Randy Arbenata Mohamad Bintang dan Rayi Geulis Zullandari memimpin putaran pertama Intercollegiate Golf Series I Junior Competition di Damai Indah Golf PIK Course.

Para peserta harus menghadapi ujian berat pada putaran pertama Intercollegiate Golf Series I Junior Competition. Setelah sempat diwarnai hujan menjelang berlangsungnya kompetisi, para peserta harus bermain di tengah embusan angin kencang, yang menyulitkan permainan dari tee ke green di sepanjang pertandingan. Alhasil, hanya ada 23 birdie yang tercipta hari ini.

Dua wakil PGI Jawa Barat, Randy Arbenata Mohamad Bintang yang bermain di kelas Boys A, dan Rayi Geulis Zullandari yang bermain di kelas Girls A memuncaki klasemen sementara. Adapun Teuku Husein M. Danindra yang mengusung PGI DKI Jakarta harus berbagi posisi teratas dengan Danny Lin dari Damai Indah Golf di kelas Boys B. Sementara Milany Adisty memimpin di kelas Girls B.

Randy mencatatkan tiga birdie dengan empat birdie untuk memimpin di puncak klasemen Kelas A, unggul empat stroke atas Rayhan Abdul Latief, yang merupakan salah satu atlet binaan Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF).

”Hari ini pukulannya solid semua, cuma kendalanya hari ini anginnya berembus sangat kencang sehingga pukulan menjadi sulit dikendalikan. Saya harus menyesuaikan arah angin untuk bisa bermain di sini,” ujar Randy.

”Sebenarnya, karena main dari biru, saya awalnya sangat yakin bakal bisa bermain di bawah par. Cuma ternyata anginnya kencang sekali.”

Adapun Rayi berhasil memulai putaran pertama ini dengan dua birdie berturut-turut, yaitu di hole 11 dan 12. Meski harus mendapat bogey di hole berikutnya, ia masih mampu meraih birdie ketiga di hole 16. Sayangnya, ketika beralih ke sembilan hole terakhirnya, ia harus mendapat dua bogey dengan satu triple bogey dan hanya bisa menambah satu birdie. Meski demikian, skor 74 atau dua di atas par, membawanya memimpin di puncak klasemen kelas Girls B.

 

Rayi Geulis Zullandari menampilkan permainan solid untuk memegang kendali hari pertama Intercollegiate Golf Series. Foto: Ciputra Golfpreneur Foundation.

 

”Tiap memukul saya harus mengecek angin dan harus menambah nomor stik lebih banyak supaya bolanya tidak terbawa angin. Untuk besok pastinya saya akan berusaha lebih baik lagi,” tutur Rayi.

Atlet binaan CGF lainnya, Sania Talita Wahyudi, menjadi pesaing terdekat bagi Rayi. Sania menorehkan skor 78 atau 6 di atas par.

Selain Rayhan dan Sania, yang merupakan atlet inti, CGF juga menurunkan enam atlet Development, yaitu Bianca Naomi Amina Laksono (Girls A), Reicherin Giftrudy Hanslkie (Girls A), Cynthia Valerie Ong (Girls A), Richtier Noelle Hanslkie (Girls B), Caithlyn Darlene Ong (Girls B), dan Markus Maximus Soenarjo (Boys A).

Sebagai ajang yang diakui oleh Persatuan Golf Indonesia (PGI) dan Junior Golf Tour of Asia (JGTA), Intercollegiate Golf Series ini memang menuntut stamina yang prima dari para pesertanya. Pasalnya, mereka harus bermain tanpa didampingi oleh kedi, serta diwajibkan membawa tas golfnya masing-masing. Nantinya para pemenang dari Seri I ini berhak mendapatkan poin pada Junior Order of Merit Rangkings pada JGTA.

Junior Competition ini menjadi rangkaian dari Intercollegiate Golf Series, yang telah resmi diluncurkan pada hari Minggu (21/11) yang baru lalu. Sebagai ajang kolaborasi antara Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) dan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri (HIMPUNI), Intercollegiate Golf Series bercita-cita untuk memberikan jalur prestasi kepada atlet golf menuju Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.

Kompetisi Alumni dan Mahasiswa/i juga telah berlangsung untuk mengawali rangkaian Intercollegiate Golf Series ini. Sebanyak 20 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia ikut terlibat dalam kompetisi 18 hole, dengan mempertandingkan kompetisi beregu dan individual.