Kerja keras bersama Chris Connell mulai memberi hasil positif, Rory Hie menduduki posisi T5 pada The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura.
Rory Hie mengakhiri putaran pertama The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura dengan skor mengesankan. Enam birdie dengan hanya satu bogey memberinya skor 5-under 66, yang menempatkannya sebagai salah satu dari empat pegolf yang menghuni peringkat kelima.
Setelah gagal menembus putaran akhir pekan pada ajang Indonesia Open dua pekan silam, Rory kembali ke panggung kompetisi dengan meyakinkan. Intensitas latihan yang lebih tinggi bersama Chris Connell, yang juga merupakan pelatih Jonathan Wijono, sejak pelatih asal Inggris tersebut hijrah ke Indonesia turut menjadi salah satu kunci penting permainan solid hari pertama.
Pegolf Indonesia pertama yang menjuarai ajang Asian Tour ini langsung bermain 2-under setelah menorehkan birdie di dua hole pertamanya. Setelah mencatatkan satu-satunya bogey dari hole 5, Rory menutup sembilan hole terakhirnya dengan tambahan empat birdie, sekaligus menjaga posisi bersaing. Skor 66 miliknya itu menempatkan Rory terpaut dua stroke dari Pukhraj Singh Gill asal India, yang membukukan skor 64.
Gill sekaligus menjadi salah satu dari hanya empat pegolf yang bermain tanpa bogey pada putaran pertama. Tiga nama lainnya ialah Varanyu Rattanaphiboonkij dan Sarut Vongchaisit asal Thailand, serta pegolf India lainnya Saptak Talwar. Ketiganya sama-sama membukukan skor 4-under 67.
”Pukulan iron saya hari ini sedang bagus sekali. …, mudah-mudahan bisa terbawa terus sampai akhir turnamen.” — Rory Hie.
”Hari ini permainan saya sangat rapi,” ujar Rory yang mencatatkan 17 green in regulation pada putaran pertama tadi. ”Pukulan iron saya hari ini sedang bagus sekali. Selama ini saya memang melatih swing dengan Chris Connell, mudah-mudahan bisa terbawa terus sampai akhir turnamen.”
Meski menyebut peran Connell, Rory mengaku dirinya tidak melakukan perubahan permainan. Latihan belakangan ini cenderung membuatnya bisa lebih yakin dalam mengeksekusi pukulan.
”Lapangan ini sangat menyenangkan dan menantang di bagian green, saya selalu suka bermain di Gunung Geulis,” ujarnya lagi.
Bermain di Gunung Geulis Country Club, di West dan East Course, untuk pertama kalinya tidak membuat Gill mengalami kesulitan. Hujan yang sempat turun tampaknya ikut membantunya mengendalikan bola di lapangan yang kerap menantang ini.
”Kondisi lapangan hari ini sangat bagus. Hujan yang turun sebentar sebenarnya membuat lapangan ini jadi lebih mudah dimainkan. Bolanya tidak banyak memantul seperti biasanya, (setidaknya demikian) dari cerita mereka yang bermain di sini tahun lalu,” jelasnya.

Pegolf Swedia Filip Lundell, Paul San asal Malaysia, serta pegolf Thailand Kammalas Namuangruk menjadi pesaing terdekat bagi Gill dengan torehan 6-under 65.
Sementara itu, Kevin Caesario Akbar, sang juara bertahan, harus puas mencatatkan skor even par 71. Pada putaran pertama tadi, Kevin menorehkan dua birdie dengan dua bogey, dan untuk sementara menempati peringkat T60
Dua Tim Memimpin Format Pro-Am
Sebagai satu-satunya turnamen yang memainkan format Pro-Am, baik di level Asian Development Tour maupun level nasional, The Indonesia Pro-Am tahun ini diikuti oleh 50 tim, yang terdiri dari seorang pegolf profesional dan seorang pegolf amatir.
Pada putaran pertama ini duet pegolf Arab Saudi Saud Al Sharif dengan Edward Edisanto berhasil mencatatkan skor 13-under 68. Skor serupa juga berhasil diraih oleh Miguel Carballo asal Argentina yang berduet dengan Asmat. Degan skor 58, kedua pasangan ini untuk sementara mengungguli empat pasangan lainnya dengan selisih dua stroke.
Keempat pasangan yang tadi mencatatkan skor 60 adalah Matthew Cheung-Kukuh Galih Jatiaji, Arjin Prasad-Paulus Januar, Paul San-Mohd Khairul Naem Mokhtar, Park Lion-Aaron Santoso.


