Pegolf Irlandia Utara Rory McIlroy menuliskan sejarah baru dengan menjadi pegolf keenam yang melengkapi Grand Slam usai kemenangan emosionalnya pada Masters Tournament. McIlroy bergabung dengan Gene Sarazen, Ben Hogan, Jack Nicklaus, Gary Player, dan Tiger Woods sebagai angkatan yang mampu memenangkan enam kejuaraan Major. Kemenangannya pada Masters Tournament ini terjadi hampir 11 tahun dari kemenangan Major terakhirnya. Inilah blog darinya.

Oleh Rory McIlroy.

Ini hari terbaik dalam kehidupan golf saya dan saya sangat bangga pada diri sendiri, bangga karena tidak pernah menyerah. Saya bangga dengan terus kembali dan tidak membiarkan kekecewaan menguasai saya. Mimpi itu telah menjadi kenyataan. Saya sudah memimpikan momen ini sejak sekian lama.

Rasanya luar biasa. Ini penampilan saya yang ke-17 dan saya mulai bertanya-tanya apakah giliran saya benar-benar akan datang. Saya kira dalam sepuluh tahun terakhir datang ke sini dengan beban Grand Slam di pundak telah membebani saya dan saya mempertanyakan apa yang akan kami bicarakan ketika mengikuti Masters tahun depan! Saya luar biasa merasa terhormat dan bersemangat, dan begitu bangga bisa menyebut diri Juara Masters.

Pada seremoi pemenang, saya menyebut bagaimana menonton Tiger Woods memenangkannya di sini tahun 1997, menjuarai jaket hijau pertamanya. Saya kira momen itu menginspirasi begitu banyak generasi saya yang ingin mengikuti apa yang ia lakukan. Ada kalanya dalam karier saya ketika saya tak tahu akankah bisa mengenakan jaket ini di pundak saya, tapi saya memang harus berjuang pada putaran final.

”Anda mesti bisa selamanya bersikap optimis dalam olahraga ini.”

Saya merasa gugup dan inilah hari tersulit yang pernah saya alami di lapangan golf. Pada awal putaran, rasanya perut saya berkecamuk dan tak punya selera makan sepanjang hari. Kaki Anda mulai berasa lemas, dan semua ketegangan itu hal yang wajar, dan semua itu juga hal-hal yang positif. Kalau tak merasa demikian, saya kira ada masalah. Ada pertempuran dalam benak hanya untuk berusaha tetap fokus pada momen di hadapan dan melakukan pukulan selanjutnya sebaik mungkin dan mengulanginya. Pertarungan itu ada dalam diri saya sendiri. Pada akhirnya di lapangan, pertarungan itu dengan Justin Rose, namun pertarungan saya ada dalam benak saya untuk berusaha tetap fokus.

Hari itu terasa naik-turun. Sungguh sulit bermain di lapangan itu dan pada satu titik hampir berasa seperti mengikuti U.S. Open daripada Masters, mengingat betapar keras dan licinnya green di sana. Saya bangga bisa bangkit dari double bogey di hole 1 dan 13. Entah juga ada juara Masters yang empat kali kena double bogey pada pekan turnamen, tapi mungkin saya yang pertama.

Setelah putt kemenangan saat play-off itu, yang muncul dalam benak saya di green terakhir itu ialah emosi setidaknya 11 tahun, kalau tidak 14 tahun. Sungguh terasa lega. Tak banyak sukacita dalam reaksi itu. Ekspresi itu ekspresi kelegaan. Dan kemudian, sukacita itu datang segera setelahnya. Ada emosi selama lebih dari satu dekade yang saya keluarkan. Sejak 2011 (ketika ia unggul empat hole dengan sisa sembilan hole di Augusta National), saya kira pengalaman ini juga ironis. Saya ke loker pada Minggu pagi dan di sana ada catatan dari Angel Cabrera, dan ia mendoakan saya. Dan Angel adalah pemain yang bermain dengan saya pada hari terakhir tahun 2011, jadi ini sungguh menyentuh. Syukurlah saya bisa menuntaskannya.

Sungguh perjalanan yang sangat sulit. Sepertinya saya membawa beban untuk berusaha melengkapi Grand Slam ini sejak Agustus 2014 (setelah menjuarai PGA Championship). Dari situ saja sudah hampir 11 tahun, dan tak hanya soal memenangkan Major berikutnya, tapi juga Grand Slam. Berusaha bergabung dengan kelompok lima pemain yang bisa melakukannya, dan kemudian banyak menyaksikan rekan saya mengenakan jaket hijau dalam proses ini sangatlah sulit, dan saya telah berusaha mendekati Masters dengan sikap yang paling positif tiap kali saya mengikutinya. Sungguh beban yang sangat berat untuk dipikul dan syukurlah sekarang saya tak mesti memikulnya dan saya sudah terbebas dan tahu kalau saya bisa kembali tiap tahun, betapa menyenangkan.

 

Rory McIlroy, Round 4 Masters Tournament 2025.
Rory McIlroy meluapkan emosinya usai memasukkan putt penentu yang mengalahkan Justin Rose dalam babak play-off. Foto: Getty Images.

 

Anda mesti bisa selamanya bersikap optimis dalam olahraga ini. Saya terus mengatakan hal ini sampai wajah saya jadi biru. Saya sungguh percaya kalau saya telah menjadi pegolf yang lebih baik sekarang daripada sepuluh tahun silam. Sungguh sulit untuk tetap bersabar, sungguh sulit untuk terus kembali tiap tahun dan berusaha sebaik mungkin dan tak kunjung bisa mewujudkannya. Ketika memainkan sembilan hole terakhir pada hari Minggu itu, ada satu titik ketika terlintas dalam benak: akankah saya melewatkannya lagi? Namun, saya menjawabnya dengan sejumlah pukulan yang menentukan ketika membutuhkannya, dan saya sangat bangga pada diri saya untuk hal itu. Sungguh pekan yang melelahkan secara emosi karena banyak alasan, dan saya luar biasa bersemangat menjadi orang terakhir yang bisa berdiri tegak.

Jika melihat ke tahun 2011, ketika saya memegang keunggulan di sembilan hole terakhir, saya akan melihat seorang muda yang tidak benar-benar tahu banyak soal dunia. Mungkin saya akan melihat pemuda yang harus belajar banyak dan bertumbuh, mungkin saya mungkin tidak memahami diri sendiri. Saya tidak paham mengapa saya bisa berada di posisi yang luar biasa waktu itu, dan mungkin tidak sadar juga mengapa saya melewatkannya sedemikian rupa. Pengalaman itu, melampaui berbagai kesulitan dan kekalahan yang menyesakkan dan semuanya, dan saya akan berkata pada diri sendiri untuk tetap berusaha, teruslah percaya.

Saya benar-benar mewujudkan impian saya, dan saya akan menyampaikan kepada semua anak laki-laki dan perempuan yang membaca blog ini agar terus mempercayai mimpi-mimpi kalian dan kalau kalian berjuang cukup keras dan mencurahkan upaya, kalian bisa mencapai apa yang kalian inginkan.

CATATAN: Rory McIlroy kini telah memenangkan 5 gelar Major dan 29 gelar PGA TOUR. Para penggemar di Indonesia kini bisa menyaksikan Rory dan para pegolf terbaik dunia di panggung PGA TOUR melalui saluran Golf Champion dan DAZN.