Scottie Scheffler menjadi pegolf pertama yang sukses mempertahankan gelar THE PLAYERS Championship.

Scottie Scheffler mengawali THE PLAYERS Championship ini dengan baik. Skenario mempertahankan trofi tampak berjalan dengan lancar ketika ia mengakhiri putaran pertamanya dengan 5-under 67, putaran yang ia gambarkan sebagai ”permainan golf yang sangat baik pada hari Kamis.”

Lalu pada hari Jumat, ia sudah bermain 2-under tatkala merasakan sakit di lehernya dan berjuang mengatasi kondisi demikian hingga menuntaskan putaran kedua dengan skor 69.

”Saya pernah bilang sebelumnya, ketika mendapat cedera akut seperti itu, jika bisa bangun keesokan harinya dengan merasa sedikit lebih baik atau persis sama, Anda sudah beruntung. Biasanya pagi hari setelah mengalami situasi demikian, kondisinya bisa lebih buruk. Jadi, hari Sabtu itu saya bangun dan merasa sedikit lebih baik. Bisa melakukan sejumlah pukulan kemarin (Sabtu), meski tak banyak juga,” tutur Scheffler, yang menuntaskan putaran ketiganya dengan skor 4-under 68.

”Rasanya kalau bisa bermain dengan skor yang rendah di sembilan hole pertama dan kembali ke jalur persaingan, itulah yang benar-benar menjadi target saya.”

”Kemudian hari ini (Minggu) saya bangun dan merasa kondisinya nyaris normal. Saya ke lapangan dan mendapat putaran golf yang bagus.”

Kondisi yang lebih baik itu terbukti membantu Scheffler bermain luar biasa pada 18 hole terakhir di The Stadium Course, TPC Sawgrass. Setelah bermain even par di tiga hole pertamanya, ia membukukan eagle di hole 4, dan menorehkan enam birdie di sisa permainannya.

”Saya hanya ingin mendapatkan start yang bagus di sembilan hole pertama. Rasanya kalau bisa bermain dengan skor yang rendah di sembilan hole pertama dan kembali ke jalur persaingan, itulah yang benar-benar menjadi target saya,” sambung Scheffler. ”Saya berharap bisa mendapatkan birdie lebih awal, dan saya mendapat par di tiga hole pertama, dan kemudian mendapat eagle yang membantu saya terus melaju.”

Skor 8-under 64 dan tanpa bogey itu praktis menempatkan Scheffler di puncak klasemen sementara. Namun, bermain di grup keempat dari grup terakhir membuatnya harus menunggu hasil akhirnya.

 

Scottie Scheffler, Juara Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard 2024.
Kemenangan Scottie Scheffler di Stadium Course di TPC Sawgrass terjadi sepekan setelah ia menjuarai Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard 2024. Foto: Getty Images.

 

Xander Schauffele, yang memimpin klasemen dan memulai putaran final dengan keunggulan satu stroke, bermain cukup baik. Hingga hole 12, ia sudah membukukan 3-under, namun bogey beruntun di hole 14 dan 15 praktis memperberat langkahnya. Meski kemudian mendapat birdie di hole 17, ia gagal menciptakan birdie di hole terakhir.

Adapun Wyndham Clark yang memuncaki klasemen hari kedua juga setali tiga uang. Lima birdie dengan dua bogey menuju hole terakhir, ia juga berpeluang memaksakan play-off. Celakanya putting bernilai birdie dari jarak 5,8 meter di hole 18 itu hanya mengitari bibir lubang.

”Saya berada di driving range (ketika Clark memainkan green hole 18). Saya mendengar keriuhan para penonton, suara erangan mereka, dan kedengarannya ada putting yang meleset,” tutur Scheffler, yang terlihat merasa lega tak perlu memainkan play-off. Dan ia berhak memiliki trofi THE PLAYERS keduanya sebagai pegolf pertama yang sukses mempertahankan trofi tersebut.

Kemenangan ini seakan membenarkan ungkapan ”Hati-hati dengan Pegolf yang Cedera”. Dari mengalami cedera leher pada hari Jumat, ia bangkit dan membukukan skor 64; dari tertinggal lima stroke, ia balik melangkahi semua pesaingnya dan menikmati kemenangan kedua secara berturut-turut, menyusul Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard sepekan sebelumnya.

”Saya benar-benar memiliki sistem pendukung yang luar biasa. … Pada akhirnya, saya punya istri yang luar biasa, orangtua yang luar biasa, saudara-saudara yang hebat, dan saya bersyukur bisa bermain pada PGA TOUR.”

Scheffler turut menunjuk peran keluarganya sebagai pihak terdekat yang kerap menyadarkan dia akan realita. ”Saya benar-benar memiliki sistem pendukung yang luar biasa. Saya sungguh bersyukur karenanya. Saya punya istri yang luar biasa, dan kalau saya mulai membawa semua trofi dan menaruhnya di rumah dan berjalan angkuh, saya pikir dia akan menjitak saya dan mengingatkan saya agar lekas sadar. Pada akhirnya, saya punya istri yang luar biasa, orangtua yang luar biasa, saudara-saudara yang hebat, dan saya bersyukur bisa bermain pada PGA TOUR,” ujarnya lagi.

Penampilan yang dominan pekan ini seakan mengingatkan pada dominasi Tiger Woods, yang menjadi idola Scheffler. Namun, apakah ia merasakan hal yang serupa?

”Saya pikir ini pertanyaan yang lucu. Saya tak bakal ingat angka persisnya, tap saat kami bermain di Riv (Riviera, The Genesis Invitational) tahun ini, dan saya melakukan pukulan tee saya dan ada orang yang berteriak, kira-kira, ’Selamat menjadi No.1 Scottie, 11 tahun lagi, 11 tahun lagi,’” tutur Scheffler.

”Kapan pun Anda dibandingkan dengan Tiger tentu terasa istimewa, tapi dia punya tempat tersendiri dalam olahraga kita. Ini kemenangan saya yang ke-8, saya mengimbangi dia dalam gelar THE PLAYERS. Di luar itu masih ada 14 Major lagi dan 70-an gelar PGA TOUR yang mesti dikejar. Ya, kami mengidolakan Tiger. Kami sungguh bersyukur ia masih menjadi bagian dari olahraga kita.”