Madalene Sagstrom sukses mengatasi panas dan memimpin klasemen sementara kompetisi golf wanita Olimpiade Tokyo 2020 dengan skor 5-under 66.

Fokus para penggemar golf dunia ketika kompetisi golf wanita pada Olimpiade Tokyo 2020 dimulai hari ini (1/8) jelas terarah kepada grup pamungkas. Grup yang terdiri dari Park Inbee asal Korea, Lydia Ko dari Selandia Baru, dan Feng Shanshan dari China ini merupakan para pemain yang tengah mempertahankan medali masing-masing yang mereka raih di Rio 2016. Namun, pegolf asal Swedia Madalene Sagstrom justru menciptakan kejutan. Ia tampil sebagai pemuncak klasemen pada akhir putaran pertama.

Sagstrom, yang bermain bersama Emily Kristine Pedersen (Denmark) dan Lin Xiyu (China), langsung menciptakan birdie di hole pertamanya. Pukulan tee yang solid ke fairway di hole 1 par 4 itu sukses ia manfaatkan. Approach-nya mengantarkan bola hingga berjarak 1,22 meter, yang memudahkannya meraih birdie.

Momentum itulah yang kemudian berhasil ia maksimalkan di sembilan hole pertamanya. Dan setelah birdie di hole 5, 6, 9, dan 10, rasanya rekor skor terendah bagi kompetisi wanita tampaknya menjadi sangat mungkin. Lima tahun lalu, Stacey Lewis menorehkan skor 63 pada putaran kedua di Rio 2016. Dengan 5-under dan delapan hole tersisa, peluang menyamai rekor tersebut sangatlah terbuka.

Sayangnya, seiring dengan suhu yang kian panas di Kasumigaseki Country Club, Sagstrom harus berjuang untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen. Dengan pukulan tee-nya gagal mencapai fairway di empat dari delapan hole tersisa, serta approach yang tidak setajam di sembilan hole pertama, ia harus puas hanya bermain 1-under di sembilan hole terakhir dan menorehkan skor 5-under 66.

”Panas sekali, saya tidak bisa bohong. Sangat panas. Namun, masih bisa saya atasi. Kebanyakan kami telah bermain di Asia, sering bertanding di sini, jadi kami tahu mesti melakukan apa. Anda harus sering minum air, membawa handuk dingin, payung, sekadar mempertahankan energi dan tidak gila karena kepanasan. Menurut saya pada titik seperti ini, jauh lebih sulit menjadi kedi daripada kami yang bermain,” tutur Sagstrom, yang dalam 18 hole pertamanya hanya bisa memukul ke delapan fairway.

Makin panasnya cuaca membuat green juga semakin licin dan menyulitkan. Sagstrom memprediksi, bukan tidak mungkin kecepatan green akan menyamai kondisi untuk pria.

 

Nelly Korda pada hari pertama Olimpiade Tokyo 2020.
Bersama Aditi Ashok, Nelly Korda menempel Madalene Sagstrom di tempat kedua dengan selisih satu stroke setelah bermain dengan skor 67. Foto: Stan Badz/PGA TOUR/IGF.

 

”Green-nya masih menerima bola dengan cukup baik, dan menurut saya ini hal yang bagus karena di beberapa hole kami harus memainkan club yang cukup panjang dan jika memukul dari rough akan sulit untuk mendapatkan spin,” jelas pegolf yang menyebut Robert Karlsson dan Annika Sorenstam sebagai dua figur yang sangat berpengaruh dalam kariernya ini.

Dua pegolf lainnya, Aditi Ashok dari India dan pegolf No.1 Dunia Nelly Korda dari Amerika Serikat memulai putaran pertama dengan berbagi posisi di tempat kedua, hanya terpaut satu stroke dari Sagstrom. Korda, yang bermain bersama pegolf No.2 Dunia Ko Jinyoung dan unggulan tuan rumah Nasa Hataoka, harus menerima skor 1-over dalam empat hole pertamanya berkat dua bogey dan satu birdie. Namun, ia segera bangkit dan menciptakan tiga birdie di hole 5, 6, dan 8. Dua birdie tambahan di hole 14 dan 15 membantunya untuk mencatatkan skor 4-under 67.

