Sania Talita Wahyudi mengukuhkan dominasi DKI Jakarta pada ajang Olympic Jabar Amateur Open.

Sania Talita Wahyudi melanjutkan tongkat estafet dari Kristina Natalia Yoko dengan meraih kemenangan untuk nomor individu wanita pada ajang Olympic Jabar Amateur Open 2025, yang berlangsung di West Course, di Gunung Geulis Country Club. Pada putaran final yang berlangsung Kamis (19/6) lalu, pegolf berusia 19 tahun ini berhasil mencatatkan skor terbaiknya selama tiga putaran dengan torehan 4-under 67. Ia menjadi satu-satunya pegolf yang sanggup bermain under pada putaran final tersebut.

Mahasiswi Universitas Pertamina ini berhasil menyalip andalan tuan rumah, Rayi Geulis Zullandari, yang sempat memimpin klasemen pada akhir putaran kedua dengan skor total even par 142. Rayi juga menjadi satu-satunya pegolf yang bermain under pada hari pertama berkat torehan dua birdie dan satu bogey untuk skor 1-under 70.

Birdie di hole pertama pada putaran final lekas menciptakan momentum berharga bagi Sania, yang praktis membuatnya berhasil menyamakan kedudukan dengan Rayi. Dan ketika pesaing terdekatnya itu mendapat bogey di hole 2, Sania berbalik unggul dan mampu membukukan even par di enam hole berikutnya, sampai akhirnya melaju sendirian di puncak klasemen berkat birdie keduanya dari hole 8.

”Di sembilan hole terakhir saya sempat deg-degan juga dan merasakan tekanan, untungnya bisa tetap tenang.”

Dua birdie dari hole 11 dan 14 praktis membuat Sania tak lagi bisa dikejar. Meskipun mengaku sempat tegang ketika memasuki sembilan hole terakhir itu, ia menutup putaran final tersebut dengan tidak membukukan satu bogey pun dan memastikan kemenangan dengan skor total 3-under 210.

”Di sembilan hole terakhir saya sempat deg-degan juga dan merasakan tekanan, untungnya bisa tetap tenang,” tutur Sania usai memastikan kemenangannya.

Meski bermain dengan teman-teman yang sudah lama ia kenal, Sania mengaku lebih merasa tertekan ketimbang bermain dengan pemain lain yang belum ia kenal.

”Biasanya, kalau latihan bareng, kan mengobrol, tapi kalau sedang fokus (bertanding), kami tidak bisa banyak bercanda sehingga terasa lebih banyak tekanan,” ujarnya lagi.

”Saya sih berpikir seolah sedang melakukan putaran latihan saja, jadi berusaha untuk tidak terlalu memikirkan yang lain main dengan skor berapa.”

”Saya sih berpikir seolah sedang melakukan putaran latihan saja, jadi berusaha untuk tidak terlalu memikirkan yang lain main dengan skor berapa. Tiap kali mereka memukul bola, saya benar-benar tidak menghitung skor mereka, supaya bisa tetap fokus pada permainan sendiri.”

Keberhasilan Sania ini sekaligus melanjutkan dominasi DKI Jakarta pada ajang ini. Sejak pertama kali digelar tahun 2015, pegolf wanita DKI Jakarta telah memenangkan enam dari delapan gelaran OJAO. Rivani Adelia Sitohang (2015, 2016, dan 2017) menjadi satu-satunya yang sukses memenangkan tiga nomor individu wanita secara berturut-turut. Adapun Kristina Natalia Yoko (2022 dan 2024) menjadi pegolf kedua yang sukses mempertahankan gelar.

Seperti halnya Amadeus Christian Sutanto pada divisi pria, kemenangan Sania turut berdampak bagi kemenangan tim wanita DKI Jakarta. Berduet dengan Bianca Naomi Amina Laksono, Tim DKI Jakarta berhasil menjuarai nomor beregu setelah mengumpulkan skor total 287. Mereka unggul enam stroke dari Tim Jawa Barat yang diwakili oleh Rayi dan Fausta Bianda (293). Tim Banten meraih tempat ketiga setelah duet Gemilau Joanne Kurnia dan Kathleen Gann mencatatkan skor total 313.

Berbeda dari nomor individu yang dipertandingkan dalam tiga putaran, bomor beregu dipertandingkan dalam format 36 hole.