Rayhan Latief bertekad untuk melanjutkan perjuangannya pada akhir pekan untuk bisa kembali bersaing pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship.

Meski gagal kembali bermain under pada putaran kedua Asia-Pacific Amateur Championship di Majlis Course, di Emirates Golf Club, Rayhan Latief bertekad untuk bangkit dan mengejar Le Khanh Hung dari Vietnam, Rintaro Nakano asal Jepang, dan Harry Takis asal Australia pada akhir pekan. Ia berharap putter-nya bisa kembali tajam dan membantunya menciptakan lebih banyak birdie lagi.

Pegolf berusia 18 tahun ini harus berjuang keras untuk menuntaskan 18 hole keduanya dengan catatan 1-over 73. Kini ia mengumpulkan skor total 2-under 142 dan menduduki peringkat T15. Dengan demikian, ia terpaut sembilan stroke dari trio pemuncak klasemen tersebut.

Langkah Rayhan ini kemudian diikuti tiga pegolf Indonesia lainnya. Randy Bintang, yang tahun lalu menjadi sorotan lantaran menjadi pegolf Indonesia pertama yang memuncaki klasemen ketika berlaga di Jepang, bermain lebih baik dan membukukan skor 72. Adapun Kenneth Sutianto akhirnya bisa bermain penuh empat putaran setelah berhasil lolos cut untuk pertama kalinya setelah membukukan skor total 4-over 148.

”Saya bakal berusaha meyakinkan putter saya untuk bersikap baik besok!” — Rayhan Latief.

Skor Rayhan dalam dua putaran pertama ini sekaligus menjadi skor dua putaran pertama terbaik yang ia raih selama berpartisipasi pada Kejuaraan ini. Dalam debutnya tahun 2022, ia membukukan skor 72-77, bermain dengan skor 75-79 pada edisi 2023, dan 73-73 pada tahun lalu. Meski menciptakan rekor pribadi, Rayhan menunjukkan wajah penuh kecewa tatkala menuntaskan 18 hole keduanya di Majlis Course.

Ia sempat mengawali putaran kedua dengan membukukan bogey di hole 2 dan 8, namun berhasil bangkit dengan birdie di hole 13 dan 14. Sayangnya, ia justru harus melakukan tiga putt di hole 17 pada putaran yang menantang kali ini.

”Saya melakukan kesalahan yang tak perlu di sembilan hole pertama dan melakukan tiga putt di hole 17. Saya mesti lebih berhati-hati lagi dalam melakukan putting dalam dua putaran terakhir. Kualitas pukulan saya sih top. Kalau bisa memperbaiki putter, saya pasti bisa punya peluang untuk bersaing,” ujar mahasiswa University of North Texas yang juga membawa nama Ciputra Golfpreneur Foundation ini.

Walau masih terlihat kecewa, toh ia masih sempat bergurau dengan menyebut putter-nya mesti bisa ”bekerja sama” agar bisa lebih bersaing pada akhir pekan nanti. ”Bulir rumputnya sangat kentara di sini, tapi memang ada yang tidak beres dengan pukulan putt saya, jadi saya mesti bisa membuatnya bergulir sesuai jalurnya. Saya bakal berusaha meyakinkan putter saya untuk bersikap baik besok!” tegasnya.

 

Le Khanh Hung, Round 2 Asia-Pacific Amateur Championship 2025.
Le Khanh Hung membuka peluang menjadi pegolf Vietnam pertama yang menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship. Foto: Asia-Pacific Amateur Championship.

 

 

Nakano berhasil ikut meramaikan puncak klasemen setelah membukukan skor 6-under 66. Permainannya hari ini turut diwarnai oleh eagle di hole 13 par 5.

Sementara itu, pegolf 17 tahun Le, kini berpeluang menciptakan sejarah pada ajang ini. Sejak Asia-Pacific Amateur Championship dipertandingkan tahun 2009 belum pernah ada pegolf Vietnam yang memenangkan ajang ini.

”Rasanya saya punya strateginya. Memang sulit, tapi rasanya saya tak bisa berharap lebih karena ini turnamen yang luar biasa. Saya menikmatinya. Awalnya sih meyakinkan, tapi saya mulai merasa sedikit kesulitan pada pertengahan putaran. Saya terus mengingat diri sendiri untuk berjuang melakukan tiap pukulan,” ujar Le, yang pekan ini ditemani oleh sang ayah, Van Lan, sebagai kedi.