Taiga Semikawa mewujudkan gelar JGTO ketiga dan gelar profesional pertamanya dengan mengangkat trofi Kansai Open Golf Championship 2023.
Bintang baru dari Jepang telah lahir. Setidaknya demikianlah status yang layak disematkan kepada pegolf muda Taiga Semikawa. Bintangnya kembali bersinar terang di Izumigaoka Country Club dengan memenangkan gelar Kansai Open Golf Championship 2023 setelah menorehkan skor 4-under 67 pada putaran final, yang memberinya skor total 17-under 267 dan keunggulan empat stroke atas Takahiro Hataji.
Bagi Semikawa, kemenangannya ini merupakan gelar JGTO ketiga dalam kariernya, namun menjadi yang pertama sebagai pegolf profesional setelah resmi beralih profesional pada November 2022 lalu. Dan sebelum beralih status, ia sudah terlebih dahulu menjuarai Panasonic Open dan Japan Open ketika masih amatir.
Kali ini pegolf berusia 22 tahun ini merasa puas bisa mewujudkan kemenangan, terutama setelah pada putaran final tahun lalu ia harus finis di posisi T17, padahal kala itu ia mengawali putaran terakhir dari posisi ketiga.
”(Kazuki) Higa menjuarai turnamen ini dan memuncaki klasemen peraih hadiah uang, jadi saya berharap bisa melakukan yang sama.” — Taiga Semikawa.
”Saya benar-benar ingin melunasi kekecewaan tahun lalu, dan saya pikir saya sudah menjadi lebih dewasa sejak saat itu,” tutur Semikawa dengan penuh emosi.
Kemenangannya ini turut mendorong Semikawa untuk bermimpi lebih besar lagi. Ia kini berharap bisa menjadi kolektor hadiah uang terbanyak pada musim ini.
”Higa menjuarai turnamen ini dan memuncaki klasemen peraih hadiah uang, jadi saya berharap bisa melakukan yang sama,” tuturnya.
Kemenangan bagi Higa ikut mengandaskan langkah pegolf Amerika berdarah Korea Todd Baek untuk mewujudkan gelar JGTO pertamanya. Bukan hanya karena Semikawa tampil lebih baik, namun karena ia juga tidak bermain sebaik yang ia harapkan.
Baek, yang memulai putaran final dari posisi T3 dan terpaut empat stroke dari pemuncak klasemen, akhirnya hanya bisa bermain 1-over 72 sehingga total mencatatkan 8-under 276, sembilan stroke di belakang Semikawa.

Meski kecewa, setidaknya ia berhasil mengamankan sepuluh besar pertamanya musim ini. ”Benar-benar buruk,” ujarnya kecewa lantaran hanya bisa mengemas satu birdie dari hole 13 dengan bogey dari hole 5 dan 14. ”Pukulan saya buruk, putting juga tidak bagus, tidak ada pukulan yang beres buat saya. Memang bukan hari saya, tapi sekarang sudah selesai dan harus melangkah ke depan.
”Ini baru awal musim, saya masih bisa berharap menikmati tahun yang positif. Masih ada satu ajang besar pekan depan, ISPS HANDA Championship, turnamen yang juga diakui European Tour (DP World Tour), saya sangat menantikannya. Saya akan melatih permainan dan berusaha untuk mendapatkan finis yang bagus di sana.”
Baek turut memuji pihak penyelenggara lantaran menyiapkan Izumigaoka Country Club dengan sangat baik. ”Pekan ini luar biasa, banyak penonton, dan kami mendapatkan cuaca yang menarik juga … panas, berangin, hujan, dan saya mesti bilang mereka menjalankan tugasnya menyiapkan lapangan dengan baik, meskipun curah hujan tinggi.”
Jika Baek gagal bersinar, pegolf Australia Dylan Perry pun harus menelan kekecewaan lantaran harus finis di posisi T15. Setelah empat kali menorehkan bogey, ia mencatatkan satu-satunya birdie dari hole 18 dan harus finis dengan skor 74.
Adapun rekan senegaranya, Brad Kennedy, yang menjuarai Kansai Open Golf Championship 2013, finis dengan skor 70 dan menorehkan total 7-under 277 pada turnamen pertamanya musim 2023 ini. Ia finis di posisi T12.

