Chun Ingee mengambil alih posisi teratas dan memimpin perburuan gelar HSBC Women’s World Championship.
Pegolf Korea Chun Ingee berpeluang meraih gelar LPGA keempat dalam kariernya menyusul permainan tanpa bogey pada putaran ketiga HSBC Women’s World Championship, Sabtu (5/3) tadi. Skor 6-under 66 tadi membawanya ke puncak klasemen sementara dengan skor total 12-under 204.
Sudah lebih dari tiga tahun sejak terakhir ia mengangkat trofi. Terakhir ia memenangkan LPGA KEB Hana Bank Championship 2018 di negeri sendiri, dengan dua kemenangan sebelumnya terjadi pada ajang Major, yaitu U.S. Women’s Open 2015 dan Amundi Evian Championship 2016.
Meski kini memegang kendali, pegolf berusia 27 tahun ini nyaris memutuskan mundur pada putaran pertama. Lehernya terasa kejang selama beberapa saat pada pertengahan putaran pertama, yang memaksanya memanggil petugas fisio lantaran ia tak lagi bisa melakukan full swing. Beruntung setelah melakukan peregangan dan menggunakan Advil, ia berhasil mengatasi rasa nyeri itu dan membukukan skor 70 pada putaran pertamanya.
Kondisi Chun membaik dan pada putaran kedua ia membukukan enam birdie dengan dua bogey dan melanjutkan momentum itu dengan menorehkan enam birdie tanpa bogey pada putaran ketiga tadi. Pukulannya bahkan hanya meleset dari satu fairway pada hari ini.
”Saya sangat gembira karena bisa melakukan swing yang sangat baik hari ini, dan tidak banyak merasa sakit. Itu sebabnya, saya merasa besok (6/3) bisa menjadi hari yang sangat baik.”
”Saya berusaha untuk melakukan fokus ke green karena leher saya sempat kejang, jadi saya tidak ingin berusaha memukul bola dengan keras,” ujar Chun. ”Saya tidak tahu kalau pukulan saya hanya meleset di satu fairway. Itu artinya pukulan saya juga bagus. Saya bisa melihat lebih banyak hal positif besok.”
Baginya, situasi yang ia alami ini menunjukkan bagaimana golf merupakan olahraga yang unik. ”Saya hampir mundur, dan kemudian bisa mendapatkan skor yang bagus dan hari ini bisa bermain tanpa bogey,” imbuhnya.
Dengan kondisinya yang membaik, Chun jelas berpeluang untuk mengakhiri puasa gelar tiga tahunnya ketika memulai putaran final besok (5/6).
”Saya sangat gembira karena bisa melakukan swing yang sangat baik hari ini, dan tidak banyak merasa sakit,” ujarnya. ”Itu sebabnya, saya merasa besok bisa menjadi hari yang sangat baik.”
Putaran final besok juga berpotensi menghadirkan drama lagi. Pasalnya, Chun hanya memiliki keunggulan satu stroke dari dua rekan senegaranya, Lee6 Jeongeun dan Ko Jinyoung.

Lee6 sempat menikmati posisi teratas selama beberapa saat menyusul permainan luar biasa yang ia tunjukkan. Bermain dari hole pertama, ia sudah bermain 2-under dalam dua hole pertamanya. Setelah sempat mendapat bogey di hole 3, ia mencatatkan empat birdie berturut-turut di empat hoole berikutnya. Dan setelah mencatatkan bogey keduanya di hole 11, Juara U.S. Women’s Open 2019 ini menorehkan eagle di hole 13 dan meraih birdie ketujuhnya di hole 18.
”Saya sangat puas dengan hasil saya. Swing saya menjadi lebih baik beberapa hari terakhir ini, jadi saya bisa bermain dengan nyaman. Saya mendapat enam birdie di sembilan hole pertama sehingga bermain lebih santai di sembilan hole terakhir,” jelas Lee6, yang memperbaiki posisi rotasinya saat melakukan backswing usai putaran kedua kemarin (4/3).
Sementara itu, Ko, meski kembali berhasil membukukan skor 60-an untuk memperpanjang rekor permainannya, kali ini ia justru mengaku merasa tertekan karena memikirkan rekor tersebut.
”Ini putaran yang berat karena saya punya banyak peluang birdie di sembilan hole pertama, tapi banyak putt saya yang meleset dan kemudian beberapa chipping saya juga meleset. Dan kemudian, saya main even par di sembilan hole pertama, dan saya sangat brusaha untuk membuat tiga birdie di sembilan hole terakhir, yang tak kunjung membantu. Dan saya merasakan sedikit tekanan dari rekor itu, tapi saya masih bisa melanjutkannya,” jelas Ko.

Dengan empat birdie dan satu bogey, Ko mencatatkan putaran dengan skor 60-an ke-14 secara berturut-turut. Catatan ini membuatnya menyamai rekor yang selama ini dipegang oleh Annika Sorenstam dan Ryu Soyeon.
Salah satu pimpinan klasemen sementara putaran kedua, Amy Yang, juga berpeluang menciptakan kejutan pada putaran final besok (6/3). Bersama Danielle Kang dan Atthaya Thitikul, Yang kini sama-sama berada di tempat keempat dengan skor total 9-under 207, dua stroke di belakang Chun.
Sementara itu, pegolf Kanada Brooke Henderson berada sendirian di tempat ke-7 dengan 8-under 208, dengan Hannah Green, yang finis di tempat kedua pada edisi 2021 ada di peringkat T8 bersama pegolf Thailand lainnya, Pajaree Anannarukarn.