Seperti halnya pemain lainnya, ia juga harus berjuang menghadapi cuaca panas menyengat, yang mencapai suhu 36 derajat Celsius.

”Menurut saya aspek mental mungkin menjadi yang terberat hanya karena Anda harus mempertahkan kondisi diri sendiri, Anda harus sering minum dan bisa dehidrasi di lapangan. Saya juga memastikan banyak meminum elektrolit,” jelas Korda, yang bersama sang kakak, Jessica, Danielle Kang, dan Lexi Thompson berjuang bagi Amerika pada pekan ini.

”Lapangannya jelas menjadi lebih keras. Kondisi di luar sangat panas jadi bola bisa melambung lebih jauh. Saya cukup yakin carry melewati bunker di hole 18 hari ini sekitar 250 atau 240 yard dan saya memukulnya dengan mudah. Namun, green-nya jelas menjadi lebih keras daripada ketika para pria bertanding.”

Aditi Ashok juga menikmati putaran solid untuk memenuhi misinya memenangkan medali bagi India pada pekan ini. Ia bahkan sempat menorehkan 5-under hingga hole 17. Ia menyebut permainannya hari ini melampaui yang ia harapkan. ”Saya banyak menggunakan hybrid untuk memukul ke green, jadi saya tidak begitu berharap bisa main 5-under hingga hole 17. Saya memasukkan beberapa putt dan memasukkan sejumlah putt par penting yang mempertahankan momentum. Jadi, ya, ini hari yang bagus,” ujar pegolf asal Bangalore ini.

 

Nasa Hataoka pada hari pertama Olimpiade Tokyo 2020.
Nasa Hataoka harus berjuang untuk bisa bermain under pada putaran pertama kompetisi golf wanita Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Stan Badz/PGA TOUR/IGF.

 

Jika Sagstrom, Korda, dan Ashok menikmati permainan hari pertama, Hataoka tampaknya masih mengalami kesulitan ketika memulai kampanye medalinya ini. Dengan Matsuyama gagal mempersembahkan medali emas, sangatlah wajar jika publik golf Jepang juga berharap pegolf wanita terbaik Jepang ini bisa mencatatkan hasil yang meyakinkan pada pekan ini.

”Saya tidak bermain dengan baik dalam putaran latihan beberapa hari terakhir. Saya mengalami kesulitan dengan konsistensi trajektori dan ketinggian bola. Hal positifnya ialah saya mengetahui apa yang harus saya perbaiki,” tutur Hataoka, yang telah mengoleksi empat gelar LPGA.

”Saya menyadari backswing saya menjadi terlalu panjang, namun saya bisa melakukan penyesuaian dengan memvisualisasikan untuk memukul half-swing daripada full swing, dan ternyata upaya ini berhasil.

”Di empat hole terakhir, long game saya mulai kembali dan terasa lebih baik. Saya berharap bisa melanjutkannya dalam empat hari berikutnya. Panas memang menjadi faktor yang menantang, tapi saya akan menyiapkan diri dan berusaha sebaik mungkin untuk bermain dengan baik.”

Dengan skor 1-under 70, Hataoka berbagi peringkat ke-16 bersama rekan senegaranya Mone Inami, peraih medali perak Rio 2016 Lydia Ko, Sanna Nuutinen (Finlandia), Emily Kristine Pedersen (Denmark), Kim Hyojoo (Korea), dan Perrine Delacour (Perancis). Adapun Park Inbee harus puas berada di posisi T7 dengan skor 2-under 69, dan Feng Shanshan T47 dengan skor 74.

Sementara itu, prakiraan cuaca menunjukkan kondisi berpotensi memburuk pada hari Sabtu dan Minggu. Dengan demikian, kompetisi golf wanita berpotensi harus dituntaskan hanya dalam 54 hole.

Seperti pekan lalu, kompetisi golf wanita pada Olimpiade Tokyo 2020 dapat disaksikan secara langsung melalui Vidio.