Rayhan Abdul Latief bertekad memberikan inspirasi bagi generasi golf muda di Indonesia lewat penampilan kelimanya pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship, yang akan digelar di Te Arai Links, Selandia Baru pada 29 Oktober-1 November mendatang.
Rayhan Abdul Latief punya alasan kuat ketika menyebut Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) sebagai turnamen yang paling ia nantikan sepanjang tahun. Ajang yang diprakarsai oleh Asia-Pacific Golf Confederation (APGC), The R&A, dan Masters Tournament ini memberi panggung kompetisi level dunia bagi para pegolf amatir terbaik se-Asia Pasifik. Dengan sang juara berhak mengikuti dua ajang Major, Masters Tournament dan The Open Championship, kesempatan yang diberikan oleh ajang ini menjadi sesuatu yang Istimewa bagi para pesertanya.
Tahun ini, pegolf yang kini menempati peringkat 518 pada World Amateur Golf Ranking ini dipastikan kembali menjadi bagian dari skuad Indonesia yang akan mengikuti Kejuaraan ini. Edisi ke-17, yang menjadi keikutsertaan kelima secara berturut-turut bagi Rayhan.
”Turnamen ini sangat penting buat saya,” ujar Rayhan yang kini berusia 19 tahun. “Ini turnamen tahunan yang sangat menjadi prioritas saya tiap tahun mengingat betapa istimewanya kesempatan ini. Kalau menang, Anda berpeluang mengikuti dua kejuaraan major, jadi alasan itu menegaskan mengapa Kejuaraan ini sangat berarti.”
Rayhan menjadi salah satu dari enam wakil Indonesia yang akan berlaga di South Course, di Te Arai Links, di Selandia Baru pada 29 Oktober-1 November mendatang. Selain Rayhan, Randy Bintang (No.140), Kenneth Sutianto (No.361), William Wijaya (No.405), Jayawardana Dornan (No.507), dan Asa Najib Bhakti (No.621) juga akan mewakili Indonesia.
Tahun lalu mahasiswa University of North Texas ini berhasil mencatatkan prestasi terbaiknya selama mengikuti ajang ini. Dalam edisi ke-16 yang digelar di Dubai, Rayhan berhasil finis T17, sekaligus menyamai rekor pencapaian terbaik Indonesia yang sebelumnya diciptakan oleh George Gandranata pada tahun 2011.

Meskipun belum meraih kemenangan pada tahun ini, Rayhan memetik sejumlah pencapaian positif ketika mewakili kampusnya. Untuk pertama kalinya ia menembus 20 besar ketika mengikuti Compadres Collegiate, awal Februari, dilanjutkan dengan 20 besar keduanya pada ajang Border Olympics pada bulan yang sama. Ia kemudian mencatatkan 10 besar pertamanya di panggung NCAA lewat Louisiana Classic pada bulan Maret.
Ketika pulang ke Indonesia, ia juga sempat menembus lima besar pada Olympic Jabar Amateur Open dan tiga besa pada Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship.
Baginya, kemenangan pada ajang sekaliber AAC ini akan memberi dampak yang besar, tidak hanya baginya, tapi juga bagi Indonesia.
”Pasti akan luar biasa bermakna bagi golf di Indonesia. Saya pikir kemenangan di sana akan membantu industri golf di Indonesia untuk lebih berkembang lagi dan mendorong lebih banyak orang untuk bermain golf,” ujarnya.
Catatan penampilan Rayhan dalam ajang ini juga sebenarnya sangatlah positif. Ia kerap memperbaiki penampilannya dari tahun ke tahun sejak gagal lolos cut dalam debutnya tahun 2022 silam. Setelah itu, secara berturut-turut ia menorehkan finis di posisi T31 (2023), T24 (2024), dan T17 (2025), juga dengan catatan skor yang lebih baik (lihat catatan penampilannya pada akhir tulisan ini).
”Entah itu saya atau pemain Indonesia lainnya, saya pikir menjuarai AAC bakal menjadi momen yang besar bagi golf di Indonesia dan bakal berdampak positif bagi masa depan olahraga ini di Indonesia.” – Rayhan Latief.
Toh ia juga menggarisbawahi bahwa siapa pun wakil Indonesia yang bisa meraih kemenangan bakal berkontribusi besar dalam menginspirasi generasi baru untuk bermain golf di Indonesia.
”Menurut saya prestasi di sana juga bisa menciptakan anutan baru atau bintang baru Indonesia yang akan menginspirasi generasi selanjutnya untuk bermain golf. Jadi, entah itu saya atau pemain Indonesia lainnya, saya pikir menjuarai AAC bakal menjadi momen yang besar bagi golf di Indonesia dan bakal berdampak positif bagi masa depan olahraga ini di Indonesia.”
Langkah Rayhan dan wakil Indonesia lainnya tentu tidak mudah. Selain harus menghadapi lapangan links, yang menampilkan 16 hole dengan pemandangan Samudra Pasifik, mereka juga harus menghadapi sejumlah pemain papan atas Asia Pasifik.
Setidaknya ada delapan pegolf yang menduduki peringkat 60 besar World Amateur Golf Ranking. Mereka adalah Harry Takis dari Australia (No.17), Zackary Swanwick dari Selandia Baru (No.19), juara bertahan Fifa Laopakdee asal Thailand (No.29), Nguyen Anh Minh asal Vietnam (No.30), Josh Duangmanee dari Thailand (No.41), runner-up 2024 asal China Ziqin Zhou (No.46), Taishi Moto dari Jepang (No.49), dan Jaden Dumdumaya asal Filipina (No.51).
Catatan penampilan Rayhan Latief pada Asia-Pacific Amateur Championship 2022-2025
2025: T17 – 69-73-69-73, 4-under 284
2024: T24 – 73-73-68-68, 2-over 282
2023: T31 – 75-79-70-75, 15-over 299
2022: MC – 72-77, 5-over 149

