Bagaimana IJG Challenge 18 berhasil menawarkan rekreasi keluarga sambil berkompetisi di Padang Golf Cilangkap.

Konsep kegiatan orangtua sebagai kedi mungkin bukan hal yang baru. Turnamen junior yang melibatkan orangtua sebagai kedi sudah beberapa kali berlangsung di Indonesia. Namun, apa yang terjadi pada Sabtu (16/5) lalu terasa lebih istimewa lagi.

Indonesian Junior Golf (IJG) Challenge 18 berubah menjadi panggung rekreasi keluarga sembari melakoni kompetisi 18 hole. Selain memberi kesempatan bagi orangtua mengalami peran kedi sambil mendampingi anak-anak mereka bertanding, anggota keluarga yang juga ikut hadir ternyata bisa mendampingi ke lapangan.

 

IJG Challenge 18, Padang Golf Cilangkap.
Kesempatan bermain dengan ditemani orangtua menjadi pengalaman yang seru. Foto: Indonesian Junior Golf.

 

Kebijakan yang diberikan oleh manajemen Padang Golf Cilangkap akhir pekan itu jelas disambut dengan sukacita oleh para orangtua. Apalagi manajemen sama sekali tidak mengenakan biaya tambahan sama sekali–pengalaman yang hampir tidak bisa didapatkan di lapangan-lapangan lain.

Alhasil, IJG Challenge 18 ini menyuguhkan nuansa rekreasi keluarga di Padang Golf Cilangkap lantaran orangtua dan anggota keluarga lainnya ikut mendampingi 40 peserta yang mengikuti kompetisi ini.

”Manfaat yang paling terlihat dari kegiatan akhir pekan itu ialah dari segi ketelitian. Kehadiran orangtua yang tentunya lebih teliti menjadikan pencatatan skor di lapangan menjadi makin teliti. Salah satu isu besar yang kita hadapi ialah dari sisi real vs unreal score. Anak-anak tidak terbiasa menghitung skornya sendiri karena terbiasa bermain dengan kedi, sementara tak jarang kedi juga keliru dalam menghitung skor. Adanya kegiatan Parents as Caddy ini turut meminimalisasi kesalahan skor tersebut,” tutur Gian Perkasa, yang pada akhir pekan itu berperan sebagai direktur pertandingan.

Posisi orangtua sebagai kedi dalam kegiatan ini memang memberikan manfaat lain. Selain memberi akses langsung bagi orangtua dan anggota keluarga lainnya untuk melihat secara langsung bagaimana cara anak bermain di lapangan, mereka juga bisa merasakan langsung betapa menantangnya olahraga ini.

 

IJG Challenge 18, Padang Golf Cilangkap.
IJG Challenge 18 di Padang Golf Cilangkap turut memberi kesempatan bagi orangtua dan anggota keluarga lainnya untuk menemani putra-putri mereka berlaga di lapangan. Foto: Indonesian Junior Golf.

 

”Mereka jadi bisa lebih mempunyai rasa empati terhadap perjuangan anak-anaknya. Hanya saja, seperti yang saya sampaikan dalam pembukaan kegiatan ini, orangtua juga harus bisa membedakan peran mereka antara sebagai kedi dan sebagai orangtua saat berada di lapangan,” sambung Gian lagi.

Bagi anak-anak yang lebih kecil, kehadiran orangtua juga lebih menciptakan rasa nyaman ketika mereka berada di lapangan.

Guna mengakomodasi para peserta, pihak penyelenggara membagi 40 peserta itu ke dalam tiga kategori umur, yaitu U19, U13, dan U9. Dari kategori U19 Abdilla Adjie Bimantoro (94) dan Zaskya Queen Meylani (95) tampil sebagai yang terbaik. Sementara Muhammad Akmal Salim (90) dan Immanuela Greta (93) menjadi yang terbaik untuk kelompok U13. Sedangkan Shalvito Mougen Prayugo (94) dan Shafiyyah Zahratul Jannah (101) memenangkan kelompok U9.

”Saya pikir kegiatan ini bagus dan perlu dilaksanakan lebih sering, mengingat Padang Golf Cilangka juga cukup mengakomodasi. Cuma mungkin perlu melakukan beberapa pertimbangan agar kegiatan bisa berjalan lebih lancar,” tutup Gian.

 

IJG Challenge 18, Padang Golf Cilangkap.
Para peserta dan pemenang berpose menutup gelaran IJG Challenge Series 18 di Padang Golf Cilangkap, Sabtu (16/5). Foto: Indonesian Junior Golf.