Kiradech Aphibarnrat menghadapi rintangan untuk kembali ke PGA TOUR lewat kesempatan terakhirnya pada Korn Ferry Tour Championship presented by United Leasing & Finance.

Bintang golf asal Thailand, Kiradech Aphibarnrat mengakui ia harus mengatasi rintangan mental untuk mendapatkan kembali kartu PGA TOUR. Pekan ini ia akan bertanding pada ajang Korn Ferry Tour Championship presented by United Leasing & Finance, yang menjadi kesempatan terakhir baginya.

Pegolf berusia 32 tahun ini memasuki ajang pamungkas Korn Ferry Tour Final dari peringkat 22, di mana hanya 25 pegolf teratas saja yang berhak mendapatkan keanggotaan PGA TOUR untuk musim depan. Perjalanannya jelas berada di tangan Kiradech, namun ia harus menghadapinya dan mendapatkan hasil yang bagus untuk mendapatkan kembali hak bertandingnya setelah finis di luar 125 besar pada klasemen FedExCup pada akhir Musim Reguler PGA TOUR bulan lalu.

”Saya yakin tia ppemain akan menghadapi tekanan yang sama menuju empat hari ke depan yang harganya hampir bernilai sepanjang tahun. Para pemain yang ada di antara peringkat 15-25 bakak paling merasakannya. Saya mesti bermain sangat bagus pada ajang terakhir ini. Saya yakin akan ada banyak stres dan tekanan pada sembilan hole terakhir hari Minggu nanti,” ujar Kiradech.

Pegolf berbadan tambun ini tergelincir ke posisinya dalam dua pekan terakhir. Ia finis T2 menuju putaran final pada Albertsons Boise Open presented by Chevron sebelum kemudian finis T20. Lalu pada ajang Nationwide Children’s Hospital Championship ia sempat masuk sepuluh besar sebelum tersandung akibat empat bogey di sembilan hole terakhir.

”Tiga bulan terakhir saya merasa lebih nyaman dengan cara saya melakukan swing. Hanya satu bagian dari permainan saya, yaitu sisi mental. Saya tidak bisa mengendalikan diri cukup baik untuk menuntaskan tugas saya. Dua pekan yang lalu, saya T2 dan bermain 3-over. Pekan lalu saya di sepuluh besar dan main 4-over di sembilan hole terakhir. Ada banyak hal positif, tapi saya tidak bisa mengembalikan (kekuatan) mental saya pada saat yang sama. Semoga saya bisa melakukannya pekan ini,” ujar Kiradech.

”Menuju hari Minggu, saya sepertinya tidak bisa mempertahankan tempo, tidak bisa mendapatkan momentum yang biasanya bisa saya dapatkan dan selalu main bagus pada putaran final. Sepertinya butuh waktu, tapi saya pikir kondisinya sudah tak terlalu jauh.”

Jika rencananya tidak berjalan dengan baik, Kiradech masih memiliki opsi untuk kembali dan bertanding pada European Tour. Ia sendiri telah meraih empat gelar di sana. Selain itu, aliansi strategis European Tour dan PGA TOUR juga membuat tiga turnamen akan memberikan status pada kedua Tour tersebut pada musim depan.

”PGA TOUR merupakan salah satu yang terbesar di dunia dan semua orang ingin bermain di sini. Saya besar di negara kecil di Asia, bermimpi bermain pada PGA TOUR dan berhasil melakukannya selama tiga tahun. Menurut saya ini suatu keberhasilan karena saya selalu berniat main ke sini,” ujarnya.

”Jika melihat karier saya, saya main bagus pada European Tour dan jika tidak main bagus pekan ini, saya masih menyimpan kartu Europaen Tour. Sejauh ini saya sudah menang empat kali di sana dan peringkat dunia saya peroleh dari European Tour. Sudah tentu saya masih ingin menjadi bagian dari PGA TOUR, tapi tidaklah mudah untuk bertahan di sini. Standardnya tinggi dan para pemain kuliahan muda muncul tiap tahun dan mereka juga merasa lapar akan kemenangan.

”Saya hanya ingin menikmati permainan dalam empat hari ke depan. Saya akan mencoba menikmati pekan ini dan melihat apa yang bakal terjadi dalam empat hari berikutnya.”