Sejak menjuarai The Masters Tournament, ini belum sekali pun Patrick Reed membuka sebuah turnamen sebagai pimpinan klasemen. Tapi bermain turnamen pertamanya dalam PGA TOUR musim 2018-2019, permainan Reed di Sheshan International Golf Club pada putaran pertama kemarin (25/10) memang terbukti menjadi yang terbaik.
Pertama dan yang sudah jelas, ia menjadi satu-satunya pemain yang membukukan skor 64. Kedua, 8-under yang ia peroleh hari ini juga dia peroleh dengan mencatatkan delapan birdie dan tanpa satu bogey pun. Ketiga, dan ini yang menjadi alasan utama mengapa ia bisa membukukan skor tersebut, Reed memukul bolanya ke 12 dari 14 fairway dan memukul 18 dari 18 green, cukup untuk menyebut bahwa akurasi permainannya luar biasa pada hari ini.
“Sungguh menyenangkan bisa kembali ke sini dan memainkan turnamen pertama saya (pada musim 2018-2019). Rasanya saya bisa memukul bola dengan sangat solid, saya benar-benar memiliki kendali penuh, terutama dengan betapa beranginnya kondisi pada hari ini (kemarin),” jelas Reed.
Pada putaran pertama kemarin, pukulan Reed hanya meleset di dua fairway.
“Sungguh menyenangkan karena jika Anda bisa mencatatkan skor seperti ini dalam kondisi seperti di luar tadi (kemarin), Anda tahu bahwa Anda harus memiliki kepercayaan diri bermain ketika angin berhenti berembus dan kondisi berubah menjadi sempurna,” sambungnya
Sejauh ini, Reed baru sekali menjuarai ajang World Golf Championship, dan hal itu terjadi empat tahun lalu ketika ia menjuarai WGC-Mexico Championship. Ia menjadi menjadi pegolf termuda yang pernah menjuarai sebuah ajang World Golf Championship dengan berusia 23 tahun, 7 bulan, dan 4 hari.
Tapi ajang tersebut juga menjadi satu dari tiga turnamen di mana ia berhasil membuka putaran pertama dengan menjadi pimpinan klasemen dan menuntaskannya dengan kemenangan. Dua turnamen lainnya ialah Humana Challenge 2014 dan Sentry Tournament of Champions 2016.
Reed menuntaskan putaran pertama kemarin dengan keunggulan dua stroke dari Xander Schauffele dan Tony Finau. Sama seperti Reed, Schauffele juga bermain tanpa bogey, tapi dengan dua koleksi birdie lebih sedikit. Seperti halnya Reed, Schauffele juga memulai hari pertamanya dari hole 10, namun baru bisa membukukan birdie di hole 17 dan 18. Ia menambah empat birdie lagi di sembilan hole berikutnya, termasuk tiga birdie berturut-turut dari hole 2.
“Ini lapangan golf terpanjang yang pernah saya mainkan.” – Tony Finau
WGC-HSCBC Champions ini merupakan partisipasi kedua baginya setelah tahun lalu berhasil finis T46. Sejauh ini prestasi terbaiknya dalam sebuah ajang World Golf Championship ialah ketika berhasil finis T13 pada WGC FedEx St. Jude Invitational, dan kali ini ia tengah dalam misi berusaha finis di sepuluh besar untuk pertama kalinya.
“Hari ini (kemarin) agak sedikit berangin. Sepatu kami basah di beberapa hole pertama dan saya berhasil mengamankan beberapa hole. Saya berhasil melakukan putt yang sangat jauh pada awal putaran, jadi sebenarnya mudah saja untuk bermain di atas par,” jelas PGA TOUR Rookie of the Year 2016-2017 ini.
“Menyenangkan bisa bermain tanpa bogey dan mempertahankannya sampai akhir putaran. Anda memang tidak bisa memenangkan turnamen pada hari Kamis. Ini klise, tapi semua orang bilang begitu dan memang benar. Tapi saa menerima skor 66 ini,” sambungnya.
Angin yang ikut bermain di lapangan juga diakui menjadi tantangan tersendiri bagi Tony Finau, yang kemarin juga menyamakan skornya dengan skor Schauffele, 6-under 66.
“Saya rasa angin mulai berembus di sembilan hole pertama di sini, yang menjadi sembilan hole kedua saya. Saya bisa melakukan beberapa pukulan jauh, yang benar-benar menjadi sorotan permainan hari ini dan mempertahankan momentum buat saya sepanjang putaran ini,” tutur Finau yang tak pernah finis lebih buruk dari posis T27 pada ajang World Golf Championship.
Momentum itulah yang dipertahankan oleh Finau. Usai mendapat birdie di hole keduanya, yaitu hole 11, ia menambah koleksi birdienya lagi di hole 14, 15, dan 18. Usai birdie di hole 3 dan 5, Finau mendapat satu-satunya bogey pada hari pertama kemarin di hole 6, namun ia menorehkan birdie ketujuhnya di hole 8.
“Ini lapangan golf terpanjang yang pernah saya mainkan. Ini memang baru kali kedua saya main di sini, tapi saya tidak ingat kalau memainkan hole-hole di sini sepanjang sekarang. Tapi saya sangat puas dengan permainan saya hari ini,” tandasnya.
Sementara itu, Juara FedExCup 2018 Justin Rose memulai upayanya untuk menjadi pegolf pertama yang mempertahankan gelar WGC-HSBC Champions ini dan menjadi pemain kedua setelah Tiger Woods yang mempertahankan gelar World Golf Championship. Ia memulai upayanya tersebut kemarin dengan membukukan skor 3-under 69.
Rose sempat memulai putaran pertamanya dengan solid, membukukan dua birdie di empat hole pertamanya, sebelum kemudian mendapat bogey di hole 9. Ia menambah tiga birdie lagi di sembilan hole terakhirnya, namun harus mengakhiri putaran pertama dengan bogey.
Putaran kedua telah berlangsung dan Anda dapat mengikuti perkembangannya melalui situs resmi PGA TOUR, Asian Tour, dan European Tour. Atau melalui aplikasi PGA TOUR dan Asian Tour berbasis Android dan iOS.


