Rayhan Latief menyamai prestasi George Gandranata pada Asia-Pacific Amateur Championship setelah menuntaskan edisi 2025 dengan skor total 284.
Rayhan Latief menuntaskan penampilannya yang keempat pada Asia-Pacific Amateur Championship dengan perasaan kecewa. Pegolf berusia 18 tahun ini hanya bisa bermain 1-over 73 pada putaran final di Majlis Course, di Emirates Golf Club, Minggu (26/10) sore tadi. Dengan skor total 4-under 284, ia akhirnya finis di peringkat T17, finis terbaiknya selama ini, yang sekaligus menyamai prestasi George Gandranata yang tercipta pada tahun 2011.
Meski berhasil menyamai prestasi yang tercipta 14 tahun silam, Rayhan mengaku tidak merasa puas dengan pencapaiannya pada pekan ini. Apalagi, ia sebenarnya sempat bermain 2-under dalam lima hole pertamanya. Sayangnya, mendapat bogey di hole 6 dan 9 untuk bermain even par di sembilan hole pertamanya. Dan ketika bertolak ke sembilan hole terakhir, tak satu birdie pun yang ia raih. Alih-alih, ia mendapat bogey di hole 15 dan mengakhiri perjuangannya dengan skor 73.
Meski sama-sama finis di posisi T17, Rayhan masih bermain satu stroke lebih baik daripada George. Pada tahun 2011, George bermain dengan skor 71-70-77-67 untuk finis dengan skor total 3-under 285. Sementara, pekan ini Rayhan bermain dengan skor 69-73-69-73 untuk skor total 284.
”Masih ada ruang untuk bertumbuh, masih ada waktu untuk meningkatkan permainan, dan saya akan berjuang keras dan memastikan sayalah yang bisa mengangkat trofi tahun depan.” — Rayhan Latief.
”Tentunya saya berharap lebih. Saya berharap bisa memenangkan Kejuaraan ini,” ujar mahasiswa University of North Texas ini.
”Ada kalanya beberapa hal tidak berjalan sesuai dengan harapan. Saya bersyukur untuk pekan ini karena kualitas pukulan saya cukup bagus, dan ini merupakan aspek yang penting supaya bisa main bagus di lapangan golf ini. Dan akan selalu ada hal yang bisa dipelajari. Kalau melihat papan klasemennya, permainan saya memang belum cukup bagus untuk memenangkan Kejuaraan ini.
”Masih ada ruang untuk bertumbuh, masih ada waktu untuk meningkatkan permainan, dan saya akan berjuang keras dan memastikan sayalah yang bisa mengangkat trofi tahun depan.”
Rayhan mengaku tidak memusingkan soal rekor. ”Memang bagus bisa menjadi pegolf terbaik Indonesia pada ajang ini, tapi itu bukan target utama saya,” ujar Rayhan. ”Sekarang saya mesti fokus ke kuliah saya setelah absen pekan ini, termasuk mengerjakan tugas-tugas kampus. Setelah itu baru saya mulai memikirkan soal Southeast Asian Games (SEA Games) akhir tahun nanti.”
Adapun Randy, yang memulai putaran final dari posisi T26, kembali bermain under dan mencatatkan 1-under 71. Dengan skor total 1-under 287, ia berhasil finis di posisi T24.

”Saya belajar banyak. Pekan ini saya harus bermain dengan sabar, sementara saya tidak terbiasa main seperti itu. Namun, saya masih bisa main sabar dan berjuang sepanjang pekan ini. Ada beberapa kesempatan untuk bisa main dengan skor rendah, tapi saya terus melakukan kesalahan. Ke depan nanti saya harus berusaha menghindari kesalahan-kesalahan serupa,” ujar pegolf berusia 22 tahun ini.
Ia mengaku pengalaman bertanding pada ajang sekaliber Asia-Pacific Amateur Championship menjadi modal berharga menuju SEA Games bulan Desember mendatang. ”Semoga kami bisa memenangkan medali emas untuk nomor individu dan beregu,” imbuhnya. ”Kejuaraan pada pekan ini merupakan turnamen amatir terbesar di Asia. Tentunya modal dari sini akan meningkatkan percaya diri untuk persiapan kami menuju SEA Games.”
Adapun pegolf Indonesia lainnya, Kenneth Sutianto, menyudahi perjuangannya dengan membukukan skor 78. Setelah gagal lolos cut dalam pada edisi 2023 dan 2024, ia berhasil mencatatkan penampilan terbaiknya pada Kejuaraan ini. Ia menempati posisi T53 dengan skor total 300.
Pegolf Thailand Fifa Laopakdee akhirnya tampil sebagai juara setelah mengalahkan pemuncak klasemen hari ketiga Taisei Nagasaki asal Jepang. Keduanya harus memainkan hole tambahan lantaran sama-sama membukukan skor total 15-under 273. Laopakdee mengalahkan Nagasaki di hole tambahan ketiga untuk menjadi pegolf Thailand pertama yang menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship. Kemenangan ini turut memberinya hak untuk tampil pada Masters Tournament di Augusta National dan The Open Championship ke-154 di Royal Birkdale tahun depan.
Rekor penampilan Rayhan Latief pada Asia-Pacific Amateur Championship 2022-2025


