Rayhan Latief berhasil memperbaiki rekor George Gandranata pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship di Te Arai Links, Selandia Baru.
Rayhan Latief tidak bisa menutup kekecewaannya setelah kembali terpaksa bermain di atas par pada putaran final Asia-Pacific Amateur Championship. Ia mungkin beberapa kali tampak menikmati bermain di Te Arai Links yang luar biasa indah. Akan tetapi, skor 2-over 73 putaran final, terlebih setelah sempat bermain under pada hari ketiga, jelas bukan hal yang memuaskan. Satu-satunya hal yang bisa ia banggakan ialah skor tersebut ternyata cukup untuk memecahkan rekor yang bertahan selama 15 tahun terakhir pada Kejuaraan ini.
Memulai putaran final dari posisi T14, namun akhirnya hanya finis di posisi T16, jelas tidak memuaskan. Apalagi ia sempat tampil cukup stabil di sembilan hole pertamanya, bahkan sempat menciptakan birdie di hole 4 par 4. Sayangnya, ia justru terpaksa mencatatkan bogey di hole 11, 13, dan 18 sehingga harus puas mengumpulkan skor total 7-over 291 dan finis di posis T16, satu peringkat lebih baik daripada yang George Gandranata ciptakan tahun 2011, serta yang ia torehkan tahun lalu di Dubai.
”Pastilah ini menjadi pengalaman baru dalam memainkan lapangan links yang sejati, dengan kondisi yang cukup berat dalam beberapa hari terakhir. Jelas ini menjadi pelajaran yang berharga buat saya dan karier saya,” ujar mahasiswa tingkat kedua pada University of North Texas ini.
Rayhan jelas tidak mengada-ada. Pada hari Jumat (30/10), misalnya, kecepatan angin dilaporkan mencapai 58 km/jam, yang memaksanya mencatatkan skor terbesarnya sepanjang pekan.
”Pastilah ini menjadi pengalaman baru dalam memainkan lapangan links yang sejati dengan kondisi yang cukup berat dalam beberapa hari terakhir.” — Rayhan Latief
”Saya membuang sejumlah pukulan di hole-hole par 5, padahal seharusnya saya menghindarinya. Pelajaran berharga dari pekan ini ialah saya mesti lebih melatih pukulan tee saya,” tutur Rayhan lagi.
Dengan Asia-Pacific Amateur Championship akan kembali digelar di Hoiana Shores Golf Club, yang juga merupakan lapangan links pada tahun 2027, pengalaman kali ini akan menjadi modal berharga untuk kembali mengejar mimpi besarnya.
”Pastilah ini menjadi pengalaman baru dalam memainkan lapangan links yang sejati dengan kondisi yang cukup berat dalam beberapa hari terakhir. Jelas ini menjadi pelajaran yang berharga buat saya dan karier saya,” sambungnya.
”Saya seratus persen menantikan tahun depan. Dengar-dengar lapangannya tidak sekeras lapangan di sini, tapi pasti memberi gambaran tantangannya bakal seperti apa.”

Seperti halnya Rayhan, yang mengawali dan menutup Kejuaraan ini dengan skor 73, Randy Bintang juga melakukan hal yang serupa untuk finis di posisi T46 dengan skor total 303.
Adapun pemain debutan Indonesia Jayawardana Dornan finis dua stroke di belakang Randy, dan menduduki posisi T48.
Fifa Laopakdee memastikan kembali ke Augusta National untuk mengikuti Masters Tournament, serta St Andrews untuk The Open Championship tahun 2027. Pegolf Thailand ini menciptakan birdie di hole terakhir untuk memastikan kemenangan tiga stroke atas wakil tuan rumah Zack Swanwick.
Sepanjang putaran final itu, mahasiswa tingkat akhir pada Arizona State University ini menampilkan permainan yang tenang dan memukau. Sempat bermain 2-over dalam delapan hole pertama, ia menciptakan tiga birdie di sepuluh hole berikutnya.
”Saya kira saya merasa lebih tenang di hole-hole terakhir, dan bisa menuntaskannya rasanya sungguh luar biasa.” — Fifa Laopakdee.
”Pertandingan yang berat. Cooper (Moore) dan Zack (Swanwick) merupakan dua pemain yang spekakuler dan menyudutkan saya. Saya kira saya merasa lebih tenang di hole-hole terakhir, dan bisa menuntaskannya rasanya sungguh luar biasa,” tutur Laopakdee.
Ia masih tertinggal dua stroke di belakang Swanwick, sampai akhirnya pesaing terdekatnya itu mendapat triple bogey, sementara ia berhasil menciptakan birdie di hole 11 itu.
Kemenangan ini tak hanya menyejajarkannya dengan Hideki Matsuyama (2010/2011) yang sukses mempertahankan gelar, tapi juga menegaskan kemampuannya untuk bisa kembali bersinar.
”Ini tahun yang berat buat saya. Permainan saya sepanjang tahun ini tidak begitu bagus, dan karena ajang ini menjadi salah satu ajang terakhir, saya ingin membuktikan kepada diri sendiri kalau saya masih punya kemampuan dan bisa kembali memenangkan ajang ini. Bisa mewujudkannya jelas menjadi luar biasa berarti bagi saya,” ujar Laopakdee.

