogey.

Wakil Indonesia lainnya, Jayawardana Dornan (76), Kenneth Sutianto (83), Asa Najib Bhakti (85), dan William Wijaya (86) harus berjuang ekstra keras pada putaran kedua. Masing-masing akan memainkan putaran keduanya dari posisi T56, T92, T104, dan T109.

Sementara itu, sang juara bertahan kembali menampilkan permainan yang membuatnya layak menjadi juara setahun yang silam. Mahasiswa tahun terakhir pada Arizona State University ini mencatatkan satu-satunya bogey di hole 5, tapi menciptakan tujuh birdie dan menjadi satu-satunya pegolf yang menorehkan eagle di hole 9.

”Sebelum mulai bertanding, saya tahu kalau angin bakal berembus kencang dan kondisinya akan sulit. Saya berusaha untuk menemukan irama, bermain dengan konservatif dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan fatal hari ini. Main 8-under jelas bukan irama yang saya bayangkan, tapi malah bisa mewujudkannya. Luar biasa sekali rasanya,” tutur Laopakdee, yang menikmati debutnya pada Masters Tournament dan The Open tahun ini.

Skor 63 ini membuat Laopakdee unggul tiga stroke dari pesaing terdekatnya, yang juga merupakan pegolf tuan rumah, yaitu Joshua Bai (66), serta Cooper Moore dan Ryan Xie, yang sama-sama menorehkan skor 67.