Bintang muda asal Australia Zach Murray mempertahankan kendalinya memasuki putaran final 100th New Zealand Open. Pemuda berusia 21 tahun ini masih berada di puncak klasemen setelah bermain dengan skor 2-under 70.

Meski masih berada di posisi teratas, Murray dipastikan mendapat persaingan yang ketat ketika memainkan putaran final hari ini. Keunggulan lima stroke yang ia nikmati pada awal putaran ketiga harus terpangkas lantaran ada banyak pemain yang berhasil membukukan skor rendah pada hari itu. Kini ia hanya memiliki keunggulan satu stroke setelah bermain dengan skor total 17-under 198.

Permainannya sendiri memang jauh dari sensasi yang ia torehkan pada hari pertama dan hari kedua Hingga hole 10, ia sudah mendapat tiga bogey. Beruntung ia berhasil bangkit dan menorehkan birdie di hole 13 untuk bermain even par. Ia berhasil menambah dua birdie lagi di dua hole terakhirnya untuk bertahan di puncak klasemen.

“Itulah yang Anda lakukan dalam golf, memasukkan putt (untuk birdie) di hole terakhir itu. Saya sempat merinding. Saya tidak bermain jelek, tapi saya gagal memaksimalkan beberapa pukulan bagus saya,” tutur Murray.

Pesaing terdekat Murray kali ini ialah pemain tuan rumah Josh Geary. Geary berhasil bermain luar biasa dengan torehan 9-under 63, yang sekaligus menjadi skor terendah pada hari ketiga. Skor total 16-under 199 menempatkannya satu stroke di belakang Murray.

“Bisa menjuarai ajang terbuka Anda sendiri tentu bakal sangat berarti. Hanya sedikit pemain yang berhasil memenangkannya ….” – Josh Geary

“Josh (Geary) pasti akan diikuti banyak penonton, dan pasti akan sangat fantastis bisa bermain di depan para pendukungnya,” imbuh Murray lagi. “Sejauh ini saya sangat menikmati Selandia Baru. Saya pikir para penonton juga sangat fantastis pekan ini dan mereka luar biasa suportif.”

Geary sendiri menikmati kondisi lapangan yang sangat sempurna baginya. Ia menyebut green-nya sangat licin dan konsisten, dan meskipun beberapa pin ditempatkan di posisi yang sulit, ia masih bisa menempatkan bola di posisi yang bagus, yang jelas membantunya mencatatkan skor 63.

“Saya tak banyak melakukan perubahan. Beberapa pukulan approach saya bagus, bola banyak berakhir di dekat lubang dan memudahkan saya melakukan beberapa putt birdie,” ujar Geary.

Ia sadar bahwa keunggulan lima stroke milik Murray menuntut siapa saja untuk bisa bermain istimewa agar bisa mengejar pemuda asal Victoria tersebut.

“Bisa menjuarai ajang terbuka Anda sendiri tentu bakal sangat berarti. Hanya sedikit pemain yang berhasil memenangkannya dan ada beberapa nama top juga yang telah menjuarai ajang ini. Ini kejuaraan yang kami saksikan ketika masih kecil. Bahkan saat berusia 13 atau 14 tahun, saya sudah bermimpi untuk bermain di sini dan kalau bisa menjuarainya rasanya bakal sulit dipercaya,” tandas Geary.

Pegolf Selandia Baru terakhir yang menjuarai New Zealand OPen ialah Michael Hendry. Juara Indonesia Open 2010 ini memenangkan kejuaraan terbuka negerinya ini pada 2017.

Leave a comment